← Back to list

Kata Mereka Anak Perempuan Pertama Harus Kuat

Apakah benar anak perempuan pertama kuat?

Adlina Amanda Nufus · 2026-01-20 05:19 · 2 claps · 1.6 min read
#anak-perempuan-pertama #kuat #writing #perspektif-perempuan #tired
Open on Medium ↗

Kata Mereka Anak Perempuan Pertama Harus Kuat

Apakah benar anak perempuan pertama kuat?

Photo by Thanos Pal on Unsplash

Photo by Thanos Pal on Unsplash

Kata mereka, anak perempuan pertama harus kuat. Kalimat itu selalu aku dengar seakan-seakan tumbuh bareng dengan diriku. Kalimat itu juga menjadi pengingat akan peran yang harus kujalani sejak kecil. Aku yang harus belajar lebih cepat tentang tanggung jawab, tentang mengalah, dan tentang memahami keadaan tanpa banyak bertanya. Aku tumbuh dengan keyakinan bahwa aku harus bisa menjaga diri sendiri, bahkan ketika hatiku ingin dimengerti.

Sebagai anak perempuan pertama, aku terbiasa untuk mendahulukan orang lain, menahan keinginan diri sendiri, dan berpikir ulang ketika ingin mengeluh. Aku terbiasa melakukan hal itu, seperti mesin otomatis yang akan melakukan kegiatan itu berulang. Aku harus selalu tersenyum meski keadaan membuat aku lelah. Dengan senyum itu sebagai bukti bahwa aku terlihat baik-baik saja, padahal kenyataannya banyak hal yang ingin aku utarakan namun tertahan. Kadang ada hari dimana aku ingin sekali didengar tanpa harus menjelaskan, dan aku ingin sekali dimengerti tanpa harus telihat lemah terlebih dahulu.

Kata mereka, aku sebagai anak perempuan pertama terlihat selalu kuat. Namun kenyataannya, aku hanya seorang anak perempuan yang hidupnya penuh dengan keraguan, ragu untuk mengatakan “tidak” saat menolak untuk menolong orang lain dan ragu untuk melangkah. Hidup sebagai anak perempuan pertama rasanya dipenuhi dengan ketakutan, takut gagal, takut langkah yang aku ambil salah, dan takut tidak bisa menjadi contoh yang baik. Mungkin ini akibat dari sikap aku yang terbiasa menjaga, menenangkan dan menguatkan orang sekitar, yang tanpa sadar ternyata diri aku juga membutuhkan hal yang sama ketika aku memberikan kepada orang sekitar. Aku pandai memberi tapi jarang menerima.

Pada akhirnya, aku mulai belajar bahwa tidak semua menjadi tanggung jawab. Aku belajar bahwa terlihat berantakan juga tidak apa-apa. Aku belajar bahwa menjadi dewasa bukan berarti menghilangkan perasaan. Aku belajar bahwa ketika sedang capek, boleh kok untuk menangis agar perasaan tenang dan aku juga berhak untuk mendapatkan bahagia yang sama besarnya dengan yang sudah aku berikan kepada orang sekitar.

Hidup anak perempuan pertama merupakan perjalanan panjang untuk mengenal diri sendiri. Anak perempuan pertama berhak untuk berhenti sejenak, berhak untuk dipeluk dan berhak untuk bahagia. Untuk seluruh anak perempuan pertama, kalian luar biasa. Terima kasih sudah bertahan di dunia yang suka bercanda ini.


메타데이터
post_id
98dddb9c02fc
slug
kata-mereka-anak-perempuan-pertama-harus-kuat-98dddb9c02fc
url
https://medium.com/@adlinaamanda30/kata-mereka-anak-perempuan-pertama-harus-kuat-98dddb9c02fc
canonical_url
https://medium.com/@adlinaamanda30/kata-mereka-anak-perempuan-pertama-harus-kuat-98dddb9c02fc
author_url
https://medium.com/@adlinaamanda30
status
ok
fetched_at
2026-06-23 03:48:11