← Back to list

Sinis itu Membosankan

Mudah mengenali pejabat yang tidak memiliki kebijaksanaan; mereka meraih hal-hal yang memberikan sedikit kepuasan: uang, kekuasaan pada…

Penulis Lima in Komunitas Blogger M · 2025-02-22 05:16 · 0 claps · 2.7 min read paywalled
#aktivisme #bahasa-indonesia #komunitas-blogger-medium #demokrasi
Open on Medium ↗
Wiki topics: 📋 · Product Management

Sinis itu Membosankan

Mudah mengenali pejabat yang tidak memiliki kebijaksanaan; mereka meraih hal-hal yang memberikan sedikit kepuasan: uang, kekuasaan pada diri sendiri atau kelompoknya.

Photo by Fajar Grinanda on Unsplash

Photo by Fajar Grinanda on Unsplash

Dalam perjalanan waktu, umur semakin banyak, pengalaman juga bertambah, pandangan saya tentang banyak hal juga ikut berubah. Saya kini mendukung setia ide-ide, dan hak-hak orang untuk berekspresi, meskipun saya tidak setuju. Saya tidak lagi menganggap ide-ide itu, sebagai sebuah ide, berbahaya. Bahaya muncul, apa pun bentuknya, berasal dari tindakan yang ditimbulkannya.

Misalnya, saya tidak percaya pada undang-undang yang melarang satu komunitas agama turun ke jalan mengampanyekan agama mereka; tetapi saya mendukung undang-undang yang melarang komunitas apa pun, termasuk agama dengan umat terbanyak, melakukan kekerasan dengan sengaja menghasut.

Bukan ucapan yang berbahaya, tetapi tindakan. Ketika seseorang yang penuh kebencian diizinkan untuk mengungkapkan pikirannya, dia hanya akan menunjukkan dirinya sebagai orang yang picik dan bodoh. Biarkan kebodohan bersinar pada dirinya. Kebodohan kok ditunjukkan. Tapi jika orang bodoh itu dibungkam, kita tidak tahu dia benar-benar bodoh, malah menjadikannya berisi dan pintar.

Minggu ketika saya menulis ini, para mahasiswa sedang turun ke jalan memprotes berbagai kebijakan pemerintah. Dulu, di usia 30 atau 40, saya memandang sinis dengan aksi seperti ini, meski ketika mahasiswa saya juga pernah turun ke jalan.

Konon, puncak sikap sinis seseorang terjadi usia 20-an akhir atau 30-an awal. Mungkin. Satu dekade terakhir saya perlahan mengadopsi pandangan berbeda pada sesama manusia. Bukan karena saya menjadi orang yang lebih baik dan murah hati, tapi karena sinis terhadap sesama manusia tidak relevan lagi.

Semua manusia itu baik, spesies kita itu baik. Demo mahasiswa itu baik, saya mendukung demo asal tidak merusak, melakukan kekerasan, dan menghasut. Pemerintah itu baik, saya mendukung kebijakan untuk keadilan masyarakat banyak, regulasi yang memperhatikan kesulitan rakyat. Tapi, faktanya, pelaku demo sering merusak dan menghasut, pejabat pemerintah sering membuat kebijakan yang menyusahkan orang banyak.

Ini sama dengan pertanyaan jika semua orang baik, kenapa ada kejahatan, orang mencuri, orang menyakiti orang lain. Jawabnya, karena mereka tidak tahu cara hidup cerdas dan memuaskan. Demo yang merusak dan menghasut karena para mahasiswa tidak memiliki wawasan, pejabat pemerintah yang membuat kebijakan menyusahkan karena tidak memiliki sifat kebijaksanaan.

Mereka tidak jahat. Mereka hanya bodoh.

Photo by Vic Alcuaz on Unsplash

Photo by Vic Alcuaz on Unsplash

Mudah mengenali pejabat yang tidak memiliki kebijaksanaan; mereka meraih hal-hal yang memberikan sedikit kepuasan: uang, kekuasaan pada diri sendiri atau kelompoknya. Mereka tidak tahu ke mana harus mencari kecuali memanfaatkan jabatannya.

Tetapi tentu saja itu tidak akan pernah cukup buat mereka yang rakus dan bodoh tadi, akibatnya keputusasaan pun meningkat. Mereka merasakan tarikan yang lebih kuat terhadap kepuasan dan keamanan, mengira itu semacam keselamatan. Untuk itu mereka melangkahi dan, yang lebih buruk, mengorbankan orang lain (rakyat).

Jika seseorang menjalani hidup sebagai pencuri, pembenci, pembunuh, dan pembuat kebijakan yang membuat orang lain menderita, tidak perlu menunggu neraka untuk memberikan hukuman, tidak perlu dalil-dalil agama. Orang itu akan mendatangkan hukumannya sendiri.

Hidup dalam penghinaan dan keserakahan menciptakan penderitaan. Setidaknya, suatu saat Anda merasa bersalah, biasanya menjelang maut datang. Anda menciptakan kebencian pada diri sendiri dalam hidup Anda.

Sampai kapan pun akan selalu ada orang bodoh yang membuat seluruh spesies diganjar jahat. Kita hidup di dunia seperti itu.

Kembali ke soal sinis tadi, saya merasa sinisme sejenis dongeng negatif yang disukai manusia remaja hingga dewasa karena berbagai alasan. Tentang kisah manusia sebagai sampah.

Sinisme adalah cara menolak mengeksplorasi kompleksitas permasalahan dunia nyata. Ketika kita memikirkan suatu masalah dari berbagai sudut pandang sangat tidak nyaman dan memakan waktu. Hanya sedikit orang yang melakukannya.

Menolak sinisme membuat kita melihat dunia lebih masuk akal karena pandangan kita tidak lagi didasari oleh dongeng. Selain itu, dunia tidak lagi terasa dipenuhi orang-orang yang mengerikan.

Sinis itu membosankan.


메타데이터
post_id
98df3cc93ec1
slug
sinis-itu-membosankan-98df3cc93ec1
url
https://medium.com/komunitas-blogger-m/sinis-itu-membosankan-98df3cc93ec1
canonical_url
https://medium.com/komunitas-blogger-m/sinis-itu-membosankan-98df3cc93ec1
author_url
https://medium.com/@5limabuku
status
ok
fetched_at
2026-07-20 21:37:36