Titik Setara.
“Kesepian memang menyedihkan, tapi buat jatuh cinta lagi, tunggu aku setara agar aku tidak perlu mengemis cinta seseorang lagi.”
Titik Setara.
“Kesepian memang menyedihkan, tapi buat jatuh cinta lagi, tunggu aku setara agar aku tidak perlu mengemis cinta seseorang lagi.”

Ada kalanya kesepian datang begitu menghimpit, membuat malam-malam terasa lebih dingin dan ruang tengah terasa lebih lapang dari biasanya. Di titik itu, godaan untuk mencari pelampiasan — menemukan seseorang hanya demi mengusir sepi — sering kali datang mengetuk pintu hati. Namun, buru-buru melangkah ke hati yang baru saat diri sendiri belum utuh hanya akan membuka celah untuk luka yang baru.
Jatuh cinta saat sedang kesepian sering kali membuat kita menjadi lemah. Kita cenderung menurunkan standar, memaklumi hal-hal yang menyakitkan, hingga tanpa sadar mulai mengemis perhatian dan cinta dari orang lain hanya agar tidak ditinggalkan. Itu bukan cinta, melainkan ketergantungan yang menyiksa.
Maka dari itu, memilih untuk menjeda adalah keputusan paling bijak. Izinkan aku menggunakan ruang sepi ini untuk bertumbuh, belajar, dan memantaskan diri. Aku ingin berdiri di atas kakiku sendiri terlebih dahulu, menjadi versi terbaik dan mandiri, hingga berada di titik yang setara.
Sebab ketika hari itu tiba, aku tidak akan lagi mendatangi seseorang dengan tangan di bawah untuk meminta cinta. Aku akan datang sebagai pribadi yang utuh, yang siap saling berbagi, menghargai, dan menggenggam tangan tanpa takut lagi akan diremehkan. Bersabarlah pada sepi, karena ia sedang menempamu menjadi sosok yang tak bernilai murah.
메타데이터
- post_id
- 98fd6e90e4c5
- slug
- titik-setara-98fd6e90e4c5
- url
- https://medium.com/@dariazhr/titik-setara-98fd6e90e4c5
- canonical_url
- https://medium.com/@dariazhr/titik-setara-98fd6e90e4c5
- author_url
- https://medium.com/@dariazhr
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-26 21:52:29