Mbak Bu
Tidak semua orang suka dipanggil dengan sebutan “Mbak” dan “Bu.”
Mbak Bu
Tidak semua orang suka dipanggil dengan sebutan “Mbak” dan “Bu.”
Photo by Genessa Panainte on Unsplash
Saya baru tahu jika tidak semua perempuan suka dipanggil “Mbak” dan “Bu” sebagai tanda penghormatan. Padahal, di Jawa, kedua panggilan tersebut merupakan sapaan yang sopan.
[embed]
Itu terbukti dari unggahan yang sempat viral di X beberapa waktu lalu. Pada unggahan tersebut, dijelaskan bahwa ada beberapa orang yang tersinggung jika dirinya dipanggil “Mbak” atau “Bu.”
Tentu, saya yakin ini merupakan masalah yang hanya terjadi di ibu kota saja. Dan itu pun hanya segelintir orang saja yang tersinggung akan panggilan tersebut.
Mungkin, menurut orang Jawa ini adalah fenomena aneh. Pasalnya, kedua panggilan tersebut merupakan sapaan yang baik dan benar. Namun, beberapa orang yang tersinggung dengan panggilan tersebut merasa bahwa sapaan “Mbak” dan “Bu” biasnya digunakan untuk menyapa asisten rumah tangga (ART).
Memang, kebanyakan orang-orang yang menjadi ART di ibu kota dan bahkan di luar negeri adalah orang-orang Jawa. Pasalnya, penduduk yang bersuku Jawa pun begitu dominan di Indonesia.
Sehingga, di sektor pekerjaan apa pun pasti ada orang Jawa yang terlibat. Termasuk pekerjaan ART. Atau bahkan pemimpin negara. Orang Jawa itu terkenal tekun dan ulet.
Jadi, jangan heran, jika profesi ART kebanyakan ditekuni orang Jawa. Meskipun, pada akhirnya tidak semua ART adalah orang Jawa.
Pada sinetron di televisi pun juga kerap muncul sapaan “Mbak” atau “Bu” yang digunakan untuk memanggil ART. Mungkin, inilah salah satu stigma dasar jika kedua panggilan tersebut, terutama sapaan “Mbak” merupakan sapaan khas untuk seorang pembantu.
Menurut saya ini masalah serius. Pasalnya, tidak selamanya orang-orang yang tersinggung tersebut akan selalu berada di ibu kota.
Adakalanya suatu saat mereka pergi berlibur ke daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur dan kemudian ada orang tak dikenal menyapa mereka dengan sebutan “Mbak.” Apakah pada akhirnya mereka masih akan tetap tersinggung?
Pastinya, iya. Mereka tetap akan merasa tersinggung. Mereka akan merasa bahwa panggilan tersebut tidak pantas disematkan kepada diri mereka.
Maka dari itu saya harap para orang tua, guru, atau lingkungan mereka dapat mengajarkan bahwa sapaan “Mbak” dan “Bu” bukanlah panggilan yang ditujukan untuk seorang ART.
Kedua panggilan tersebut merupakan sapaan yang sopan untuk seorang kakak perempuan (Mbak) dan seorang Ibu (Bu). Jadi, mari, kita mulai saling mengerti. Karena sapaan yang Anda kira merendahkan tersebut hanya diakui segelintir orang saja.
Karena sejatinya panggilan “Mbak” dan “Bu” merupakan sebuah bentuk sapaan yang beretika. Itu ditujukan untuk menghormati kepada yang lebih tua atau sekadar untuk sapaan keakraban.
메타데이터
- post_id
- 9a247ce7e5d2
- slug
- mbak-bu-9a247ce7e5d2
- url
- https://medium.com/@ajhiehariyantoe/mbak-bu-9a247ce7e5d2
- canonical_url
- https://medium.com/@ajhiehariyantoe/mbak-bu-9a247ce7e5d2
- author_url
- https://medium.com/@ajhiehariyantoe
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-21 03:40:02