← Back to list

Capek Yah Main IG Terus

Huh capek banget yah, hampir satu harian ngurusin pesan dan tanggapan dari teman-teman terkait beberapa foto kegiatan program SPPI.

ALINEA BIRU · 2025-07-15 12:39 · 104 claps · 1.7 min read
#detoks #sosmed
Open on Medium ↗

Capek Yah Main IG Terus

Gambar. Buatan MetaAI

Gambar. Buatan MetaAI

Huh capek banget yah, hampir satu harian ngurusin pesan dan tanggapan dari teman-teman terkait beberapa foto kegiatan program SPPI.

Nggak expect ada cukup banyak komentar dan pesan yang masuk baik berupa pujian, doa, maupun pertanyaan. Terima kasih yang sudah memberikan reaksi, i like it.

Aku memahami diri ku sebagai seorang introvert yang memiliki kapasitas energi sosial yang terbatas. Berinteraksi dengan orang bukan lah cara ku mengisi energi seperti yang ekstrovert lakukan, namun sebaliknya berinteraksi sosial adalah kegiatan yang mengeluarkan energi.

Makanya kadang aku begitu selektif dalam berinteraksi, selektif sebab sadar energi sosial ku terbatas.

Kalau energi sosial habis tuh, perasaannya capek banget, kalau tetap diajak interaksi, ya keliatan kayak orang males, nggak excited, cuek, apatis. Jadi orang nyebelin.

Bisa ngerugiin hubungan kan kalau udah kayak gitu.

Tiap sadar kalau energi sosial udah habis, kalau karena sosmed, aku biasanya menarik diri untuk tidak bermain sosmed. Seringnya aku uninstall sampai waktu ngerasa butuh untuk sesuatu yg penting.

Aku mau menyoroti instagram. Instagram tuh kayak wadahnya orang-orang nampilin momen paling sempurna dari kehidupannya dalam bentuk konten foto, video ataupun tulisan. Mulai yang paling lucu, paling cantik/ganteng/keren/oke, paling sedih, paling berpengetahuan, paling berproses dsb. Jarang sekali konten yang masuk beranda adalah konten-konten dari user yang bener-bener lagi “berproses”, kalau pun ada juga, tentu tidak menarik untuk dilihat. Orang-orang lebih tertarik pada kesempurnaan, kecuali yang sedang belajar, mungkin hal-hal yang kurang sempurna juga menjadi sesuatu yang tidak hanya menarik namun penting untuk dikonsumsi.

Dulu mikirnya, “Wah IG tempat yang bagus buat dapat sumber inspirasi”, tapi lama-lama ngerasa, “Perasaan ketimbang menginspirasi, Instagram lebih banyak nguras energi karena dumbscrollingnya”.

Di titik kesadaran itu, aku mulai menjaga jarak dari instagram.

Dumbscrolling yang ku rasa bikin perasaan dan pikiran tak tentu. Demotivasi. Bawaannya males, nggak tau mau ngapain, kalau punya kegiatan rutin, dijalanin tanpa perasaan excited.

Aku yakin, instagram tidak dirancang oleh satu orang ahli, tapi dirancang oleh ribuan ilmuan baik komputer, sosial, psikologi dsb agar menjadi aplikasi yang menarik.

Sejanji-janjinya aku buat bisa ngendaliin diri bijak bermain Instagram tanpa uninstall aplikasinya, rasanya sia-sia, sebab, opsi itu kayaknya udah dipikirin sama para ahli habbit yang bekerja dibalik instagram. Tau cara menggagalkan user IG meninggalkan aplikasi ciptaan mereka.

Wah bahasannya udah meluas.

Udah dulu lah.

Sumber inspirasi tulisan:

Rasa capek.

Film The Social Dillema.


메타데이터
post_id
9bcdc098804a
slug
capek-yah-main-ig-terus-9bcdc098804a
url
https://medium.com/@tubagusanton6/capek-yah-main-ig-terus-9bcdc098804a
canonical_url
https://medium.com/@tubagusanton6/capek-yah-main-ig-terus-9bcdc098804a
author_url
https://medium.com/@tubagusanton6
status
ok
fetched_at
2026-07-18 23:42:34