← Back to list

Simpenan buat

Berikut adalah tahapan-tahapan proses penelitian yang umum dilakukan:

Apiq · 2024-11-22 08:07 · 0 claps · 4.2 min read
Open on Medium ↗
Wiki topics: ✍️ · Writing & Creative

Simpenan buat skripsi ehehehe

Berikut adalah tahapan-tahapan proses penelitian yang umum dilakukan:

  1. Identifikasi masalah Penelitian dimulai dari pertanyaan yang belum dapat dijawab oleh peneliti, Untuk itu, diperlukan dorongan berupa rasa ingin tahu untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk dapat melihat dengan jelas alasan, tujuan dan sasaran penelitian tersebut dilakukan, perlu diadakan identifikasi masalah dan lingkungan masalah itu. Selain itu, menurut Amien Silalahi, identifikasi masalah diartikan sebagai upaya untuk mendaftar pertanyaan sebanyak-banyaknya terhadap suatu masalah yang dianggap bisa ditemukan jawabannya melalui sebuah penelitian secara ilmiah.

Masalah Penelitian kemudian dipilih dengan kriteria seperti:

  • Apakah penelitian ini dapat memecahkkan permasalahan?

  • Apakah penelitian ini dapat diteliti dari taref kemajuan pengetahuan, waktu, biaya maupun kemampuan peneliti itu sendiri?

  • Apakah penelitian dapat membawa manfaat yang baru bagi lingkungan industri ini?

dan masih banyak lagi pertanyaan yang harus diajukan. Kemudian, permasalahan yang besar biasanya dibagi menjadi beberapa sub-masalah, Substansi permasalahan diidentifikasikan dengan jelas dan kongkrit. Pengertian-pengertian yang terkandung didalamnya dirumuskan secara jelas dan sistematis. Sifat konkrit dan jelas ini memungkinkan pertanyaan-pertanyaan yang akan di teliti dapat dijawab dengan eksplisit. Misalnya kaya: apa, siapa, mengapa, bagaimana dan apa tujuan penelitian yang sebenarnya. Dengan melakukan identifikasi yang jelas peneliti akan mengetahui variabel yang akan diukur dan apakah ada alat-alat yang tepat untuk mengukur variabel tersebut.

  1. Perumusan masalah

Setelah menetapkan berbagai aspek masalah yang dihadapi, peneliti dapat mulai menyusun informasi mengenai masalah yang mau dijawab atau memadukan pengetahuannya menjadi suatu perumusan baru. Untuk itu, diperlukan perumusan tujuan penelitian yang jelas mengenai pernyataan “mengapa penelitian ini harus dilakukan, sasaran penelitian ataupun bagaimana dampak hasil penelitian tersebut”. Maka dari itu, permasalahan yang masih samar-samar dapat dipertegas dalam bentuk perumusan yang fungsional. Verballisasi gagasan dapat dirumuskan agar orang lain dapat memahaminya.

Pandangan-pandangan teori diuraikan secara jelas sehingga mudah diteliti dan dapat dijadikan titik tolak penelitian. Lalu, perumusan masalah dapat dilakukan dengan pembuatan model sehingga menghasilkan bentuk konkrit dari perumusan masalah yaitu berupa hipotesis. Dengan adanya hipotesis, pelaksanaan penelitian diarahkan untuk membenarkan atau menolak dugaan. Umumnya, hipotesis dirumuskan dalam bentuk penyataan yang menguraikan hubungan sebab-akibat antara variabel bebas dan variabel terikat terhadap gejala yang diteliti. Misalnya:

Jika rumusan masalahnya:

  • bagaimana pengaruh risiko terhadap loyalitas nasabah mobile banking

dan tujuan penelitiannya adalah:

  • Untuk mengetahui pengaruh risiko terhadap loyalitas nasabah mobile banking BCA di Depok.

maka, Hipotesisnya adalah:

  • H0 : Risiko berpengaruh positif terhadap loyalitas nasabah mobile banking BCA di Depok.

  • H1 : Risiko berpengaruh negatif terhadap loyalitas nasabah mobile banking BCA di Depok.

Hipotesis berperan memberikan arah dan tujuan pada pelaksanaan penelitian dan memandu kearah penyelesaiannya secara lebih efisien. Kemudian, hipotesis yang baik akan menghindarkan penelitian tanpa tujuan dan kemungkinan pengumpulan data yang tidak relevan.

  1. Penelusuran pustaka

Penelusuran pustakan merupakan langkah pertama untuk mengumpulkan informasi yang relevan untuk penelitian. Penelusuran pustaka dapat dilakukan dengan mencari jurnal terdahulu yang berkaitan dengan topik, variabel dan hasil penelitian, buku yang menjelaskan pengertian topik yang akan dibahas dan teori-teori yang berkaitan dengan topik penelitian. Dengan melakukan penelusuran pustaka ini, peneliti dapat terhindar dari duplikasi dan mengetahui penelitian apa saja yang pernah dilakukan dan dimana hal itu dilakukan.

  1. Rancangan penelitian

Rancangan penelitian mengatur sistematika yang akan dilaksanakan dalam penelitian. Memasuki langkah ini peneliti harus memahami berbagai metode dan teknik penelitian. Metode dan teknik penelitian disusun menjadi rancangan penelitian. Mutu keluaran penelitian ditentukan oleh ketepatan rancangan penelitian.

Bab ini memberikan ruang tentang metode penelitian yang digunakan oleh mahasiswa dalam menguraikan dan menjelaskan bagaimana penelitiannya dapat dilakukan dengan sistematis dan logis, termasuk tahapan atau alur penelitian yang dilakukan sampai pemanfaatan alat/tools yang akan digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian. Termasuk menjelaskan sifat penelitian, apakah kualitatif atau kuantitatif seta penjelasan sumber datanya seperti : data primer atau data sekunder.

adapun strukturnya adalah sebagai berikut: Subjek penelitian, Objek penelitian, Jenis dan sumber data, Metode Pengumpulan data dan Metode analisis data.

  1. Pengumpulan data

Data penelitian dikumpulkan sesuai dengan rancangan penelitian yang telah ditentukan. Data tersebut diperoleh dengan jalan pengamatan, percobaan atau pengukuran gejala yang diteliti. Data yang dikumpulkan merupakan pernyataan fakta mengenai obyek yang diteliti.

Dalam contoh Penelitian Ilmiah kemarin, tahapan ini ada di BAB IV, dimana pada saat itu saya menjelaskan tentang sampel penelitian, data kuesioner tersebut diperoleh dengan cara apa, cara ukurnya gimana dan fakta yang didapatkan mengenai objek yang diteliti, seperti demografi, geografis dan lain-lain.

  1. Pengolahan data

Data yang dikumpulkan selanjutnya diklasifikasikan dan diorganisasikan secara sistematis serta diolah secara logis menurut rancangan penelitian yang telah ditetapkan. Pengolahan data diarahkan untuk memberi argumentasi atau penjelasan mengenai tesis yang diajukan dalam penelitian, berdasarkan data atau fakta yang diperoleh. Apabila ada hipotesis, pengolahan data diarahkan untuk membenarkan atau menolak hipotesis. Dari data yang sudah terolah kadangkala dapat dibentuk hipotesis baru. Apabila ini terjadi maka siklus penelitian dapat dimulai lagi untuk membuktikan hipotesis baru.

Tahapan ini biasanya terdapat pada BAB IV di penelitian ilmiah kemarin, Peneliti harus membuktikan bahwa data yang diperoleh itu normal, valid, reliabel dan tersebar dengan merata. Kemudian setelah memastikan kualitas data tersebut, peneliti dapat melanjutkan ke tahapan menguji hasil menggunakan model perhitungan statistik seperti Analisis regresi linear berganda atau apapun, serta menguji koefisien determinasi sesuai dengan rumusan, tujuan dan hipotesis tadi yang sudah dirumuskan. Setelah dihitung, kemudian dibahas di sub bab pembahasan dengan angka-angka yang sudah didapatkan.

  1. Penyimpulan hasil

Setiap kesimpulan yang dibuat oleh peneliti semata-mata didasarkan pada data yang dikumpulkan dan diolah. Hasil penelitian tergantung pada kemampuan peneliti untuk menfasirkan secara logis data yang telah disusun secara sistematis menjadi ikatan pengertian sebab-akibat obyek penelitian. Setiap kesimpulan dapat diuji kembali validitasnya dengan jalan meneliti jenis dan sifat data dan model yang digunakan.

Dalam contoh penelitian ilmiah yang saya lakukan kemarin, tahapan ini terdapat pada BAB V dimana berisi SImpulan dan Saran. Misalnya:

Jika rumusan masalahnya:

  • bagaimana pengaruh risiko terhadap loyalitas nasabah mobile banking

dan tujuan penelitiannya adalah:

  • Untuk mengetahui pengaruh risiko terhadap loyalitas nasabah mobile banking BCA di Depok.

maka, Hipotesisnya adalah:

  • H0 : Risiko berpengaruh positif terhadap loyalitas nasabah mobile banking BCA di Depok.

  • H1 : Risiko berpengaruh negatif terhadap loyalitas nasabah mobile banking BCA di Depok.

Setelah dilakukan pengumpulan data dan pengolahan data, hasil perhitungan menunjukkan angka negatif. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa, H0 ditolak dan H1 diterima yaitu “Risiko berpengaruh negatif terhadap loyalitas nasabah mobile banking BCA di Depok”. dimana semakin besar risiko yang diterima nasabah mobile banking BCA maka hal itu dapat menurunkan loyalitas nasabah mobile banking BCA di Depok. Kemudian saran untuk pihak perusahaan adalah untuk terus meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko yang diterima nasabah ketika menggunakan layanan mobile banking Bank Central Asia supaya nasabah yang loyal dengan BCA semakin bertambah dan semakin setia dalam jangka panjang.


메타데이터
post_id
9be94bb084f0
slug
simpenan-buat-9be94bb084f0
url
https://medium.com/@apiq/simpenan-buat-9be94bb084f0
canonical_url
https://medium.com/@apiq/simpenan-buat-9be94bb084f0
author_url
https://medium.com/@apiq
status
ok
fetched_at
2026-07-22 01:48:56