← Back to list

Biskuit yang Tidak Pernah Habis

Endless Cookie (2025), kehidupan dua saudara dalam komunitas terpencil di Kanada

Linda K. Sg. in UPPETI · 2026-05-20 08:51 · 50 claps · 3.4 min read paywalled
#film #documentary #animation #indigenous #canadian-film
Open on Medium ↗
Wiki topics: CUL · Culture & Media 🎬 · Film & Television

Biskuit yang Tidak Pernah Habis

Endless Cookie (2025), kehidupan dua saudara dalam komunitas terpencil di Kanada

Apa yang terbesit di benak setelah mendengar judul Endless Cookie? Manis? Perasaan hangat? Atau bayangan anak kecil yang dikit-dikit nyemil?

Endless Cookie (2025) adalah film dokumenter animasi karya dua bersaudara: Seth Scriver yang berkulit putih, tinggal di Toronto, dan Pete Scriver yang berdarah Cree, menetap di Shamattawa First Nation, sebuah komunitas adat terpencil di Manitoba Utara, Kanada. Mereka adalah saudara seayah, dibesarkan di dua dunia yang berbeda. Dalam satu kesempatan berharga, mereka dipertemukan kembali dengan satu hibah dari NFG untuk menyelesaikan sebuah proyek film dokumenter.

Endless Cookie (2025) © Scythia Films / Obscured Releasing

Endless Cookie (2025) © Scythia Films / Obscured Releasing

KONTEKS🔦

Shamattawa First Nation adalah komunitas adat Cree yang terisolasi di Manitoba Utara — tidak terhubung oleh jalan darat, hanya bisa diakses melalui penerbangan atau jalan musim dingin. Komunitas ini menghadapi berbagai tantangan struktural yang berakar pada sejarah kolonialisme Kanada, termasuk keterbatasan akses layanan dasar dan dampak intergenerasi dari kebijakan asimilasi paksa.

Film ini tayang perdana di Sundance 2025 dan menuai sambutan hangat dari para kritikus. Di Rotten Tomatoes, 90% ulasan bersifat positif. 😮

Tujuh rasa dalam satu gigitan

Di awal film, Seth menyampaikan semacam manifesto kepada Pete tentang apa yang ingin dicapai oleh proyek mereka:

“Funny 🤡, beautiful 🌹, spiritual 🙏, political 📢, complex 🧠, simple 🎈, and true 👀.”

— Seth Scriver, Endless Cookie (2025)

Tujuh kata sifat. Tujuh ambisi. Dan semuanya harus hadir dalam satu film. Terdengar seperti resep bencana. Tidak-tidak … bagaimana kalau seperti sepiring rujak yang entah bagaimana enak padahal semua rasanya bertabrakan.

Yang mengejutkan, Seth dan Pete berhasil membuatnya. Tidak sempurna, tidak rapi, tapi berhasil. Film ini berjalan seperti obrolan panjang yang terus menerus dipotong oleh anggota keluarga lain, anak-anak yang berlarian, anjing yang menggonggong, dan kenangan yang tiba-tiba muncul. Kaotis? Ya. Ternyata kejujuran itu jika dibiarkan, dengan sendirinya dapat bermain sangat cantik.

Kenapa animasi?

Ada alasan mengapa film dokumenter ini memilih animasi, bukan rekaman mentah. Dalam sebuah wawancara, Seth menyebut bahwa animasi memberinya kebebasan untuk menggambarkan sesuatu yang kamera biasa tidak bisa tangkap, yaitu ingatan, mimpi, rasa takut.

Gaya visualnya sengaja dibuat kasar, di mana proporsi karakter berubah-ubah, latar tidak konsisten, warna-warna yang ramai tanpa harmoni. Para kritikus membandingkannya dengan South Park, karya Gary Baseman, hingga animasi Adult Swim.

Setiap ketidakkonsistenan dalam gambar terasa seperti pengakuan bahwa memori tidak pernah presisi, dan bahwa kebenaran bisa hidup justru di dalam distorsinya.

Ironi

Salah satu kekuatan terbesar Endless Cookie adalah kemampuannya menemukan ironi dalam hal-hal yang paling biasa. Tentang bagaimana orang-orang yang tidak percaya bahwa Seth dan Pete adalah saudara, semata karena satu berkulit putih dan satunya berkulit gelap. Bagi mereka berdua, ini bukan peristiwa traumatik, bahkan sudah menjadi bagian dari percakapan sehari-hari. Tapi bagi penonton, momen ini menampar pelan. Karena ia mengingatkan kita bahwa gagasan tentang “saudara” masih sering tersekap dalam asumsi-asumsi visual yang kita bawa tanpa sadar.

Di sisi lain, film ini tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam kesedihan. Pete dan keluarganya (sembilan anak, belasan anjing, rumah yang selalu penuh) membawa energi yang sulit digambarkan selain dengan kata hidup. Humor di sini hadir tanpa polesan berlebihan, melainkan tampil apa adanya. Ada kasih sayang yang bisa dirasakan sepanjang film, melalui kebersamaan yang langgeng, semuanya menjadi tampak. Namun tidak ketinggalan, sisi kerapuhan juga tidak luput menjadi unsur dalam film ini.

“Biskuit yang tidak pernah habis”

Di penghujung film, Seth mengungkap asal muasal judul ini: “the past is an endless cookie” atau masa lalu adalah biskuit yang tidak pernah habis. Sebuah referensi berlapis, di mana di satu sisi merujuk pada sifat waktu yang selalu bisa dilihat ulang, dimaknai ulang. Di sisi lain, merujuk pada Cookie — putri Pete yang divisualisasikan sebagai keping cokelat chip yang bisa berbicara.

Ada yang berpendapat tentang siklus sejarah, terutama sejarah masyarakat adat yang terus-menerus harus menghadapi warisan kolonialisme dalam bentuk baru. Ada pula yang membacanya lebih ke dalam, bahwa keluarga seperti biskuit, sesuatu yang terus-menerus dibagikan, dihabiskan bersama, dan entah bagaimana selalu tersisa untuk terus diulangi. Seperti makna abadi. Makna warisan.

Kalau menurutmu, bagaimana?

Endless Cookie (2025) © Scythia Films / Obscured Releasing

Endless Cookie (2025) © Scythia Films / Obscured Releasing

Jadi, ini film dewasa?

Yang pasti, ini bukan film untuk semua orang. Seth sendiri mengakui bahwa ia menghentikan film bukan karena cerita selesai, melainkan karena ia tahu jika tidak dihentikan, film ini tidak akan pernah selesai.

Tapi jika Anda punya waktu dan kesediaan untuk duduk bersamanya, untuk membiarkan cerita-cerita kecil itu menumpuk perlahan, untuk tidak terburu-buru menuju kesimpulan, Anda akan menemukan “keintiman” di dalamnya.

Film ini cocok ditonton sendiri. Bisa dijeda, direnungkan, dilanjutkan keesokan harinya. Cocok untuk mereka yang tertarik pada pertanyaan tentang identitas, keluarga, dan apa artinya mewarisi sejarah yang bukan sepenuhnya milik kita, tapi juga tidak sepenuhnya bukan milik kita.

Kunyahlah pelan-pelan biskuit yang katanya tidak berujung ini. Tidak perlu buru-buru. Toh, katanya memang tidak akan habis. 🍪


메타데이터
post_id
9bf7de76a2fa
slug
biskuit-yang-tidak-pernah-habis-9bf7de76a2fa
url
https://medium.com/uppeti/biskuit-yang-tidak-pernah-habis-9bf7de76a2fa
canonical_url
https://medium.com/uppeti/biskuit-yang-tidak-pernah-habis-9bf7de76a2fa
author_url
https://medium.com/@lk01sg
status
ok
fetched_at
2026-06-09 15:37:30