← Back to list

Silsilah Ilmu Hadits #2: Kemuliaan Ilmu Hadits

Membahas kemuliaan ilmu hadits dan pentingnya sanad dalam Islam

Abdullah Alifuddin Prasetyo · 2023-12-02 16:10 · 2 claps · 4.2 min read
#sanad #isnad #salaf #sunnah #hadits
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🕊️ · Religion

Silsilah Ilmu Hadits #2: Kemuliaan Ilmu Hadits

Photo by Masjid Pogung Dalangan on Unsplash

Photo by Masjid Pogung Dalangan on Unsplash

Muqaddimah

Bismillah, innalhamda lillah nahmaduhu wa nasta’inuhu, man yahdihillahu falaa mudhilla lahu, wa man yudhlil falaa haadiya lahu, wa asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu, amma ba’du:

Sebelum kita melanjutkan pembahasan terkait ilmu hadits, kita perlu membahas terlebih dahulu terkait kemuliaan ilmu hadits. Ilmu hadits merupakan ilmu yang tidak diminati -kalau tidak mau dikatakan sangat tidak diminati- oleh kaum muslimin, terutama di negeri kita yang tercinta ini. Mengapa demikian? mungkin karena ilmu hadits merupakan ilmu yang sangat pelik, di dalam ilmu tersebut terdapat berbagai macam cabang ilmu yang sangat detail sekali, seperti Ilmu Rijal, Ilmu Musthalahul Hadits, Ilmu Jarh wa Ta’dil, Takhrijul Hadits, dan lain-lain. Belum lagi apabila seseorang mempelajari ilmu hadits maka ia HARUS menghafal hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, apabila engkau -wahai pembaca- telah diberi taufiq oleh Allah untuk mempelajari hadits dengan menghadiri majelis ilmu para ulama dan asatidzah atau dengan membaca buku-buku agama, maka bergembiralah, barangkali ini salah satu tanda Allah subhanahu wa ta’ala menginginkan kebaikan untuk pembaca, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِيْ الدِّيْنِ

“Barangsiapa yang Allah inginkan padanya kebaikan maka Allah akan membuatnya paham dalam agama.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Apakah memang ilmu hadits memiliki kemuliaan?

Tentu saja! Ilmu hadits merupakan ilmu yang sangat mulia sekali. Bahkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memuji orang yang menuntut ilmu hadits lalu ia menyampaikannya, lihatlah hadits berikut ini yang diriwayatkan dari sahabat Zaid bin Tsabit bahwasanya ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shalllallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نَضَّرَ اللهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيْثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ, فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هَوَ أَفْقَهُ مِنْهُ, وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيْهٍ

“Semoga Allah mencerahkan (mengelokkan rupa) orang yang mendengar hadits dariku, lalu dia menghafalnya kemudian ia menyampaikannya. Terkadang orang yang membawa ilmu agama menyampaikan kepada orang yang lebih paham darinya, terkadang orang yang membawa ilmu agama tidak memahami ilmu agama yang ia bawa” (Hadits Shahih, Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, dan lainnya).

Hadits ini memiliki beberapa faidah diantaranya adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara langsung memuji orang yang mempelajari ilmu hadits.

Bahkan, kalau tidak ada kemuliaan bagi para ahlul hadits selain mereka bershalawat kepada Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap kali mereka membaca hadits maka sesungguhnya kemuliaan ini sudah cukup.

Pentingnya Sanad

Sebuah hadits pasti terdiri dari 2 hal, yaitu sanad dan matan. Sanad adalah jalur perawi (orang-orang yang meriwayatkan hadits) yang menyampaikan ke matan. Adapun matan adalah isi dari hadits tersebut. Contohnya adalah seperti pada hadits pertama dalam Shahih Bukhari, dimana Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata:

حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللهِ بْنُ الزُّبَيْرِ ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ ، قَالَ: أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ : أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ ، يَقُولُ: سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ: إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا ، أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Telah menceritakan kepada kami Al-Humaidi Abdullah bin Zubair ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Sufyan ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id Al-Anshari ia berkata: Telah mengabarkan kepadaku Muhammad bin Ibrahim At-Taimi bahwasanya ia mendengar ‘Alqamah bin Waqqash Al-Laitsy berkata: Aku telah mendengar Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu di atas mimbar berkata: Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung niat, dan setiap orang akan diberi sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah untuk dunia yang ia akan dapatkan atau perempuan yang akan ia nikahkan maka hijrahnya kepada hal yang ia hijrah kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim. Sanad dan lafaz matan ini diambil dari hadits pertama di Shahih Bukhari ).

Pada contoh di atas, telah disebutkan perawi-perawi sehingga sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rantai para perawi inilah yang disebut dengan sanad. Adapun matan, maka pada hadits ini matannya adalah sabda Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kenapa sanad itu sangat penting? karena sanad adalah kekhususan ummat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana dikatakan oleh Husain bin Muhammad Al-Jayyaaniy rahimahullah, “Allah telah mengkhususkan ummat ini dengan tiga hal yang tidak pernah Ia berikan kepada ummat-ummat sebelumnya; yaitu Isnad, Nasab, dan I’rab.”

Al-Imam Muhammad bin Siriin rahimahullah juga pernah berkata, “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.”

Al-Imam Sufyan Ats-Tsaury rahimahullah pernah berkata, “Isnad itu adalah senjatanya seorang mukmin, apabila ia tidak memiliki senjata, maka dengan apa ia akan berperang?”

Al-Imam Al-Awza’iy rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu akan pergi dengan perginya Isnad.”

Yahya bin Sa’id Al-Qatthaan rahimahullah pernah berkata, “Isnad adalah bagian dari agama.”

dan perkataan para imam-imam lain yang sangat banyak jumlahnya.

Maka dengan adanya isnad ini, para muhadditsin mereka bisa memverifikasi kesahihan sebuah hadits, apabila perawinya adalah orang-orang yang tsiqah -sebagaimana pada hadits pertama di shahih bukhari- maka haditsnya mejadi sebuah hadits yang shahih. Adapun apabila ada perawi yang dhaif (lemah) maka haditsnya dhaif, apabila ada perawi yang Kadzzab (Pendusta) maka haditsnya menjadi hadits yang Maudhu’ (yakni hadits yang palsu), dan hadits maudhu’ adalah hadits yang paling parah derajatnya sehingga ia tidak bisa dipakai lagi.

Sebagai penutup, sebelum saya akhirkan tulisan yang sangat pendek ini, saya akan memperlihatkan kepada pembaca sekalian bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliaulah yang memperintahkan para sahabat dan generasi setelah mereka untuk menggunakan isnad, perhatikan hadits berikut yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَسْمَعُوْنَ وَيُسْمَعُ مِنْكُمْ وَيُسْمَعُ مِمَّنْ سَمِعَ مِنْكُمْ

“Kalian (para sahabat) mendengarkan (hadits dariku) lalu didengarkan (oleh para tabi’in) dari kalian, lalu didengarkan (oleh para tabiut tabi’in) yang mendegarkan dari kalian.” (Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud, Ahmad dan lainnya).

Pada hadits ini terdapat penjelasan yang sangat jelas sekali bahwasanya keberadaan isnad dalam Islam sudah diisyaratkan bahkan diperintahkan oleh Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Barangkali ini saja yang bisa kita bahas pada kesempatan kali ini, semoga yang sedikit ini menjadi manfaat bagi penulis dan para pembaca. washallalahu ‘alaa nabiyyina muhammadin wa ‘alaa aalihi wa sahbihi wa sallam. subhaanakallahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik. wa aakhiru da’waanaa anil hamdulillahi rabbil ‘aalamiin.


메타데이터
post_id
9c16314ab5e3
slug
silsilah-ilmu-hadits-2-kemuliaan-ilmu-hadits-9c16314ab5e3
url
https://medium.com/@kronevita1110/silsilah-ilmu-hadits-2-kemuliaan-ilmu-hadits-9c16314ab5e3
canonical_url
https://medium.com/@kronevita1110/silsilah-ilmu-hadits-2-kemuliaan-ilmu-hadits-9c16314ab5e3
author_url
https://medium.com/@kronevita1110
status
ok
fetched_at
2026-07-24 20:11:08