← Back to list

Arti sebuah rezeki yang baru saja saya pahami diumur 30 tahun

Tulisan ketiga di medium

wandri · 2025-07-21 09:52 · 63 claps · 1.9 min read
#kajian #pengalaman #konsep #daily-blog #sustenance
Open on Medium ↗

Photo by Deski Jayantoro on Unsplash

Photo by Deski Jayantoro on Unsplash

Pada waktu itu saya dapat pengumuman dari pak ustadz di grup wa, untuk datang ke acara tahlil 40 hari tetangga.

Saya merasa perlu hadir ke acara tersebut, untuk mewakili keluarga di rumah, selain itu juga karena relasi keluarga dengan tetangga cukup dekat.

Saya putuskan segera menutup toko donat saya lebih cepat, tiba lah ba’da maghrib di umumkan kembali di mushola.

Jama’ah di tempat kami tidak terlalu banyak, kami datang secara bersama sama, juga terlihat beberapa teman sekolah almarhum yang ikut mendoakan.

Acara berlangsung dengan khusyuk & khidmat, setelah selesai berdo’a & dibagikan bingkisan, kami langsung pulang ke rumah masing-masing.

Ditempat saya ketika ada acara tahlil atau tasyakuran jarang ada yang berlama lama, biasanya langsung segera pulang.

Sesampainya di rumah, karena kebetulan saya belum makan malam, saya putuskan untuk memakan nasi yang saya dapatkan dari tahlilan.

Dan tak disangka sangka ternyata makanan tersebut, berisikan makanan yang saya idamkan seharian ini.

saya terharu dengan kejadian ini meskipun bukan kejadian yang pertama, tapi saya merasa Allah mengabulkan sebuah keinginan kecil seorang hamba nya.

Setelah itu saya sholat isya berjamaah di mushola, & di lanjutkan dengan pengajian yang rutin dilaksanakan seminggu sekali, pengajian ini kami namai Majelis Hubbur Rosul (MHR).

Sesampainya di tempat pengajian, seperti biasa para Jama’ah di suguhkan dengan aneka snack makanan & minuman, yang dibawa oleh para jama’ah, diantara pilihan tersebut ada beberapa makanan favorit saya.

Karena kondisi perut kenyang banget, saya hanya bisa mencoba satu dua makanan saja, jika berlebihan perut saya akan begah.

singkat cerita pengajian suda selsai laksanakan, dan kebetulan masih banyak makanan yang belum habis, lalu saya di tawari untuk membawa makanan yang berada di depan saya.

saya berisiatif mengumpulkan beberapa makanan didekat saya pada sebuah piring, lalu saya menaruhnya di posisi yang saya rasa cukup aman.

setelah itu kita membereskan tempat, merapikan kitab, melipat karpet, & membuang sampah.

setelah semuanya hampir selsai, tiba-tiba ada jama’ah yang bilang bahwa ini makanan masih banyak sayang kalau tidak dibawa, jama’ah yang lain pun merasa tertarik & membawa makanan tersebut.

sayapun hanya bisa melihat makanan yang saya kumpulkan tiba-tiba habis tak tersisa. seketika perasaan saya merasa ada kehilangan sesuatu yang berharga saya hanya bisa tersenyum kecil.

sesampai dirumah saya mencoba menelaah dari 2 kejadian ini, tentang arti dari sebuah rezeki. dalam diri saya bertanya mengapa harus bersedih sedangkan Tuhan mu sudah memberimu makanan yang kamu inginkan.

Tentu jika dihitung dengan materi saya mampu untuk membeli nya, tapi ini bukan tentang seberapa mampu kita membelinya, tapi mampukah kita untuk tetap mensyukurinya.

tak lama saya jadi teringat dengan ceramah dari ustadz Imam Nuryanto terkait rezeki, temen-temen bisa nonton disini

Mau Rezeki Berlimpah?

Rezeki Nomplok

semoga tulisan ini bisa bermanfaat & menjadi pengigat untuk saya pribadi


메타데이터
post_id
9c8fa0cd9b48
slug
arti-sebuah-rezeki-yang-baru-saja-saya-pahami-diumur-30-tahun-9c8fa0cd9b48
url
https://medium.com/@wandri18/arti-sebuah-rezeki-yang-baru-saja-saya-pahami-diumur-30-tahun-9c8fa0cd9b48
canonical_url
https://medium.com/@wandri18/arti-sebuah-rezeki-yang-baru-saja-saya-pahami-diumur-30-tahun-9c8fa0cd9b48
author_url
https://medium.com/@wandri18
status
ok
fetched_at
2026-07-18 19:36:40