Love, Peace, and Yellboys!
Akhir-akhir ini lumayan sering begadang sampai larut malam hanya untuk membahas “HMM masih relevan atau tidak?”. Sekarang mudah sekali…
Love, Peace, and Yellboys!
Akhir-akhir ini lumayan sering begadang sampai larut malam hanya untuk membahas “HMM masih relevan atau tidak?”. Sekarang mudah sekali rasanya mengorbankan kesehatan untuk beradu pandangan tentang dampak yang diberikan HMM. Tak jarang juga di jam 2 malam kritik keras dan caci maki dilontarkan kepada orang-orang “penting” di HMM. Ngomongin orang dari belakang bahkan fren seangkatan yang katanya senasib seperjuangan juga jadi makanan sehari-hari. Namun, terlepas dari masih relevan gak HMM, seburuk apa treatment dari orang-orang “penting” di kerajaan mesin, se-ngeselin apa fren seangkatan, melalui tulisan ini saya ingin mengajak kalian berhenti sejenak untuk berpikir kembali dan melihat HMM dari perspektif yang berbeda.
Waktu itu, malam hari sebelum kunjungan ke salah satu perusahaan ternama di bidang minyak dan gas saya tersadarkan satu hal, kalau himpunan tidak pernah benar-benar memenuhi kebutuhan anggotanya. Yang sebenarnya terjadi adalah ada orang-orang di dalamnya, dengan entah motivasinya apa, tapi yang jelas punya ketulusan hati untuk membantu memenuhi kebutuhan satu sama lain. Coba anda pikirkan kembali ada orang yang rela mengolah kesana kemari hanya agar kita bisa berkunjung ke perusahaan top di bidangnya. Ada orang yang rela mengorbankan waktu istirahatnya buat ngajarin kalian mata kuliah yang sudah mereka selesaikan dua atau empat semester lalu. Ada orang yang begitu berempati hanya agar kita dapat berinteraksi dengan masyarakat. Bahkan, gila-nya lagi ada orang yang dengan sepenuh hatinya me-manage orang-orang tadi. Yaa..kalaupun memang mereka-mereka ini punya tujuan sendiri dibalik itu, dan tidak sebegitunya tulus, tetap tidak mengubah fakta bahwa mereka telah memberikan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk kebaikan kita. Makanya, coba lihat lagi kebelakang, terkadang kita hanya memikirkan apa yang HMM kasih, tapi lupa dengan orang-orangnya yang telah memberi banyak.
Kalau merujuk ke KBBI, himpunan diartikan sebagai kumpulan atau perkumpulan. Tapi, kalau saya dapat mendefinisikan sendiri sebuah himpunan, saya akan bilang kalau himpunan itu ibarat pasar barter. Iya, pasar barter kayak waktu jaman kuno. Hanya saja, disini komoditasnya berbeda bukan lagi bawang merah dan singkong. Disini kita sedang saling barter kebutuhan. Bagi saya, di HMM kita tidak lebih hanya bertukar tenaga, pikiran, dan waktu untuk saling melengkapi. Di pasar ini setiap orang membawa komoditasnya masing-masing. Ada orang-orang yang bisanya ngasih tutor. Ada orang-orang yang bisanya bikin hubungan sama himpunan lain. Ada juga yang bisanya kajian terus biar pemikiran kita terus ter-asah. Mereka semua dikumpulkan dalam suatu pasar barter yang saya sebut sebagai himpunan. Di pasar ini semua orang berhak untuk dikasih sesuai apa yang dia kasih. Semua orang punya peran dan kontribusi sesuai caranya masing-masing. Memang sih terkadang atau lumayan sering preman pasar meminta lebih dari kesepakatan lawan dagangnya. Pemerintah pasar yang tugasnya menentukan komoditas dagang dan kebijakan pasar juga kadang belum bisa betul-betul mengerti supply dan demand yang ada. Karena itu, mungkin ada tiga alasan ketika kita merasa belum merasa pas di pasar ini. Satu, belum ada orang yang menawarkan komoditas yang kalian butuh. Dua, pemerintah pasar belum mengerti situasi pasar. Atau ketiga, kalian cuman belum ngasih sesuai apa yang kalian harapkan untuk dikasih ke kalian.

Ngomongin tentang pasar barternya masyarakat kuno. Yuval Noah Harari dalam bukunya Sapiens, buku yang cukup kontroversial, menyebutkan bahwa Homo Sapiens (manusia) bisa berkumpul dan bekerjasama karena mereka mempercayai fiksi, mitos, atau cerita yang dia sebut sebagai realita khayalan. Contohnya, bagaimana negara Amerika Serikat dapat terbentuk. Founding Fathers-nya orang Amerika pada jaman itu percaya bahwa manusia seharusnya setara dan punya kebebasan individu. Pernyataan itulah yang disebut dengan realita khayalan, realita yang dibuat-dibuat seolah benar. Orang Amerika lain percaya dengan pernyataan itu dan akhirnya berdirilah negara Amerika Serikat yang kita kenal sekarang. Siapa yang bisa membuktikan pernyataan itu benar atau salah? Tidak ada. Karena fakta sejarahnya, banyak peradaban dan bangsa lain yang mempercayai hal berbeda, tetapi mereka tetap dapat bekerjasama membangun kerajaan, kekaisaran, bahkan imperium. Barangkali, HMM juga seperti itu. Kita adalah orang-orang yang berkumpul dan bekerjasama karena kita sama-sama percaya akan Study, Society, dan Solidarity yang menurut Harari juga merupakan realita khayalan. Kita percaya akan himpunan yang mengumpulkan anak mesin untuk saling melengkapi kebutuhannya. Kita percaya melalui himpunan ini kita dapat berperan dan berkontribusi dengan cara dan potensi masing-masing.
Tapi fren, apapun yang kalian percayai terhadap HMM. Bagaimanapun cara kalian memaknai HMM. Entah sebagai pasar barter, rumah, inkubator, poros, atau apapun itu. Yang jelas HMM telah mengajarkan saya banyak pelajaran. Tidak hanya hal template kayak belajar organisasi dan memperluas relasi, tetapi jauh lebih bermakna dari itu fren. Di HMM saya belajar untuk menghargai usaha orang lain. Saya belajar untuk berterimakasih saat diberi pertolongan. Saya belajar untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf. Saya belajar untuk ikut serta melakukan perubahan daripada hanya mengejek dari belakang. Di himpunan ini saya belajar untuk menahan diri ngomongin kejelekan orang lain. Saya belajar memahami perasaan orang lain. Saya belajar untuk berbuat baik kepada orang yang tidak melakukan yang sama. HMM memang tidak sempurna fren, banyak cacatnya, banyak jelek-nya. HMM masih sering bikin bete, masih belum jadi ruang aman, masih suka nuntut, kadang juga ganggu ibadah. Tapi, justru karena itu HMM masih punya sangat banyak ruang untuk berbenah menjadi jauh lebih baik lagi. Asalkan kita tidak menghindar dan menjauh dari pasar barter ini, untuk terus belajar, berproses, dan bekerjasama dalam melengkapi satu sama lain. Lagipula HMM bukan apa-apa tanpa orang-orangnya kan?
Sudah sampai sini, jadi HMM masih relevan atau tidak? Jawabannya saya serahkan ke kalian, jawab sesuai kepercayaan masing-masing. Apapun jawabannya, jangan lupa berhenti sejenak dan maknai setiap hal dan hari yang kalian jalani selama ber-HMM. Perjalanan kita masih panjang, jangan cepat menyerah.
Untuk kalian yang ber-unite, berdedikasi, berintegritas, dan terus bertransformasi menjadi lebih baik — Love, Peace, and Yellboys!
메타데이터
- post_id
- 9cbbc8d1cc8e
- slug
- love-peace-and-yellboys-9cbbc8d1cc8e
- url
- https://medium.com/@ragahputera/love-peace-and-yellboys-9cbbc8d1cc8e
- canonical_url
- https://medium.com/@ragahputera/love-peace-and-yellboys-9cbbc8d1cc8e
- author_url
- https://medium.com/@ragahputera
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-20 20:29:01