← Back to list

Menjelajah dan Menguji Potensi Planet Mars sebagai Tempat Tinggal Manusia

Alam semesta yang luas membuat manusia berpikir, apakah kehidupan hanya ada di Bumi? Apakah tiada satupun planet yang bisa dihuni…

Ulrike Johanna · 2025-08-15 05:43 · 0 claps · 4.7 min read
#mars #luar-angkasa #astronomi #planets #tata-surya
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🔭 · Astronomy & Space

Menjelajah dan Menguji Potensi Planet Mars sebagai Tempat Tinggal Manusia

Alam semesta yang luas membuat manusia berpikir, apakah kehidupan hanya ada di Bumi? Apakah tiada satupun planet yang bisa dihuni sebagaimana layaknya kita tinggal di Bumi? Pertanyaan tersebut memicu manusia untuk mencari tahu dan meneliti planet-planet di luar sana, khususnya planet tetangga yang berada dalam tata surya. Jumlah manusia di Bumi juga semakin banyak, sedangkan ketersediaan tempat di bumi semakin berkurang. Maka dari itu, muncullah penelitian untuk mengetahui dan menguji kelayakan planet Mars untuk dijadikan tempat tinggal manusia.

Mars merupakan planet urutan keempat di tata surya dan sering disebut dengan planet merah. Jarak yang relatif dekat dengan Bumi, kondisi permukaan yang padat, energi matahari yang cukup, dan tersedianya air sebagai salah satu penyokong kehidupan merupakan dugaan awal yang mendukung bahwa Mars berpotensi menjadi hunian manusia di masa depan.

Jarak Mars ke matahari 1,52 kali lebih jauh daripada jarak Bumi ke Matahari sehingga hanya 43% cahaya yang diterima permukaan Mars. Meskipun demikian, cahaya Matahari yang masuk cukup untuk fotosintesis tumbuhan. Mars pun memiliki atmosfer yang tipis dan suhu yang dingin. Di Bumi, air dapat berbentuk cair, es, dan uap dengan komposisi murni H2O. Sedangkan di Mars, H2O dan CO2 dapat bercampur dalam bentuk es karena suhu Mars yang lebih dingin, kurang lebih -60º C dan di bawah titik beku air.

Pengamatan Mars melalui Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) menunjukkan kondisi batuan yang memiliki bercak-bercak kelurusan berwarna gelap dan terang yang menjurus pada bukti adanya erosi. Salah satunya penyebab terjadinya erosi adalah aliran air. Adanya jejak tersebut memperkuat keyakinan bahwa pada milyaran tahun yang lalu, atmosfer Mars lebih tebal dari sekarang sehingga suhunya lebih hangat, yang memungkinkan danau dan sungai mengalir di permukaan Mars.

Gambar 1. Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) yang menghasilkan citra Mars (SciTechDaily, 2020)

Gambar 1. Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) yang menghasilkan citra Mars (SciTechDaily, 2020)

Gambar 2. Bercak gelap-terang sebagai bukti erosi oleh air (Space.com, 2011)

Gambar 2. Bercak gelap-terang sebagai bukti erosi oleh air (Space.com, 2011)

Penelitian juga menggunakan teknologi penginderaan jauh untuk pengamatan morfologi, topografi, spektral, termofisika, radar sounding, yang kemudian diintegrasikan untuk menghasilkan peta geologi permukaan Mars. Berdasarkan peta geologi Mars, Mars memiliki permukaan yang padat berupa bebatuan, mirip dengan planet bumi. Mars juga punya banyak kawah dan gunung api sebagai produk aktivitas vulkanik. Salah satu gunung api tertinggi adalah Olympus. Erupsi vulkanik menghasilkan kondisi batuan dan tanah yang potensial untuk mendukung kehidupan manusia melalui hasil mineralnya.

Gambar 3. Peta geologi permukaan Mars (U.S. Geological Survey, n.d.)

Gambar 3. Peta geologi permukaan Mars (U.S. Geological Survey, n.d.)

Wahana terbaru yang dikirim oleh NASA pada tahun 2020, Perseverance, sampai saat ini bertugas menjelajahi kawah Jezero, sebuah lokasi di Mars yang menunjukkan tanda-tanda kehidupan masa lampau. Misinya adalah mengidentifikasi dan mengumpulkan inti batuan dan sample material lainnya, yang dapat diambil dan dibawa ke Bumi pada misi selanjutnya untuk dipelajari lebih lanjut.

Gambar 4. Wahana Perseverance yang mendarat pada 2021 di permukaan Mars (RobotsGuide, 2020)

Gambar 4. Wahana Perseverance yang mendarat pada 2021 di permukaan Mars (RobotsGuide, 2020)

Gambar 5. Sisa delta purba pada kawah Jezero Mars sebagai target pengamatan Perseverance (NASA, n.d.)

Gambar 5. Sisa delta purba pada kawah Jezero Mars sebagai target pengamatan Perseverance (NASA, n.d.)

Hasil dari berbagai penelitian terhadap Mars merupakan awal yang baik untuk pengembangan pengetahuan manusia tentang planet dan luar angkasa, serta menguji potensi Mars tempat tinggal manusia di masa yang akan datang. Namun, masih banyak tantangan, baik kondisi alamiah Mars maupun pengembangan teknologi dan penunjang kehidupan manusia yang akan tinggal di sana. Untuk melakukan perjalanan ke Mars, dibutuhkan waktu kurang lebih 9 bulan dan diperlukan kecepatan kendaraan yang sangat presisi agar bisa mendarat di permukaan Mars dengan sempurna.

Oksigen di Mars lebih sedikit dibandingkan dengan Bumi karena kondisi atmosfernya yang tipis, hanya ada 0,13% oksigen dan sebagian lainnya merupakan karbon dioksida. Atmosfer yang tipis juga menghasilkan tekanan yang rendah dan sulit mencegah pancaran radiasi kosmik dan angin matahari. Kondisi ini bisa membahayakan manusia. Untuk mencegah kerusakan sel pada manusia akibat radiasi, habitat dapat dibuat di bawah permukaan dengan lapisan regolith atau tanah Mars yang tebal dan mampu melindungi dari radiasi.

Manusia juga butuh makanan yang diperoleh dari bahan-bahan hewani maupun nabati. Khususnya nabati, manusia memerlukan tanah untuk menanam tumbuhan. Namun, kondisi di Mars belum memungkinkan untuk ditanami tumbuhan karena materialnya cenderung berbentuk debu (regolith) yang tidak cukup nutrisi untuk tumbuhan. Solusi sementara adalah dengan melakukan bioregeneratif yang dikembangkan untuk mendaur ulang sumber daya makanan di laboratorium karena kondisi yang ekstrem di Mars.

Air merupakan hal yang sangat krusial bagi kehidupan manusia. Di Mars memang terdapat air, namun bentuknya beku dan berada di bawah permukaan serta sulit untuk menemukan kondisi air yang likuid di permukaan. Oleh karena itu, peneliti juga berupaya untuk mengembangkan penambangan air di bawah permukaan Mars dan sistem pemurnian air dari unsur yang berbahaya.

Kebutuhan lainnya seperti energi dan infrastruktur juga penting untuk menjaga kestabilan hidup di Mars jika tinggal dalam jangka waktu yang sangat panjang. Energi yang mungkin bisa dimanfaatkan manusia di Mars diantaranya energi surya dan energi angin. Namun, karena intensitas energi yang tidak stabil dan perlunya konversi energi menjadi listrik, dibutuhkan teknologi yang lebih canggih untuk menyesuaikan kondisi di Mars, bahkan untuk mengangkutnya dari bumi ke Mars.

Sumber daya alam yang sangat mendasar bagi kehidupan manusia seperti air, mineral, dan sinar matahari memang ada di permukaan Mars. Eksplorasi sekaligus eksploitasi diperlukan untuk memanfaatkan sumber daya secara optimal dan jangka panjang, yang mana saat ini masih sulit untuk dilakukan dan membutuhkan biaya yang sangat mahal.

Pertimbangan dan pengujian yang matang dibutuhkan untuk membuat tempat tinggal yang baru di Mars. Mars belum layak dijadikan tempat tinggal manusia dalam waktu yang dekat. Meskipun demikian, perkembangan teknologi dan ide-ide peneliti mungkin bisa melampaui segala tantangan yang ada di masa depan. Teknologi yang kita gunakan di masa sekarang juga dianggap suatu kemustahilan di masa lampau. Dengan berkembangnya zaman dan pola pikir manusia serta upaya yang tidak berhenti, rencana ini bisa menjadi nyata di masa depan.

Referensi:

Himastron ITB. (2020, September 26). Apakah manusia dapat tinggal di planet Mars? Medium. Retrieved August 12, 2025, from https://medium.com/himastron-itb/apakah-manusia-dapat-tinggal-di-planet-Mars-bc0f7bca2cf1

McKay, C. P., Toon, O. B., & Kasting, J. F. (1991). Making Mars habitable. Nature, 352(6335), 489–496.

NASA. (n.d.). Mars 2020: Perseverance rover. NASA Science. Retrieved August 12, 2025, from https://science.nasa.gov/mission/Mars-2020-perseverance/

Puumala, M. M., Sivula, O., & Lehto, K. (2023). Moving to Mars: The feasibility and desirability of Mars settlements. Space Policy, 66, 101590.

RobotsGuide. (2020). Perseverance. Retrieved August 12, 2025, from https://robotsguide.com/robots/perseverance

SciTechDaily. (2020, September 28). NASA flips a Mars orbiter upside down and discovers a hidden world. SciTechDaily. Retrieved August 12, 2025, from https://scitechdaily.com/nasa-flips-a-Mars-orbiter-upside-down-and-discovers-a-hidden-world/

Space.com. (2011, August 3). Mars mystery slopes may harbor salty water. Space.com. Retrieved August 12, 2025, from https://www.space.com/12543-Mars-mystery-slopes-salt-water.html

U.S. Geological Survey. (n.d.). Geologic map of Mars. Retrieved August 12, 2025, from https://www.usgs.gov/media/images/geologic-map-Mars


메타데이터
post_id
9d2e3637b779
slug
menjelajah-dan-menguji-potensi-planet-mars-sebagai-tempat-tinggal-manusia-9d2e3637b779
url
https://medium.com/@ulrikejh/menjelajah-dan-menguji-potensi-planet-mars-sebagai-tempat-tinggal-manusia-9d2e3637b779
canonical_url
https://medium.com/@ulrikejh/menjelajah-dan-menguji-potensi-planet-mars-sebagai-tempat-tinggal-manusia-9d2e3637b779
author_url
https://medium.com/@ulrikejh
status
ok
fetched_at
2026-07-21 08:50:42