← Back to list

Resensi Buku: Mel, Melatiku oleh Ken Terate

Informasi Buku

Tyas Tedja · 2026-01-08 04:15 · 0 claps · 2.7 min read
#novel #young-adult-fiction #novel-indonesia #resensi-buku #kbgo
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing ✍️ · Writing & Creative

Resensi Buku: Mel, Melatiku oleh Ken Terate

Informasi Buku

Judul Buku: Mel Melatiku

Penulis: Ken Terate

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2024

Jumlah Halaman: 388 Halaman

Genre: Young Adult

Ringkasan

Ken Terate kembali mengangkat isu kekerasan berbasis gender yang dialami oleh remaja perempuan. Beberapa isu mengenai kekerasan gender yang pernah diangkat oleh Ken Terate antara lain, kekerasan dalam pacaran (dalam novel Minoel), kehamilan yang tidak diinginkan (Dark Love), dan KDRT dalam pernikahan dini (Pengantin Remaja).

Novel Mel, Melatiku mengangkat isu Kekerasan Gender Berbasis Online (KBGO), lebih tepatnya Non-Consensual Intimate Image Abuse (NCII) atau penyebaran foto-foto intim tanpa konsen atau persetujuan pihak yang menjadi korban. Orang-orang awam mengenal NCII dengan istilah revenge porn .

Dalam novel ini, pihak yang menjadi korban adalahtokoh utama cerita yang bernama Mel. Mel adalah siswi SMA yang juga merupakan atlet renang berprestasi. Mel berasal dari latar belakang keluarga harmonis yang terdiri dari Papa, Mama, dan adiknya, Tiara. Di sekolah, Mel memiliki sahabat bernama Tantri.

Meskipun tampak harmonis, tetapi Mama sering memberi tekanan pada Mel dan Tiara agar menjadi siswa yang berprestasi. Kondisi ini sangat membebani Mel dan membuatnya merasa tidak bebas seperti anak-anak seumurannya.

Suatu hari, Mel berkenalan dengan cowok teman sekolahnya yang bernama Axel. Meskipun Axel tergolong slengekan, dia memiliki bakat seni yang membuat Mel terpesona. Singkat cerita, Mel akhirnya berpacaran dengan Axel.

Hubungan Mel dengan Axel ternyata menyebabkan persahabatannya dengan Tantri terganggu. Tantri yang dapat melihat sisi red flag Axel tidak setuju sahabatnya berpacaran dengan cowok itu. Mel pun semakin menjauh dari Tantri.

Sejak berpacaran dengan Axel, Mel sering membolos latihan renang dan melanggar aturan. Selain menjauh dari Tantri, Mel juga sering membuat mamanya kecewa.

Hubungan Mel dengan Axel sebenarnya juga tidak sehat. Axel tidak mau jujur pada Mel dan sering merasa insecure pada Mel. Puncaknya adalah pertengkaran Mel dengan Axel yang berujung disebarkannya foto-foto tidak pantas Mel di grup WhatsApp siswa sekolah.

Penyebaran foto itu membuat Mel dirundung dan dilecehkan oleh teman-temannya di sekolah. Kejadian itu membuata kondisi mental Mel terguncang. Mel bahkan kehilangan minatnya pada dunia renang dan harus keluar dari sekolah. Mel harus menanggung beban yang bahkan bukan seharusnya menjadi tanggung jawabnya.

Setelah beberapa lama, Mel bertemu dengan teman sekolahnya, Ega yang mengajak Mel menjadi guru renang untuk adik perempuannya. Pelan-pelan Mel mulai menemukan kembali kecintaannya dengan dunia renang.

Mel juga meraih kembali semangat hidupnya. Ia juga berbaikan dengan Tantri. Dengan seluruh kekuatannya, Mel terlahir kembali dan menemukan arti hidup yang sesungguhnya.

Korban Axel bukan hanya Mel, ada juga Davina yang sering mendapat ancaman dari Axel. Bersama Davina, Tantri, dan pengacara bernama Ayu, Mel menempuh jalur hukum untuk memberikan pelajaran yang setimpal untuk Axel.

Ulasan

Dalam Mel, Melatiku, Ken Terate mengajak pembaca untuk menyelami jatuh bangun Mel, remaja korban KBGO. Perkembangan karakter Mel ditulis dengan sangat baik. Dari yang terpuruk, kehilangan semangat hidup, hingga kembali menjadi Mel yang selalu bersemangat.

Penggambaran latar belakang keluarga Mel juga ditulis dengan sangat baik. Ibu Mel digambarkan suka memberikan tekanan untuk Mel dan Tiara agar selalu berprestasi, ternyata berakar dari mimpi-mimpi yang belum tercapai di masa muda.

Di sini Ken Terate juga menggambarkan dampak dari masalah yang dialami Mel pada kehidupan keluarganya. Meski kejadian itu menimbulkan kemarahan orang tuanya, tetapi keluarga Mel selalu ada dan memberikan dukungan untuk Mel.

Penggambaran solidaritas Mel, Tantri, dan Davina juga sangat kuat. Mereka saling menguatkan satu sama lain dan bersolidaritas dalam menyelesaikan kasus secara hukum. Hanya saja, porsi cerita persahabatan Mel dan Tantri terasa sangat sedikit. Akan lebih baik jika porsinya dibuat lebih panjang untuk lebih memperlihatkan bagaimana sesama perempuan saling mendukung.

Secara keseluruhan, novel ini termasuk novel yang sangat ringan tetapi dengan isi cerita yang sangat berbobot. Melalui kisah Mel, pembaca diajak untuk mengenal apa itu KBGO, cara pelaku mengancam korban, dan bagaimana dampak KBGO terhadap korbannya.

Novel Mel, Melatiku sangat layak dibaca oleh remaja dan orang dewasa. Melalui novel ini, Ken Terate berusaha membangun kesadaran mengenai isu Kekerasan Gender Berbasis Online yang saat ini marak terjadi di ruang-ruang dunia maya.


메타데이터
post_id
9d86c219fed3
slug
resensi-buku-mel-melatiku-oleh-ken-terate-9d86c219fed3
url
https://medium.com/@tyas-tedja/resensi-buku-mel-melatiku-oleh-ken-terate-9d86c219fed3
canonical_url
https://medium.com/@tyas-tedja/resensi-buku-mel-melatiku-oleh-ken-terate-9d86c219fed3
author_url
https://medium.com/@tyas-tedja
status
ok
fetched_at
2026-06-20 20:29:01