Dia senang sekali
Hari ini, aku gagal lagi. Entah kali gagal keberapa. Lagi dan lagi, aku belum bisa mendapatkan uang itu. Uang yang sedari awal kupinta…
Dia senang sekali
Hari ini, aku gagal lagi. Entah kali gagal keberapa. Lagi dan lagi, aku belum bisa mendapatkan uang itu. Uang yang sedari awal kupinta untuk keluarga kecilku. Kecil? Ah, apakah 7 anak dengan rumah 6 x 3 meter itu termasuk keluarga kecil?
Aku gagal lagi. Tulisan dua puluh lembar, berpekan dan bermalam-malam itu kembali menjadi dokumen dalam laptop ini. Aku gagal lagi. Aku terdiam saat menatap layar ponsel itu. Menatap selembar poster hasil keputusan. Kubaca berulang kali. Atas ke bawah, kiri ke kanan, hingga gambar-gambar tak penting kubaca meski dia tak berhuruf ataupun berangka.
Tuhan, apakah Dirimu senang sekali mendengar doa-doaku?
Aku gagal lagi. Ini memang di mata manusia. Aku tahu, cinta-Mu melebihi jagad raya. Tapi, apakah Kau begitu senang mendengar doa-doaku yang sama setiap saat. Bukan setiap malam.
메타데이터
- post_id
- 9dc6eda0d876
- slug
- dia-senang-sekali-9dc6eda0d876
- url
- https://medium.com/@alifah690616/dia-senang-sekali-9dc6eda0d876
- canonical_url
- https://medium.com/@alifah690616/dia-senang-sekali-9dc6eda0d876
- author_url
- https://medium.com/@alifah690616
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-17 12:57:29