← Back to list

Balada Sepiring Nasi Goreng Pinggir Jalan

Resepnya gampang; libatkan Aku.

Raa · 2024-05-30 01:31 · 7 claps · 2.3 min read
#fiksi-mini #kreasi #acak
Open on Medium ↗

Balada Sepiring Nasi Goreng Pinggir Jalan

📸 solo, Feb 2023

📸 solo, Feb 2023

Kamu itu manusia penggenggam duri. Meraup segala patah untuk diabadikan. Meski ditawari gulali paling manis sekalipun, kalau yang diminta sepucuk mawar berduri tiada harap untuk berpaling. Lalu, siklus hidup senantiasa bertaut ulang tidak lebih dari tiga bagian. Sadar, ingat dan kembali.

Aku begitu. Kata manusia bermanik cokelat terang yang suka berkata bijak laksana penyair ternama itu. Kupikir itu terlalu membingungkan untuk diriku yang sederhana tak suka kerumitan. Kalimatnya terlalu tinggi. Jadi, alih-alih kagum aku justru merengek minta dijelaskan dengan bahasa bayi yang kumengerti.

Dia tertawa. Jenis tawa culas yang mana tidak ada rasa simpati di dalamnya. Aku tahu, dia tidak akan mau repot-repot berkata dua kali dan lebih panjang untuk sekedar menyampaikan maksudnya. Apalagi kepadaku, manusia yang terlampau asing dalam peredaran buminya.

“kalau pesan nasi goreng kecapnya harus banyak. Sayurnya pakai yang bermacam. Biar lengkap—porsi yang pas untuk dinikmati.”

“kalau enggak bisa request gimana?”

“Ya terima apa adanya. Nasi sama kecap saja. Diaduk merata, nikmati selagi hangat. Jangan malah ditinggalkan biar dingin. Itu namanya kamu lari dari tanggungjawab untuk segera menikmatinya.”

Obrolan macam apa ini? Dia selalu serius setiap kali kami terlibat diskusi yang tidak penting penting banget. Kupikir persoalan sesederhana nasi goreng bisa berubah jadi topik mendalam macam lagi membahas persoalan hidup.

Atau memang itu yang sedang Ia coba jelaskan dengan rumitnya dia.

Aku tidak mengenalnya. Kami hanya bertemu sekedar menikmati sepiring nasi goreng langganan pinggir jalan. Tidak tahu kapan dan jam berapa, angin beku malam hari yang tentukan bagaimana kami bertemu. Dalam dekapan jaket hangat masing-masing, dalam gulana pikiran masing-masing, juga dalam kegamangan soal bagaimana hidup itu bekerja pada kami — insan yang senantiasa sukar menebak arah.

“Abang nasgor mau nggak ya berbagi resepnya?” Kataku padanya. Satu-satunya kesamaan kami yang terlihat adalah kekaguman pada sepiring hidangan yang mengepul panas di pangkuan itu. Sepiring nasi goreng pinggir jalan layaknya 911 yang bersedia menolong dengan cepat. Menjawab rasa laparmu sesegera mungkin begitu kamu duduk dalam radar pengawasannya.

“Tanya saja padaku. Kenapa harus mencari yang jauh kalau yang dekat ada.” Dia menjawab tenang tanpa tergesa. Meski sendok penuh nasi sudah siap masuk ke peraduannya, dia sama sekali tidak masalah menundanya untuk memberi makan rasa penasaranku.

“Memangnya kamu tahu resepnya?” Aku bertanya skeptis. Dia saja selalu nongkrong di tempat ini, alih-alih berada di dapur untuk menyetok makanan sepanjang hidupnya.

Tetapi dia mengangguk mantap tiada keraguan. Jemarinya begitu cekatan menyendokkan bulir-bulir nasi berbumbu pedas itu ke mulutnya. Sejenak, yang kudapati hanya dia yang sedang asik sendiri dengan dunia nasi gorengnya. Lalu, kupikir aku juga harus begitu.

Tapi, aku tidak bisa.

“Anggaplah kita punya bekal berupa nasi. Kalau mau makan enak tentu harus dilengkapi dengan apa saja sesuai seleramu. Semakin tinggi usahamu semakin enak hasilnya. Mau manis ya pakai kecap. Mau asin ya butuh garam. Dimakan begitu saja juga bisa. Tapi kalau dimasak jauh lebih luar biasa, makanya butuh api. Api itu layaknya gairah yang membara, menjadikan apa saja jauh lebih menakjubkan.” Katanya.

“Hal-hal semacam itu mirip sama konsep hidup. Kamu nggak perlu bingung. Kadang-kadang resepnya kamu sudah tahu, hanya saja keraguan lebih mendominasi dibanding gairah itu sendiri. Coba percaya sama angin yang lagi berhembus. Meski beku. Meski mengaburkan. Meski membawa yang tidak diinginkan. Tapi merekalah apa yang kita butuhkan. Napas untuk hidup.”

Oh, dia sedang membahas hidup, lagi?

–Raa


메타데이터
post_id
9e4deffbffe6
slug
balada-sepiring-nasi-goreng-pinggir-jalan-9e4deffbffe6
url
https://medium.com/@Blueorionids/balada-sepiring-nasi-goreng-pinggir-jalan-9e4deffbffe6
canonical_url
https://medium.com/@Blueorionids/balada-sepiring-nasi-goreng-pinggir-jalan-9e4deffbffe6
author_url
https://medium.com/@Blueorionids
status
ok
fetched_at
2026-07-23 18:10:52