Bertumbuh dalam Ketidakpastian
Jenuh, tengah malam rasanya datang tanpa harus diundang. Datang dan pergi sendiri tanpa notifikasi pastinya, tanpa pamit untuk menjadi…
Bertumbuh dalam Ketidakpastian
Jenuh, tengah malam rasanya datang tanpa harus diundang. Datang dan pergi sendiri tanpa notifikasi pastinya, tanpa pamit untuk menjadi ketegaran dalam hidup. Ia hanya mampir sebagai saksi bisu di tengah malam ini.
Aku kira ketidakpastian itu gua. Gelap, kusut dan tertekan. Ternyata dia petunjuk. Jalan berliku yang maksa berhenti, menata harapan yang kubuang dan senyap. Belajar paham sama diri sendiri. Bahwa aku berhak diberitahu, terutama diriku sendiri.
Ternyata, terlempar itu perlu. Sangat perlu. Biar aku tahu luka itu menyakitkan, bukan cuma di film. Gagal bukan garis akhir. Hanya jeda. Jeda untuk menangis sesaat, nemuin tenang yang lama dipendam. Jeda untuk menemukan ketenangan yang pasti.
Hidup ini roller coaster. Kadang, kita dibawa di ketinggian, semesta punya luas yang tak terhingga membuat dunia mengakui kita. Tiba-tiba dijatuhkan. Terhempas di titik nol, meraba-raba dalam gulita yang meresahkan, mencari sandaran yang nyaman selama ini.
Ragu ini ku kemas dengan kuat. Sampai kapan aku melangkah tanpa penghujung? Kayak n tanpa pinggir. Tak terhingga. Angka yang tak pernah usai. Dan maksa tamat.
Tapi, aku enggan menyakiti diri sendiri. Enggan menjahit luka di tengah samar. Enggan mematahkan sayap yang sudah terukir dalam hidupku. Karena kalau menyerah, adakah yang menjadi pedoman hidupku?
Karena bertumbuh bukan selalu di puncak. Bertumbuh adalah merangkai jejak waktu yang gemetar. Bertumbuh adalah tentang pengakuan diri untuk layak diperjuangkan setiap hari. Oleh kekuatan jiwaku sendiri.
Dan jika suatu hari aku bercermin, aku ingin berikrar pada diriku sendiri, “Terima kasih sudah tidak memaksa diri sendiri. Terima kasih sudah memilih bertumbuh, walau ketidakpastian akan terus ada. Aku akan jalan, merangkul ketidakpastian untuk membuka lembaran baru. Bersama dari lubuk hati dan mental bersatu untuk menyatukan halaman selanjutnya”.
Tugas Senandika — Ufuk Literasi
Terima kasih kak Moch Abdul Aziz dan kak terresasenja atas kesempatan berharganya, terutama diriku yang awam perihal senandika. Akhirnya,aku bisa praktik cara membuatnya dan tidak penasaran lagi perihal tersebut.
메타데이터
- post_id
- 9ed2bd9aa2d6
- slug
- bertumbuh-dalam-ketidakpastian-9ed2bd9aa2d6
- url
- https://medium.com/@likewritesomething/bertumbuh-dalam-ketidakpastian-9ed2bd9aa2d6
- canonical_url
- https://medium.com/@likewritesomething/bertumbuh-dalam-ketidakpastian-9ed2bd9aa2d6
- author_url
- https://medium.com/@likewritesomething
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-01 06:01:49