← Back to list

Sayangku, kita kehabisan waktu

Tapi mungkin bukan benar-benar “kehabisan”… mungkin kita hanya perlu lebih pelan untuk memahami apa yang sedang terjadi di sekitar kita.

Khansa Hidayatul Fadhilah · 2026-07-02 05:26 · 0 claps · 1.1 min read
#poetry #dear-diary #my-man
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing ✍️ · Writing & Creative

Sayangku, kita kehabisan waktu

Tapi mungkin bukan benar-benar “kehabisan”… mungkin kita hanya perlu lebih pelan untuk memahami apa yang sedang terjadi di sekitar kita.

Mari kita duduk sebentar, dan berbicara dengan tenang, seperti dua orang yang masih ingin saling menggenggam di tengah dunia yang terasa terlalu cepat berubah. Tentang kurs yang naik turun seperti napas yang tak menentu, tentang harga yang perlahan menjauh dari jangkauan, tentang hutan yang diam-diam berkurang tanpa sempat kita jaga lebih lama, dan tentang masa depan yang kadang terasa kabur, tapi tetap ingin kita percaya.

Sayangku, dunia memang tidak selalu lembut pada kita. Ada hari-hari ketika semuanya terasa berat, seolah kita sedang berjalan di jalan yang panjang tanpa tahu ujungnya di mana. Tapi di tengah semua itu, aku masih percaya satu hal: kita masih punya satu sama lain. Mungkin ini baru satu setengah tahun, atau lebih. Tapi waktu bukan hanya soal angka, melainkan tentang bagaimana kita bertahan di dalamnya. Dan di antara semua ketidakpastian itu, kita masih bisa memilih untuk tetap saling menggenggam, pelan-pelan, tanpa tergesa.

Aku tahu, tidak semua hal bisa kita kendalikan. Ada hal yang datang terlalu besar untuk kita lawan sendirian. Tapi setidaknya, kita masih bisa menjaga hati kita tetap hangat. Kita masih bisa berbicara tentang hari esok, meskipun hari ini belum sepenuhnya baik-baik saja. Gaji mungkin tidak selalu cukup, keadaan mungkin tidak selalu ramah, tapi kita masih bisa menemukan makna kecil dari hal-hal sederhana—dari kebersamaan, dari harapan yang tidak kita lepaskan, dari cara kita saling menenangkan tanpa banyak kata.

Dan jika suatu hari semuanya terasa terlalu berat, ingatlah ini: kita tidak harus selalu kuat setiap saat. Kita hanya perlu terus bersama, meskipun pelan, meskipun kadang ragu. Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan seberapa cepat kita sampai, tapi dengan siapa kita bertahan sepanjang jalan ini.


메타데이터
post_id
9f4ffdb908c0
slug
sayangku-kita-kehabisan-waktu-9f4ffdb908c0
url
https://medium.com/@khansahidayatulfadhilah/sayangku-kita-kehabisan-waktu-9f4ffdb908c0
canonical_url
https://medium.com/@khansahidayatulfadhilah/sayangku-kita-kehabisan-waktu-9f4ffdb908c0
author_url
https://medium.com/@khansahidayatulfadhilah
status
ok
fetched_at
2026-07-13 06:23:13