Samudra
Samudra

Jam menunjukkan pukul 13.45 dan sekarang aku sendirian di Jalan Gatot Subroto ini dan tidak lupa ponselku yang lowbat. Sejujurnya aku tau jika Wakckzie akan sangat marah jika tau aku tidak membawa powerbank dan charger. Aku harus segera menyelesaikan pesananku, hanya itu yang terlintas di pikiranku.
Damri pun tidak kunjung datang dan aku hanya diam sendirian. Namun, tiba — tiba datang seseorang yang menggunakan motor menghampiriku dan berkata, “Mau kemana mila?”
Aku kebingungan karena takut ada orang yang ingin menculik ku, tapi sepertinya ia tau kalau aku kebingungan dan akhirnya dia membuka helmnya lalu berkata, “Gua samudra mil kalau lu lupa”
Aku merasa tidak enak karena orang itu adalah Samudra, teman sekelasku di kampus.
Aku hanya menjawab dengan, “Ooh, iya halo Samudra”
Samudra hanya tertawa dan berkata, “Mau kemana mila?”
Lalu aku pun menjawab, “Sebenernya mau ke fortune tapi belum ada damri yang lewat terus mau pesen gojek juga hp gue lowbat jadi kayaknya mau naik angkot aja deh”
Dengan sigap, Samudra langsung membalas dengan, “Eh bareng aja, gua juga mau kesana ko”
Aku refleks berkata, “Ga usah, gue naik angkot aja beneran gapapa”
Namun, Samudra langsung mengambil helmnya yang ada di bagasinya dan memberikannya padaku sambil berkata, “Udah ayok, pake buruan daripada ntar lu diculik kan ya”
Aku sebenarnya sangat sungkan untuk menerima tawarannya namun daripada aku menunggu disini lebih lama lagi jadi akan lebih baik jika aku menerima tawarannya.
Aku pun memakai helm tersebut dan naik ke atas motornya. Dan Samudra tiba — tiba bertanya, “Eh si Hayren ga akan marah kan?”
Aku langsung memukul bahunya dan berkata “Woy gila lo ya, gue udah putus dari kapan. Stop bahas dia atau gue turun sekarang”
Samudra tertawa dengan kencang dan berkata, “Sorry sorry sumpah gua bercanda, yaudah aman ya berarti”
Aku hanya mengiyakan perkataan Samudra tersebut tanpa terbesit untuk mengatakan bahwa aku sebenarnya dekat dengan Wackzie.
Wackzie pun sampai di fortune caffee dan langsung mencari Cymila tanpa memberikan pesan dulu. Dan akhirnya, ia berhasil menemukan Cymila yang sedang mengobrol santai dengan Samudra.
“Mila” ucap Wackzie dengan muka kesalnya.
“Eh zie, sini duduk. Oh iya kenalin ya ini Samudra, temen sekelasku di kampus” jawab Cymila berusaha untuk mencairkan.
“Halo Wackzie, gua Samudra” ungkap Samudra dengan senyum ramahnya.
“Oh iya, gua Wackzie” balas Wackzie singkat.
Tiba — tiba Wackzie berkata, “Mil, kalau emang ga bawa pb tuh lain kali bilang ke Alina biar dia bisa kabarin aku”
“Maaf zie, besok janji bakal aku bawa” jawab Cymila.
Wackzie tidak menggubris permintaan maaf Cymila dan langsung berkata, “Nanti pulang bareng aku”
Pesanan Cymila pun akhirnya selesai dan mereka akan segera pulang. Cymila sangat amat beruntung karena hari ini, ia bertemu dengan Samudra.
Sebelum pulang Cymila menghampiri Samudra yang ada di parkiran motor dan mengucapkan terimakasih, “Samudra, makasih banyak ya udah anterin gue kesini terus bantuin gue beresin pesenan. Padahal tadinya lo mau nongkrong sendiri tapi jadinya malah bantuin gue”
“Santai aja kali mil, kayak sama siapa aja dah. Kalau ada pesenan lagi gue mau bantu deh, seru sumpah” balas Samudra dengan senang.
Cymila hanya tersenyum dan mengatakan, “Iya iya next time ya”
메타데이터
- post_id
- 9f51adca9013
- slug
- samudra-9f51adca9013
- url
- https://medium.com/@fahranataneila/samudra-9f51adca9013
- canonical_url
- https://medium.com/@fahranataneila/samudra-9f51adca9013
- author_url
- https://medium.com/@fahranataneila
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-23 20:09:59