05 — Tentang Islam (Hadits 2)
Yaa Muhammad, kabarkan kepadaku tentang Islam
05 — Tentang Islam (Hadits 2)
Yaa Muhammad, kabarkan kepadaku tentang Islam

يا مُحَمَّدُ، أخْبِرْنِي عَنِ الإسْلامِ
Inilah pertanyaan pertama yang dilontarkan orang asing tersebut. Kabarkan kepadaku tentang Islam!
فَقالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «الإسْلامُ
Maka Nabi ﷺ menjawab dengan penjelasan yang gamblang. Dengan standar yang mudah diukur. Sehingga seseorang yang tidak memenuhi standar tersebut, maka dia belum masuk ke dalam Islam, tidak sempurna Islamnya.
Tidak sebagaimana pernyataan dari kaum liberal: Islam itu tunduk. Siapapun yang tunduk, maka dia seorang muslim, tanpa melihat keyakinannya. Sehingga sama saja antara Islam, Nasrani, Yahudi, maupun keyakinan-keyakinan lain. Yang penting tunduk. Sebuah pernyataan yang sangat jauh dari kebenaran.
Dua Syahadat
أنْ تَشْهَدَ أنْ لا إلَهَ إلّا اللَّهُ، وأنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
Pintu pertama yang harus dilewati oleh siapapun untuk masuk ke dalam Islam adalah bersyahadat.
Dua kalimat yang menjadi satu rukun. Seolah mengisyaratkan bahwa tidak ada yang boleh memisahkan dua kalimat tersebut. Menerima sebagian saja, berarti sama dengan menolak seluruhnya.
Karena inilah syarat diterimanya amal.
Syarat pertama: Mengikhlaskan agama hanya untuk Allah ﷻ. Dipersaksikan dengan syahadat yang pertama. Tidak beribadah kecuali hanya kepada Allah ﷻ. Tidak memberikan segala bentuk peribadahan kecuali hanya kepada Allah ﷻ.
Syarat kedua: Membenarkan kerasulan Muhammad ﷺ. Dipersaksikan dengan syahadat yang kedua. Mengikuti tata cara ibadahnya Nabi ﷺ. Tidak beribadah kecuali dengan mengikut Rasulullah ﷺ.
طاعتُه فيما أمَرَ، وتصديقُه فيما أخبَرَ، واجتِنابُ ما عنه نهى وزَجَر،
وأنْ لا يُعبَدَ اللهُ إلَّا بما شَرَع
Mendirikan shalat
وتُقِيمَ الصَّلاةَ
Yang berikutnya adalah menegakkan shalat. Sebuah ibadah agung, yang perintahnya turun langsung dari Rabbul ‘Alamin kepada Nabinya yang mulia ﷺ, di atas langit yang ke-7.
Para ulama menjelaskan hukum orang yang menolak perintah shalat, dengan mengingkari kewajibannya, maka dia kafir. Adapun yang tidak mau mengerjakan shalat karena malas, maka pendapat yang benar ini juga kafir, berdasarkan keumuman hadits
العَهْدُ الَّذي بينَنا وبينَهُمُ الصَّلاةُ ، فمَن ترَكَها فقد كفرَ
Perjanjian antara kami dengan mereka adalah shalat. Siapa yang meninggalkannya maka dia telah kafir. Shahih Ibnu Majah : 891.
Meskipun hal ini perlu perincian dan yang menegakkan hukum kepadanya adalah penguasa yang berwenang.
Menunaikan Zakat
وتُؤْتِيَ الزَّكاةَ
Perintah zakat digandengkan dengan perintah shalat di dalam Al Qur’an pada 83 tempat. Menunjukkan wajibnya perintah ini.
Zakat adalah sebuah ibadah yang akan memperbaiki kondisi masyarakat. Dan menunjukkan syukur kepada Allah atas nikmat harta yang diberikan kepadanya.
Mengerjakan Shaum Ramadhan
وتَصُومَ رَمَضانَ
Kewajiban yang dibebankan kepada orang yang memiliki 3 syarat: Muslim, mukallaf, dan mampu.
Haji bagi yang mampu
وتَحُجَّ البَيْتَ إنِ اسْتَطَعْتَ إلَيْهِ سَبِيلًا
Rukun yang kelima adalah menunaikan haji bagi yang mampu. Sebagaimana firman Allah
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Ali Imran : 97
Inilah jawaban yang diberikan Nabi ﷺ untuk pertanyaan pertama dari orang asing tersebut.
Sosok asing yang menakjubkan, dan yang lebih menakjubkan lagi adalah respon yang dia berikan setelah diberi jawaban oleh Sang Nabi ﷺ.
قالَ: صَدَقْتَ، قالَ: فَعَجِبْنا لَهُ يَسْألُهُ ويُصَدِّقُهُ
Biasanya seseorang yang bertanya, kemudian diberi jawaban, maka dia akan mengiyakan dan mengangguk-angguk. Tetapi sosok asing ini malah berkata: Engkau benar.
Dia bertanya, tapi dia membenarkan. Seolah memang sebenarnya dia telah tahu jawabannya.
Dan sepertinya dia menanyakan tingkatan-tingkatan dalam agama. Dari mana kita tahu bahwa dia menanyakan tentang tingkatan agama? Dari pertanyaan-pertanyaan yang dia lontarkan berikutnya.
Yaa Muhammad, kabarkan kepadaku tentang iman.
Tingkatan kedua dalam agama. Ini yang menjadi pertanyaan kedua-nya.
Fawaid:
- Islam yang dijelaskan oleh Nabi ﷺ adalah sebagaimana kita kenal dengan lima rukun Islam.
- Tidaklah seseorang disebut muslim kecuali jika melaksanakan lima rukun tersebut.
- Tidak sempurna Islam seorang hamba kecuali dengan melaksanakan lima rukun tersebut, jika kosong dari salah satunya maka tidaklah sempurna Islam-nya. Ini adalah pokok agama.
메타데이터
- post_id
- 9f913f3cbc66
- slug
- 05-tentang-islam-hadits-2-9f913f3cbc66
- url
- https://medium.com/@fawaid/05-tentang-islam-hadits-2-9f913f3cbc66
- canonical_url
- https://medium.com/@fawaid/05-tentang-islam-hadits-2-9f913f3cbc66
- author_url
- https://medium.com/@fawaid
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-25 23:06:18