Fujifilm X-T30 III, I Choose You!
Creativity #8: Tentang memilih kamera pertama
Fujifilm X-T30 III, I Choose You!
Creativity #8: Tentang memilih kamera pertama
Judulnya udah lumayan spoiler tentang kamera apa yang pada akhirnya gua pilih. Tapi tenang aja, perjalanan kenapa sampe memilih kamera Gunung Fuji ini bakal dijelasin. Sayangnya tulisan ini gak disponsori sama Fujifilm, sayang sekali. Jadi semua disini beneran murni pendapat pribadi.
Gua menulis ini karena lagi sambil nungguin update Adobe Photoshop, udah lama banget gak buka soto sop, kayaknya udah 2 tahun deh ada. Kenapa? Karena Canva lebih enak👀. Kenapa tiba-tiba buka soto sop lagi? Karena gua mau lagi mau ngedit foto RAW yang gua ambil pakai kamera Fujifilm X-T30 III ini. Eh tahunya si soto sop ini gak compatible sama file RAW Fujifilm ini.
Ganti topik dikit dengan kisah kemarin yang telah dimodif dan dilebih-lebihkan. Kemarin gua ada ngelihat story temen gua yang sedang berduka. Dia sedih karena tiap kali ke tempat bagus, dia sadar dia gak bisa foto yang bagus dan estetik gitu. Jadinya dia story dan bilang mau belajar gimana caranya ambil foto yang bagus pakai hape. Tentu saja saat melihat post story tersebut, gua tersentuh ingin membantu. Gua pun langsung nulis “Nyimak nitip sendal” karena sebenarnya gua juga gak bisa foto.
Keesokan harinya, gua lihat temennya temen gua story lagi dengan testimoni dari para sesepuh fotografi yang lagi pada turun gunung. Gua pun segera mencatat ajaran-ajaran tersebut, mirip kayak waktu Erik Ten Hag yang sedang mencatat-catat entah apa di pinggir lapangan sepak bola.
Setelah intro yang berbelit-belit dan kurang penting itu, kita langsung masuk aja ke dagingnya, kenapa gua memutuskan beli kamera dan kenapa beli kamera yang itu.
Just Use Your Phone
Begitulah kira-kira kata yang muncul saat ngobrolin tentang kamera dengan teman. Mereka cukup ‘Woah Kaget!’ kali ya bisa dibilang saaat melihat harga kamera yang ada di pasaran. “Dengan duit segitu daripada beli kamera, mendingan beli Xiaomi 17 Ultra Leica Edition (gak disponsor, sayangnya lagi), udah ada logo leica yang muahal itu, desainnya mirip kamera film, terus bisa jadi hape lagi! Menang banyak gak sih ini daripada beli kamera!”

Xiaomi 17 Ultra Leica edition
Sebenarnya semua argumen itu ada benernya juga. Tapi gua kebetulan lagi belum mau ganti hape nih. Sayang sekali. Kalau di saat itu, gua lagi mau ganti hape, apakah akan beli hape tersebut? Sayang sekali, enggak juga sih. Lah terusnya mau ganti ke hape apa? Adalah, pokoknya yang gak mahal-mahal amat tapi yang penting cukup aja, gak berlebihan. In this Prabowonomics era, kita harus lebih bijak gais mengatur uang. Ungkap seseorang yang baru saja menghaburkan duitnya untuk membeli sebuah body kamera dengan harga kira-kira 8x lebih mahal daripada harga pasaran hapenya saat ini.
Setelah bertapa cukup lama di puncak gunung, gua akhirnya bisa *list down *alasan-alasan kenapa pengen (ingat kata kuncinya, pengen, bukan harus) beli kamera:
- Pengen hasil foto yang bagus dari segi background separation ataupun kalau diperbesar gambarnya gak aneh atau pecah gitulah. Fotonya dipake buat mengabadikan momen-momen liburan, jalan-jalan, ataupun random keseharian aja.
- Pengen experience ngambil foto pakai kamera yang lebih appreciate proses pengambilan gambarnya.
- Gambarnya bisa diedit sesuai kebutuhan karena informasi gambar yang disimpen lebih banyak.
Jadi kenapa harus pakai kamera instead hape?
- Sensor kamera bisa 8–9x lebih besar daripada hape, jadi pasti kualitas gambarnya lebih bagus karena lebih banyak cahaya yang masuk. Bokeh/ background separationnya juga gak kelihatan artificial seolah-olah hasil proses software. Gambarnya juga kalau dizoom masih kelihatan 4k HD 60 FPS lah sampai ke pori-pori.
- Dengan adanya viewfinder, gua jadi lebih slow atau enjoy the moment saat ngambil gambar. Dengan fitur sekicik itu, gua juga jadi lebih aware dengan apa yang detail-detail gambar yang mau gua ambil dan jadinya appreciate more the process.
- Hape-hape jaman sekarang juga udah bisa foto raw sebenarnya tapi jujur, izin, hasilnya belum sebagus itu karena masalah perbedaan ukuran sensor. Btw ngedit foto itu seru tapi magerin sih, jadi ini nice to havenya aja lah.

sebelum diedit (kiri), setelah diedit sesuai visi pribadi (kanan)
Ada lagi kah keuntungannya kamera daripada hape buat ngambil foto? Masih ada banyak tapi ini salah satunya lah, kita bisa hasilin foto kayak di bawah ini dengan cara otak-atik kameranya bisa jadi slow shutter gitulah. Entah kenapa di kamera hape gua sekarang, gak bisa ngatur bukaannya, jadinya susah kalau mau diajak buat foto kayak di bawah.

Slow Shutter (Sony a6300)
Apakah kameranya akan dipake untuk pekerjaan foto profesional/ freelance?
Sempet tergoda dikit, mayan nih beli kamera balik modal. Tapi kalau hobi dijadiin pekerjaan kayaknya jadi gak seru lagi hobinya. Jadi kita pelan-pelan aja deh, kalau ada yang tertarik dan menarik, baru kita gas.

Foto Freelance Wisuda (Canon EOS 1300d)
I’ll do you one better, WHY is Fujifilm X-T30 III?!
Setelah gua pikir, nama kamera ini bakal panjang-panjang ya. Bisa berabe kalau nulis nama kamera berkali-kali, demi kemudahan, gua tulis glossary singkatannya aja lah ya:
- Fujifilm X-T30 III -> exte303
- Fujifilm X-M5 -> exem5
- Sony a6400 -> soni
- Ricoh GR III -> rikoh
Jadi karena sebenarnya gua gak tahu apa-apa tentang pasar kamera, gua riset-riset sendiri sampai ke darkweb dan sampailah ke kira-kira empat kamera yang sebelumnya udah gua buatin singkatannya, si exte303, exem5, soni, rikoh. Di tulisan ini, di paling akhir, akan dishare harga dan link untuk beli kameranya secara online buat yang kepo.
Kenapa bisa sampe ke 4 terdakwa tersebut? Simplenya karena terbentuk beberapa kriteria yang gua pengenin. Disini bakal banyak bahasa teknis yang kalau bingung bisa tanya ke mbah google atau kalau sekarang zamannya nanya ke ChadGPT cenah.
**Kriteria **my camera pertama:
- Sensor APS-C, biar gambarnya mantul, mantap betul dan beda sama gambar dari hape.
- Compact, biar kameranya dibawa, kalau berat mager bawanya. Kalau berat itu rasanya kayak bawa galon.
- Mau kurang-kurangin workflow ngedit dan lebih perbanyak ngambil foto-foto aja.
- Ada built-in flash, biar fotonya bisa estetika jadul gitu lah, apapun itu namanya.
- Ada viewfinder, biar bisa ngintip dan lebih detail dan dekat lagi dengan gambar yang mau diambil.
- Kalau bisa ada In-body Image Stabilization (IBIS) dan Weather-sealed lebih bagus lagi
Ricoh GR IIIx
Jujur si rikoh ini incaran awalnya. Sebelum riset-riset dan terkena genjutsu oleh abang-abangan kamera, gua pengennya beli rikoh untuk kamera pertama gua. Dia tuh kecil banget dan enteng banget dah. Sensornya juga udah mantep. Ada fitur Image Control yang bisa bikin hemat waktu untuk ngedit foto. Ada IBIS! Ada built-in ND filter juga lagi! Kayaknya enak banget gitu bawa kemana-mana. Gua berpikir semakin sering dibawa pasti jadi lebih sering dipake nih! Tapi setelah dipikirin lagi, gua kepikiran untuk beli rikoh karena gua kena genjutsu dari teman gua yang tajir melintir gokil gokil yang punya rikoh juga lah.

Fujifilm X-T30 III vs Ricoh GR IIIx
Sayangnya masih ada beberapa kekurangan dari si rikoh sehingga gak jadi ambil. Dia gak ada flash, terus juga gak ada viewfinder. Abis nyobain foto pakai kamera ini, kok rasa ngambil fotonya jadi kayak pake hape ya. Kurang seru gitu. Kekurangannya lagi, dia gak aman dari hujan. Sekip deh, kita coba cek yang lain lagi.
Sony a6400
Kamera selanjutnya yang dicek, dari mas soni. Kamera yang paling familiar karena sering pinjem temen punya. Autofocusnya beh juara dunia ini mah. Viewfinder ada, ukurannya kecil, sensor APS-C, ada flashnya lagi!

Fujifilm X-T30 III vs Sony a6400
Tapi sayang oh sayang, dia gak ada fitur kayak Image Control/ Film Simulation, jadinya batal deh untuk beli soni karena agak mager nih ngedit foto-foto lagi.
Fujifilm X-M5
Si exem5 ini kamera selanjutnya yang dijadikan kandidat di ajang Take Me Out Camera Edition ini. Desainnya rangefinder Fujifilm ini cakep. Terus dia juga compact, ada film simulation, sensornya udah okey, dan harganya paling murah dari brand gunung fuji itu.

Fujifilm X-T30 III vs Fujifilm X-M5
Tapi sayang oh sayang, dia tidak terpilih di ajang Take Me Out kali ini karena dia kamera yang cukup videosentris, gak ada viewfinder, gak ada flash, gak ada IBIS, dan gak weather-sealed.
Fujifilm X-T30 III
Di akhir, dipertemukanlah gua dengan my bini oleh abang-abang foto dengan jurus genjutsu marketingnya. exte303 ini beneran gak kepikiran untuk gua pilih sebelum gua ditunjukkin oleh abang-abangan penjual kamera ini. Tapi setelah mengenal lebih dalam, exte303 ini banyak cocoknya deh. Mulai dari sensornya udah APS-C, compact, ada fitur film simulation, ada flash, ada viewfinder, terus juga pengalaman foto dengan dial-dialsnya yang jumlahnya cukup berlebihan itu tapi masih kurang banyak, enak banget.

Fujifilm X-T30 III (Sony FX30)
Masih ada kurangnya gak si exte? Jelas dong, tidak ada yang sempurna di dunia ini seperti kata orang-orang. Dia gak ada IBIS dan juga belum weather-sealed. Sempet bingung untuk mau ngambil exte303 atau ambil rikoh/ soni/ exem5. Udah sebingung itu, gua dibuat makin bingung lagi sama mas-mas genjutsu ini. Dia pake acara nawarin untuk ngambil exte302, seri sebelumnya yang lebih murah tapi bekas orang.
Di saat itu berpikirlah gua, emang bener kata Aldi Taher. “Semua manusia di muka bumi ini bingung, Mbak, nanti ga bingung kalau sudah di surga”.
Kurang lebih udah sebulan semenjak gua memutuskan untuk ngambil si exte303.
Dia emang gak sempurna tapi udah banyak dipake dimana-mana selama sebulan. Pokoknya hampir ngikut ke aktivitas-aktivitas yang mayan random mulai dari foto-foto di rumah, makan keluarga di luar, reading film pendek, shooting film pendek, Wizzmie, Bintaro, ngikutin orang pindahan, stasiun kereta, BSD, kantor, bukber, IKEA, kuningan, dan foto-fotoin makanan serta produk orang.
Foto favorit gua yang gua suka adalah foto hitam putih (siapa sangka). Fotonya beneran gak diedit atau langsung JPEG karena pake film recipe berikut:
- Film Simulation: Acros + Red Filter
- Dynamic Range: DR 100
- Highlight: -1
- Shadow: +2
- Sharpness: +1
- High Iso NR: -1
Sisanya default.

Foto favorit setelah sebulan foto-foto (Fujifilm X-T30 III)
Foto-foto lainnya di media sosial lainnya aja kali ya, kayaknya cukup janggal banyak foto di medium.
Menurut kepercayaan gua, kalau kalian emang hobi fotografi, okey banget untuk investasi di gear kamera karena terbayarkan dengan rasa senang yang didapatkan :)
Ingpo-ingpo mengenai 4 Kamera yang disebutkan sebelumnya kalau tertarik/ kepo
- Rp 19,690,000 — Ricoh GR IIIx Official Store: https://s.shopee.co.id/30jQeoRLpB Alternatif 1: https://s.shopee.co.id/AKW1P4sq6E Alternatif 2: https://s.shopee.co.id/7VBq1OXCnT Alternatif 3: https://s.shopee.co.id/4AvO3VZmPw
- Rp 10,699,000 — Sony a6400 Official Store: https://s.shopee.co.id/40bxqYUMqa Alternatif 1: https://s.shopee.co.id/15p62fmC7 Alternatif 2: https://s.shopee.co.id/2qQ0SqBjbw Alternatif 3: https://s.shopee.co.id/8ARWou3BXn
- Rp 13,499,000 —Fujifilm X-M5 Official Store: https://s.shopee.co.id/50UV2dTABl Alternatif 1: https://s.shopee.co.id/7pogQO61At Alternatif 2: https://s.shopee.co.id/8fNnPVVQc5
- Rp 15,888,000 — Fujifilm X-T30 III Official Store: https://s.shopee.co.id/6pw9DNdFCA Alternatif 1: https://s.shopee.co.id/40bxrIT2bg Alternatif 2: https://s.shopee.co.id/5fkBpwLVoG Alternatif 3: https://s.shopee.co.id/7fVGDqOGE0
메타데이터
- post_id
- 9f9c1180ea5e
- slug
- fujifilm-x-t30-iii-i-choose-you-9f9c1180ea5e
- url
- https://medium.com/@jeremyethan211/fujifilm-x-t30-iii-i-choose-you-9f9c1180ea5e
- canonical_url
- https://medium.com/@jeremyethan211/fujifilm-x-t30-iii-i-choose-you-9f9c1180ea5e
- author_url
- https://medium.com/@jeremyethan211
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-11 20:20:18