Please Look After Mom: Pengingat akan Berharganya Sosok Seorang Ibu
Apakah cinta yang kuberikan kepada ibu sudah setara?
Please Look After Mom: Pengingat akan Berharganya Sosok Seorang Ibu

(sumber: Gramedia.com)
Ketika mendengar kata ‘ibu’, mungkin setiap orang memiliki interpretasinya sendiri. Seseorang menggambarkan ibu sebagai orang yang melahirkan mereka ke dunia. Yang lain mendeskripsikan ibu sebagai wanita yang mengurusnya dari kecil hingga dewasa. Yang lain lagi menjadikan ibu sebagai rumah tempat mereka berkeluh kesah. Meski definisi ibu berbeda-beda, kita bisa sepakat bahwa ibu adalah sosok pejuang yang muncul dan membantu mengarahkan kita di derasnya arus kehidupan.
Please Look After Mom adalah sebuah karya fiksi yang mengangkat topik tersebut. Berjumlah 300 halaman, penulis Shin Kyung-sook dengan piawai memahat kata demi kata hingga membuat pembaca terbuai dalam kisah kehidupan Park So-Nyo — seorang ibu, istri, dan anak perempuan pekerja keras yang tak pernah berhenti berusaha untuk membuat siapapun di sekitarnya bahagia. Bermula dengan peristiwa hilangnya Park So-Nyo di Stasiun Seoul, pembaca akan dipaksa ‘menonton’ kenangan-kenangan mengenai Park So-Nyo sebelum hilang dari kaca mata anak-anaknya, suaminya, kakak iparnya, hingga sahabatnya. Kenangan-kenangan ini dipenuhi suara penyesalan, pengungkapan, hingga permohonan maaf yang tidak sempat dilontarkan oleh si empunya memori kepada Park So-Nyo. Melalui kilas balik inilah, mereka baru menyadari betapa berharganya sosok Park So-Nyo di kehidupan mereka dan betapa egoisnya mereka dengan tidak memikirkan apa-apa saja yang pernah dilalui Park So-Nyo selama hidupnya. Meskipun, dialah orang yang selama ini mengurus mereka dengan penuh cinta kasih.
Refleksi Diri tentang Sosok Ibu
Melalui buku ini, mustahil bagiku untuk tidak melakukan refleksi diri. Mustahil pula untuk tidak memikirkan ibu selama membaca. Pertanyaan seperti: bagaimana kabar ibu sekarang? Apakah ibu bahagia dengan hidupnya? Apa saja yang ibu korbankan demi keluarga yang dia punya saat ini? Apa impian ibu saat ibu muda dulu? Apakah ibu menyimpan penderitaannya seperti Park So-Nyo menyembunyikan rasa sakitnya? Apakah aku benar-benar mengenali ibuku sendiri? Banyak sekali pertanyaan yang terpatri di otak, tetapi lidahku terlalu kelu untuk menanyakannya langsung kepada ibu. Mungkin salah satu alasannya adalah karena aku tidak dibesarkan melalui kata-kata. Saat pertengkaran terjadi antara aku dan ibu, kami hanya akan saling mendiamkan. Beberapa saat kemudian, ibu akan menawarkanku untuk makan bersama dan kami akan kembali hangat seperti semula. Tanpa perkataan maaf. Begitulah cara ibu menunjukkan cintanya kepadaku.
Namun, pertanyaan-pertanyaan itu tidak pernah berhenti begitu saja. Mereka menggentayangi otakku. Apa yang harus kulakukan? Sebelum aku mati atau sebelum ibu mati. Tidak ada yang tahu siapa yang akan pergi lebih dulu. Yang jelas, satu dari kami pasti akan meninggalkan dunia ini lebih dulu dari yang lain. Akankah aku mampu membahagiakan ibu kelak, seperti ibu membuatku bahagia ketika aku masih kecil?
Aku masih ingat saat ibu mengantarkanku sekolah untuk pertama kalinya. Umurku tiga tahun lebih sedikit kala itu. Ibu mendaftarkanku ke taman kanak-kanak terdekat. Pagi itu, ibu memakaikanku sepatu dan menggandeng tanganku sambil berjalan kaki ke sekolah. Sesampainya di sana, aku menangis keras. Aku tak ingin ditinggal oleh ibu. Tapi ibu menenangkanku sambil berkata, “Sayang, tak apa-apa.” Selanjutnya yang kuingat, aku sudah merasa nyaman dengan guruku juga teman-temanku.
Aku juga ingat, momen-momen saat aku menangis karena suatu hal. Aku dulu anak yang sensitif, hampir semua hal membuatku terluka dan sedih. Aku tidak pandai dalam mengungkapkan perasaanku. Jadi, yang kulakukan hanyalah pulang dan menangis di kamarku. Aku tidak akan bercerita kepada ibu. Tapi dia akan mendatangiku, bertanya apa yang terjadi, dan memelukku. Ibu akan menaruhku di pangkuannya dan menimang-nimangku. Aku akan memeluknya sembari menangis tersengguk-sengguk. Ibu akan mengusap rambutku yang berantakan di antara keringat dan air mata, lalu berkata, “Shh, tak apa-apa. Tak apa-apa.” Setelah tangisku reda, ibu akan kembali bertanya apa yang terjadi. Aku akan memberitahunya untuk melepas beban yang tertanam di dadaku. Lalu, ibu akan menawarkan es krim kesukaanku.
Saat beranjak remaja, adu mulut dikarenakan perbedaan pendapat di antara kami sering terjadi. Kehidupanku tiba-tiba menjadi lebih sibuk dari biasanya. Kami menjadi jarang mengobrol. Aku terlalu lelah dengan kegiatanku, begitu pun ibu dengan pekerjaannya. Namun, ibu selalu menyempatkan bangun lebih awal untuk menyiapkanku bekal makan siang. Setiap malam ibu akan bertanya makanan apa yang kuinginkan. Lalu keesokan harinya, di tengah kesibukan kami, ibu menyempatkan waktu untuk memasak hidangan tersebut.
Hingga sekarang pun saat aku tinggal jauh untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi, ibu selalu bisa memberikan perhatian penuhnya kepadaku. Aku akan meneleponnya dan berkata bahwa aku sedang sakit. Tak lama, ibu akan menawarkan diri untuk berkunjung meski jarak tempuh ke tempatku bisa mencapai 10 jam. Aku akan meneleponnya dan berkata bahwa aku ingin sekali makan makanan laut. Lalu, ibu akan menyuruhku untuk membelinya. Aku akan meneleponnya dan berkata bahwa aku penggemar berat semur daging. Saat aku kembali ke rumah untuk pulang, ibu akan memastikan dia memasak semur tersebut untukku.
Hal-hal yang ibu lakukan terhadapku selama ini tak selamanya besar, tetapi selalu dipenuhi cinta dan kasih sayang. Pengorbanan ibu adalah yang membuatku bisa berdiri dengan tegak di tempat yang kupijak sekarang. Maka dari itu, aku selalu bertanya-tanya, apakah cinta yang kuberikan kepada ibu sudah setara? Karena ibu layak untuk merasa dicintai, tidak hanya olehku tetapi juga orang-orang di luar sana. Kehadirannya sangat berarti bagi banyak orang termasuk aku. Aku tidak ingin menua dan mati dalam penyesalan. Aku tidak mau ibu menua dan mati dengan perasaan tak dihargai.
메타데이터
- post_id
- 9fccb0693573
- slug
- please-look-after-mom-pengingat-akan-berharganya-sosok-seorang-ibu-9fccb0693573
- url
- https://medium.com/@boozeera/please-look-after-mom-pengingat-akan-berharganya-sosok-seorang-ibu-9fccb0693573
- canonical_url
- https://medium.com/@boozeera/please-look-after-mom-pengingat-akan-berharganya-sosok-seorang-ibu-9fccb0693573
- author_url
- https://medium.com/@boozeera
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-19 19:48:13