duapuluh-lima.
Senyum palsu yang selalu muncul, tawa kencang yang bohong.
duapuluh-lima.
Senyum palsu yang selalu muncul, tawa kencang yang bohong.
Duapuluh-lima, sudah selama itu saya hadir didunia. Lahir dan besar dari rahim seorang perempuan yang cantik nan saya cinta dengan serba berkecupukan dan sempura. Tak ada yang cacat. Ayah-Bunda yang memberikan segenap hidupnya untuk saya. Hingga waktu sialan itu datang.

Subuh hari, pada 2019. Dapat kabar kalau orang yang saya cintai begitu besar pula, berpulang. Sophia Marwah namanya, Ibu dari Bunda saya. Sakitnya setengah mati.
Seribu tuhan, ini berat. Betapa piluhnya hingga tak kuasa menatap untuk terakhir kalinya. Liang yang terpampang didepan mata, masih jelas hingga sekarang. Riuh orang berdatangan membagi doa, tak tau harus apa. Tak menetes hingga sepi. Selalu minta bertemu lagi, namun hanya bersua dimimpi.
Sejak itu hidup rasanya berat, entah kenapa. Mencoba memperbaiki yang sebenarnya saya sendiri bingung apa yang harus diperbaiki. Hilang arah, namun tak ada orang yang tau. Senyum palsu yang selalu muncul, tawa kencang yang bohong. Demi hilang sejenak. Teman yang datang dan pergi, rasanya lebih banyak yang pergi. Selalu menyalahkan diri sendiri, tak tau cerita pada siapa.
Saya si cikal dikeluarga. Terasa bebannya sekarang.
(cikal dibaca; anak pertama laki-laki)
Tahun demi tahun terlewati, umur kian bertambah. Namun masih sama saja, tak ada yang beda. Justru makin tak menarik. Mencoba banyak hal, ini-itu dilakukan. Teman semakin sedikit. Kalau begini terus, siapa yang akan datang dipemakamanku nanti?

Selalu jadi pecundang dikehidupannya sendiri. Hanya modal niat merubah tapi tak jadi. Kehidupan baru itu bukan soal salah-benar, tepat-tidak tepat, ataupun berani-tidak berani. Alah omong kosong si pecundang. Selalu mengelak dan terus mengelak. Tak mempedulikan hidup sendiri, namun si paling depan kepada teman. Sialan.
Tuhan, doa terbaik untukku. Semoga kuat hingga waktu yang sudah kau beri pada akhirnya. Saya tau, membolak-balik kehidupan adalah hal mudah untuk-Mu. Tapi saya pun tau diri bahwa saya harus lebih bersyukur kepada-Mu ditiap sisa hari yang selalu saya jalani dan lewati.
Selamat untukku.
메타데이터
- post_id
- 9ffff59b83d3
- slug
- duapuluh-lima-9ffff59b83d3
- url
- https://medium.com/@sianakcikal/duapuluh-lima-9ffff59b83d3
- canonical_url
- https://medium.com/@sianakcikal/duapuluh-lima-9ffff59b83d3
- author_url
- https://medium.com/@sianakcikal
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-20 17:28:32