Petualangan Rasa Pertama: MPASI Buat Jatuh Cinta
Petualangan Rasa Pertama: MPASI Buat Jatuh Cinta
Petualangan Rasa Pertama: MPASI Buat Jatuh Cinta

Petualangan Rasa Pertama: MPASI Buat Jatuh Cinta
(Oleh: Elvia Lena Nathalie Manalu)
Gizi adalah salah satu faktor yang sangat krusial dalam menentukan keberhasilan untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal pada masa pertumbuhan, terutama pada bayi. Ada istilah keren yang bernama “Golden period” atau masa emas, artinya periode ketika anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dalam waktu 1000 hari pertama kehidupan. Nah, di masa Golden period ini lah para ibu belomba-lomba untuk memberikan yang terbaik bagi bayi mereka. Ada salah satu hal yang sangat erat dengan Golden period, yakni ASI (Air Susu Ibu). Mengapa ASI ini erat sekali dengan Golden period? Karena ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi, terutama dalam 6 bulan pertama (ASI Eksklusif) yang kemudian bisa mendukung perkembangan otak bayi hingga mencegah terjadinya gizi buruk atau bisa sering kita sebut “stunting”.
Menurut Kemenkes, ASI Eksklusif pada bayi usia 0–6 bulan memiliki peran vital dan menjadi investasi berharga untuk membentuk masa depan si bayi. ASI memiliki segudang manfaat bagi bayi, seperti mencegah terserang penyakit, mendukung perkembangan otak dan fisik bayi, meningkatkan sistem imun bayi serta mengurangi risiko alergi dan penyakit kronis. Selain itu, ASI juga bermanfaat bagi ibu, seperti mengatasi rasa trauma pascapersalinan, meningkatkan kesehatan mental ibu serta mencegah risiko kanker payudara dan ovarium. WHO (World Health Organization) bersama dengan Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa usia hingga 6 bulan hanya diberikan ASI eksklusif saja.
Mungkin orang tua di luar sana sering bertanya hingga kapan harus memberikan ASI kepada anak mereka. Ternyata, setelah bayi tersebut mendapatkan ASI Ekslusif selama 6 bulan, tidak berhenti hanya sampai situ saja, melainkan ASI terus dilanjutkan hingga berusia 2 tahun namun dengan bantuan gizi tambahan, yakni MPASI (Makanan Pendamping ASI). MPASI merupakan makanan dan minuman yang diberikan kepada anak usia 6–24 bulan untuk pemenuhan kebutuhan gizinya. Tujuan dari pemberian MPASI adalah sebagai pelengkap zat gizi pada ASI yang kurang dibandingkan dengan usia anak yang semakin bertambah.
“Kenapa harus ada MPASI? Kenapa tidak langsung makan saja?” Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin sering terlintas di benak orang tua atau orang awam yang penasaran akan alasan adanya MPASI. Bayangkan bayi itu seperti sebuah tanaman kecil yang baru saja ditanam di tanah yang subur. Pada awalnya, tanaman ini hanya membutuhkan air (ASI) untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Air tersebut mencukupi untuk memberi kehidupan dan mendukung pertumbuhannya. Namun, setelah beberapa bulan, tanaman itu mulai membutuhkan nutrisi tambahan agar bisa tumbuh lebih besar dan lebih kuat.
Kenapa tidak langsung memberikan pupuk atau tanah yang lebih padat?
Kalau tanaman diberi pupuk atau tanah baru yang keras terlalu cepat, tanaman kecil itu bisa kesulitan untuk menyerapnya, atau bahkan bisa rusak. Begitu juga dengan bayi. Jika bayi langsung diberikan makanan padat tanpa MPASI, sistem pencernaannya belum siap untuk “menyerap” makanan tersebut dengan baik. Ini bisa menyebabkan masalah, seperti gangguan pencernaan atau bahkan tersedak.
Jika bayi langsung diberikan makanan padat tanpa MPASI, seperti memberi pupuk kasar pada tanaman kecil, proses adaptasi ini bisa gagal. Makanan yang lebih keras dan kompleks bisa membuat bayi kesulitan mengunyah, menelan, atau bahkan berisiko tersedak karena sistem pencernaannya belum siap.
MPASI selayaknya memberikan nutrisi tambahan secara bertahap yang memungkinkan bayi tumbuh dengan sehat dan siap untuk makan makanan yang lebih variatif di masa depan, layaknya tanaman yang tumbuh dengan kuat dan subur karena diberi waktu dan perhatian yang tepat.
Sekarang, apa saja yang perlu dipersiapkan untuk MPASI?
Pertama, perhatikanlah kebersihan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Ingatlah, prinsip kebersihan sangat dijaga, ya. Kedua, buah dan sayur mentah dicuci dan disimpan di tempat yang sejuk. Ketiga, ingatlah untuk memisahkan makanan yang mentah dan matang. Terakhir, selalu simpan makanan matang dalam wadah tertutup.
Setelah mengetahui persiapan MPASI, orang tua juga perlu mengetahui prinsip pemberian MPASI, seperti
-
Tepat waktu, MPASI diberikan pada usia 6 bulan ke atas.
-
Aman, MPASI disiapkan dan disimpan dengan cara yang higienis, diberikan menggunakan tangan dan peralatan yang bersih.
-
Adekuat, pemberian MPASI harus mempertimbangkan usia, jumlah, frekuensi, konsistensi/tekstur, dan variasi makanan
-
Diberikan dengan cara yang benar, Dengan memberikan MPASI secara terjadwal, menyiapkan lingkungan yang kondusif, memberikan porsi kecil, menstimulasi bayi untuk makan sendiri, dan membersihkan mulut hanya setelah makan selesai, Anda menciptakan pengalaman makan yang positif dan mendukung perkembangan fisik serta motorik bayi. Semua ini bertujuan untuk memastikan bayi dapat beradaptasi dengan pola makan baru dan belajar keterampilan makan yang sehat dengan cara yang menyenangkan dan aman.

Sumber: Buku Resep Makanan Lokal, 2023
“Setiap langkah kecil yang Anda ambil untuk merawat dan mendukung tumbuh kembang buah hati adalah langkah besar menuju masa depan yang cerah. Kesabaran dan cinta Anda adalah pondasi terkuat bagi mereka untuk tumbuh sehat dan bahagia.”
-Anonim-
Referensi:
https://upk.kemkes.go.id/new/ketahui-manfaat-asi-eksklusif-bagi-bayi-dan-ibu
https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/4202
메타데이터
- post_id
- a06ec9ccf7c1
- slug
- petualangan-rasa-pertama-mpasi-buat-jatuh-cinta-a06ec9ccf7c1
- url
- https://medium.com/@elvialenamanalu/petualangan-rasa-pertama-mpasi-buat-jatuh-cinta-a06ec9ccf7c1
- canonical_url
- https://medium.com/@elvialenamanalu/petualangan-rasa-pertama-mpasi-buat-jatuh-cinta-a06ec9ccf7c1
- author_url
- https://medium.com/@elvialenamanalu
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-26 06:47:43