← Back to list

Kenangan

“Kenapa ya sulit untuk mengikhlaskan kepergian seseorang yang bahkan kehadirannya pun hanya memberikan sakit?”

Naje · 2026-01-26 03:32 · 0 claps · 1.3 min read
#kenangan #perpisahan
Open on Medium ↗

Kenangan

“Kenapa ya sulit untuk mengikhlaskan kepergian seseorang yang bahkan kehadirannya pun hanya memberikan sakit?”

Pertanyaan itu terus berputar di kepala sejak perpisahan kita saat itu. Muncul di sela napas yang berat dan malam yang terasa terlalu sunyi dengan hujan yang terus mengguyur, seakan menemani kesedihanku disini. Tapi hasilnya selalu sama, aku tidak pernah mendapat jawaban pasti, hanya ingatan yang datang silih berganti, kadang hadir dengan lembut, kadang menyayat hati.

Ada hari-hari dimana ketika kehadiranmu membuatku terasa berat, membuatku selalu mempertanyakan tentang kelayakan diri sendiri. Namun, anehnya saat kamu benar-benar pergi, yang tersisa justru hanya rasa kehilangan yang tak tahu harus aku letakkan di mana. Seperti rasa asing yang tiba-tiba saja hadir.

Ada banyak luka yang tertinggal di hati. Kata-kata yang tak benar-benar bisa diperbaiki, sikap yang membuat hati perlahan lelah dan merasa tidak pernah cukup. Tetapi, diantara itu semua tersimpan setiap momen-momen kecil yang sulit dihapus begitu saja. Tawa yang pernah terasa tulus, perhatian sedehana, dan beberapa kebiasaan kecil yang tanpa sadar sudah menjadi bagian dari hidupku. Ucapan selamat pagi, selamat tidur, dan ucapan-ucapan sayang lainnya yang sudah tidak lagi terdengar. Semua bercampur jadi satu, membuat batas antara sakit dan rindu menjadi kabur, menjadi sulit untuk dibedakan.

Dari perihal tersebut, pelan-pelan aku sadari bahwa perpisahan ini bukan hanya tentang ditinggalkan, melainkan tentang belajar melepaskan sesuatu yang sudah tidak lagi sehat dan bukan lagi untukku. Bahwa mencintai tidak selalu berarti bertahan dan pergi tidak selalu berarti kalah.

Ikhlas tidak datang hanya dalam satu malam, dia tumbuh dari keberanian untuk berhenti menyalahkan diri sendiri dan mulai menerima bahwa sakit pun bagian dari proses pulang pada diri sendiri. Mungkin suatu hari nanti, pertanyaan itu tidak lagi menyesakkan bagiku. Kepergian itu akan lagi ku ingat tanpa gemetar, tanpa amarah yang tertahan, tanpa tangis, melainkan akan aku kenang dengan senyum bahagia. Bukan karena semuanya sudah terlupakan, tapi karena akhirnya aku mengerti bahwa ada hal-hal yang memang harus dilepas, bukan karena sudah tidak berarti, melainkan karena sudah seharusnya disimpan sebagai kenangan dan memulai bab baru.


메타데이터
post_id
a077fb8e0e05
slug
kenangan-a077fb8e0e05
url
https://medium.com/@najeea/kenangan-a077fb8e0e05
canonical_url
https://medium.com/@najeea/kenangan-a077fb8e0e05
author_url
https://medium.com/@najeea
status
ok
fetched_at
2026-06-24 11:06:28