← Back to list

The Things You Can See Only When You Slow Down — Haemin Sunim

Istirahat sebentar dari raba-rubunya kehidupan

Akhyatun Nisa in Booknotations · 2026-06-12 02:52 · 241 claps · 2.4 min read paywalled
#buku #self-improvement #booknotations #june #book-review
Open on Medium ↗
Wiki topics: GEN · Genomics & Sequencing PSY · Psychology LIT · Literature & Writing 🚀 · Self Improvement 📚 · Books & Reading

The Things You Can See Only When You Slow Down — Haemin Sunim

Istirahat sebentar dari raba-rubunya kehidupan

Baca gratis di sini.

Spontan setelah aku membuka pintu buku ini, aku segera menanak nasi ingatan mengenai praktik meditasi beberapa tahun yang lalu. Tatkala semua sibukku, tidak membuat cemasku berkurang di malam hari. Apalagi pias karena duka yang sering diikuti sesak. Meditasi adalah jalan menuju tempo lambatku.

Kenapa aku mengkomparasikan pintu terbuka dengan bayangan meditasiku dahulu? Karena Haemin Sunim sejak halaman awal, sudah menuangkan teh yang setelahnya terucapkan arahan. Bahwa pembaca tidak boleh terburu-buru menyelesaikan buku ini. Santai saja, sembari terus berkesadaran, sembari terus memperhatikan aliran napas. Barangkali hal simpel seperti itu yang sering berakhir jadi ampas di setiap hari. Terlupakan dan terbuang, atau lebih tepatnya tidak sadar itu terbuang.

Gramedia.com

Gramedia.com

Jadi, apa isi buku ini?

Buku ini berisi kutipan-kutipan singkat dan menyentuh terkait kehidupan berkesadaran. Didahului esai singkat, kemudian kutipan, diselingi ilustrasi, berakhir esai singkat lagi. Jika kehidupan serba sibuk kita memaksa kita untuk tidak pernah berhenti memikirkan banyak hal dan mengerjakan banyak hal, buku ini sangat cocok dibaca. Dengan catatan, jangan menjadikan buku ini sebagai acuan teoritis mengenai relevansi bacaan kompleks kita. Cukup jadikan buku ini bacaan yang mengisi gelas kosong pikiran. Serap sebanyak-banyaknya kalimat, merenungkannya perlahan, dan kembali merasakan batin kita sendiri.

Apabila rutinitas kita membuat kita enggan memberikan perhatian kecil di sekeliling sehingga tak sadar ada kucing terjepit di jalan, ada bayi lucu yang digendong ibunya di kereta pulang, dan ada keluarga yang sedang memakan es krim bersama-sama di depan minimarket — maka berhenti membaca sekarang. Periksa marketplace dan checkout buku ini saat ini juga (agak terdengar mengancam, tapi tolong anggap ini serius).

Beberapa inti buku yang menarik bagiku:

  • Berhenti itu tidak selalu buruk, bahkan memang bukan keburukan sama sekali. Musik indah karena ada jarak setiap nada. Pidato bagus karena ada jeda di setiap kata. Manusia? Akan lebih tenang jika bisa menikmati istirahat. Kita tidak diburu hewan buas, menunggu keputusan sampai benar-benar matang dan menunggu waktu untuk menerjemahkan perasaan — adalah bentuk kasih yang memperindah proses kehidupan.
  • Salah satu cara memahami emosi negatif adalah dengan tidak terlalu melekat pada labelitas yang kita berikan kepadanya. Kemarahan, kebencian, atau dendam hanyalah label bahasa. Di balik semua itu, ada energi yang sedang bergerak di dalam diri. Ketika energi tersebut disadari tanpa dihakimi, lalu dibiarkan hadir dan berlalu, ia perlahan dapat bertransformasi menjadi bentuk yang lain.
  • Kalau kita mau sukses karena ingin merendahkan orang lain yang pernah meremehkan kita, lalu setelahnya apa? Apa yang akan kita lakukan setelah membuktikan kepada mereka bahwa mereka salah?
  • Bentuk cinta disebut cinta jika kita tak peduli sudah memberikan seberapa banyak. Kita ingin selalu memberi lagi. Memberi kasih, usaha menguatkan hubungan, dan kebaikan apa pun untuk orang yang kita cintai.

Inti buku yang bisa aku tulis hanya empat dari banyaknya kutipan di dalamnya. Hal ini terjadi karena menurutku, di beberapa bagian dalam buku ini kontekstualnya tidak sejalan dengan logika masing-masing orang. Contohnya ketika aku menemui kutipan yang kurang lebih mengatakan bahwa kita tidak perlu melakukan apa pun untuk menyembuhkan luka, bahwa luka itu akan sembuh dengan sendirinya. Dalam beberapa situasi, aku bisa menerima hal itu, tetapi ketika berurusan dengan hal berat seperti trauma, ini bukanlah cara yang tepat untuk menanganinya. Jadi, buku ini bagus — aku tidak meragukan itu. Namun, kosongkan gelas. Ambil beberapa kutipannya, dan kesampingkan kutipan yang dirasa tidak masuk akal.

— Anotasi Buku — Akhyatun Nisa

Punya tulisan tentang buku? Terbitkan di Booknotations. Daftar sekarang dan cek panduannya!

[embed]Submission Guideline — Booknotations Panduan mengirim tulisan ke Booknotationsmedium.com


메타데이터
post_id
a0bd85581291
slug
the-things-you-can-see-only-when-you-slow-down-haemin-sunim-a0bd85581291
url
https://medium.com/booknotations/the-things-you-can-see-only-when-you-slow-down-haemin-sunim-a0bd85581291
canonical_url
https://medium.com/booknotations/the-things-you-can-see-only-when-you-slow-down-haemin-sunim-a0bd85581291
author_url
https://medium.com/@akhyatunnisa
status
ok
fetched_at
2026-06-15 20:49:13