← Back to list

Serunya Naik Angkutan Perkotaan (Angkot)

Cerita naik angkot yang duduknya saling berhadapan

Ibrahim Dutinov · 2025-02-05 11:18 · 210 claps · 1.6 min read paywalled
#angkot #menulis #menulis-bebas #bahasa-indonesia #artikel-bahasa-indonesia
Open on Medium ↗

Photo by Adismara Putri Pradiri on Unsplash

Photo by Adismara Putri Pradiri on Unsplash

Serunya Naik Angkutan Perkotaan (Angkot)

Cerita naik angkot yang duduknya saling berhadapan

Angkot pernah mengubah saya menjadi pemberani, ceria, dan orang yang bisa peduli terhadap sesama penumpang. Cerita ini mungkin tidak akan terulang untuk anak sekolah menengah atas (SMA) waktu itu di masa sekarang, saat telepon pintar mulai mudah dijangkau.

Selain karena bisa menampung lebih banyak penumpang, tempat duduk angkot yang dirancang untuk saling berhadapan mungkin sengaja didesain untuk saling peduli.

Lanjutkan membaca dengan tautan teman.

Di mobil yang bisa menampung 8–10 penumpang itu saya pernah belajar serunya mengobrol dengan sesama penumpang, menegur/ditegur saat resleting tas terbuka, bertukar tempat duduk saat penumpang yang posisinya di belakang akan turun, dan lain sebagainya.

Angkot menjadi andalan keluarga saya sejak dahulu. Menghubungkan saya dan kakak-kakak saya dengan SMA, menghubungkan orang tua saya dengan pasar, menghubungkan kakak dengan tempat kerjanya, dan tentunya menghubungkan sopir dengan senyum keluarganya ketika mendapatkan ongkos yang banyak.

Di angkot, saya belajar bahwa untuk memulai obrolan itu mudah. Cukup dengan senyum dan bertanya, tujuan. Dari tujuan nanti akan cerita: oh di sana kenal sama si A, tidak?

Kepedulian para penumpang juga patut diacungkan jempol. Seperti mau membukakan pintu samping karena salah satu penumpang ada yang kegerahan. Atau peduli dengan ikut menanggung beban karung/keresek ibu-ibu yang habis belanja dari pasar.

Kalau sekarang mungkin penumpang lebih banyak yang aktif bermain dengan gawai, ya. Kalaupun ada obrolan menarik, biasanya dilakukan oleh orang yang sudah tua. Pas saya mah, dulu naik angkot dari sekolah sampai ke pertigaan transit, mengobrol sama teman bisa bikin satu novel kalau ditulis.

Pernah satu ketika kami asyik mengobrol sampai-sampai anak yang lain yang tidak saling kenal sebelumnya juga ikut tertawa dan ikut mengobrol. Ongkos anak sekolah juga murah, jarak jauh dekat hanya seribu rupiah. Sopir juga tidak memperlihatkan kekecewaan, sopir mungkin paham bahwa anak sekolah adalah aset yang wajar kalau disubsidi.

Pernah saya duduk di depan dan diceramahi mamang sopir agar bisa sekolah dengan serius, jangan bolos apalagi tauran. Ingin sekali bercerita lebih lebar dari sekedar menulis 300 kata saja, tapi waktunya belum sempat. he-he.

Mungkin pembaca ada yang punya cerita lebih menarik ketika menggunakan moda transportasi umum yang satu ini? bagikan di kolom komentar, yuk.


메타데이터
post_id
a0e559ec68dd
slug
serunya-naik-angkutan-perkotaan-angkot-a0e559ec68dd
url
https://medium.com/@ibrahimdutinov/serunya-naik-angkutan-perkotaan-angkot-a0e559ec68dd
canonical_url
https://medium.com/@ibrahimdutinov/serunya-naik-angkutan-perkotaan-angkot-a0e559ec68dd
author_url
https://medium.com/@ibrahimdutinov
status
ok
fetched_at
2026-07-21 02:19:38