← Back to list

Sedikit Keresahan

Kondisi ekonomi seperti ini, rasanya menjadi serba salah. Ingin membuka usaha sendiri, tapi terlalu berisiko sebab ketidakpastian…

Salmanurjannah · 2025-08-28 11:08 · 0 claps · 1.7 min read
#job-seekers #rekruter #gaji #tunjangan
Open on Medium ↗

Sedikit Keresahan

Kondisi ekonomi seperti ini, rasanya menjadi serba salah. Ingin membuka usaha sendiri, tapi terlalu berisiko sebab ketidakpastian kebijakan pemerintah, daya beli masyarakat yang menurun, hingga modal yang dimiliki juga tak seberapa. Ingin kembali menjadi budak korporat, tak kunjung mendapatkan panggilan kerja. Para rekruter meminta kualifikasi bak dewa, tetapi kemampuan menggaji tak seberapa. Jumlah pencari kerja yang over supply, menyebabkan nilai tenaga kerja juga menjadi melemah. Perusahaan berbondong-bondong memberi gaji sekecil-kecilnya, dengan mengakali beragam cara, tetapi tetap mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Apabila kandidat A tidak menerima tawaran yang diberikan sebab gaji terlalu kecil, rekruter akan dengan mudah mendapatkan kandidat lain karena tenaga kerja saat ini melimpah, tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia.

Menjadi jobseeker tak mudah. Akan tetapi, menjadi pekerja yang dibayar dengan nominal di bawah standar, sama tidak mudahnya. Menjadi seseorang yang belum memiliki pekerjaan tetap, atau bahkan belum memiliki pekerjaan sama sekali, rasanya seperti beban. Punya badan yang kuat, pikiran yang tidak bodoh-bodoh amat, umur yang produktif, tapi tak bisa menghasilkan apa-apa. Rasanya tidak berguna. Dengan kondisi demikian, tentu tidak diam saja. Banyak usaha yang dilakukan. Apply job setiap hari, memikirkan bisnis yang cocok dengan risiko yang kecil, mengikuti beragam pelatihan untuk meningkatkan kapasitas diri, hingga melakukan hobi-hobi yang sempat tertunda. Sepertinya, dulu saat di posisi seperti ini, segalanya tidak lebih sulit. Tidak sampai dua bulan, tawaran pekerjaan sudah didapat. Namun, kondisi saat ini rupanya agak berbeda dari sebelumnya. Sudah beragam cara dilakukan, tapi lebih dari tiga bulan tidak kunjung mendapatkan tawaran. Maksimal hanya sampai tahap wawancara. Entah apa yang membuat semua terasa lebih sulit. Mungkin musabab kondisi ekonomi saat ini yang tidak stabil.

Di belahan bumi yang lain, ada pula pekerja yang bekerja pontang-panting tapi tidak diberi gaji yang layak. Mengorbankan waktu untuk mobilitas dari tempat tinggal ke kantor, menembus kemacetan, berdesak-desakan di public transport, lembur sampai pagi, dan banyak pengorbanan lainnya. Tetapi, tidak sedikit dari mereka yang digaji di bawah UMR. Demi bertahan hidup, mereka enggan meninggalkan pekerjaan itu. Gaji yang tak seberapa, tapi harus didapatkan dengan keringat dan air mata yang tak terkira.

Melihat kondisi demikian, rasanya semakin muak dengan para pejabat yang tidak kompeten tapi berhasil duduk di kursi kekuasaan sambil leha-leha. Menikmati gaji buta, memeras keringat rakyat kecil, menindas dengan pajak-pajak yang semakin gila, dan menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi. Bukan lagi rahasia umum. Gaji dan tunjangan DPR yang mencapai 100 juta per bulan, terasa tak sepadan dengan beban pekerjaannya yang hanya duduk-duduk di kursi Senayan, rapat sambil bermain ponsel, dan berpura-pura mendengar suara rakyat. Begitu kejamnya dunia, apalagi menjadi warga negara konoha. Harus banyak bersabar, mendoakan diri tetap waras meskipun dikelilingi oleh hal-hal gila.

Madiun, 28 Agustus 2025


메타데이터
post_id
a12d90bbcf32
slug
sedikit-keresahan-a12d90bbcf32
url
https://medium.com/@salmanurjannah24/sedikit-keresahan-a12d90bbcf32
canonical_url
https://medium.com/@salmanurjannah24/sedikit-keresahan-a12d90bbcf32
author_url
https://medium.com/@salmanurjannah24
status
ok
fetched_at
2026-08-06 21:37:47