← Back to list

“When Yh…?” is Probably the Loneliest Thing We Usually SAY

Hampir di setiap postingan tentang romantic relationship, anniversary, lamaran, atau bahkan gestures kecil dalam hubungan, selalu ada…

Joan Thalita · 2026-05-28 16:21 · 0 claps · 4.8 min read
#phenomenology #loneliness #urban #social-media #psychologists
Open on Medium ↗
Wiki topics: PHI · Philosophy 🔒 · Cybersecurity 💑 · Relationships 🧠 · Mental Wellness

“When Yh…?” is Probably the Loneliest Thing We Usually SAY

Hampir di setiap postingan tentang romantic relationship, anniversary, lamaran, atau bahkan gestures kecil dalam hubungan, selalu ada komentar yang terus muncul:

“When yh…?”

Sekilas, kita sering kali menganggap kalimat itu seperti candaan internet biasa. Sesuatu yang ringan, receh, dan seringnya, sih, ditulis sambil bercanda bareng mutualan atau teman-teman sendiri. Tapi, semakin sering menemukan kalimat itu, aku mulai menyadari bahwa fenomena ini sebenarnya… menarik! Banget.

Istilah “when yh?” sendiri adalah bahasa gaul yang populer di media sosial seperti Instagram atau X. Kalimat ini berasal dari gabungan kata bahasa Inggris when (kapan) dan partikel informal bahasa Indonesia yh (ya). Biasanya, istilah ini digunakan sebagai pertanyaan retoris, artinya, ketika orang bertanya “when yh?”, bisa jadi dia nggak benar-benar mau tahu tentang “kapan?”-nya, atau, bisa juga sebagai ekspresi pasrah ketika orang tersebut melihat pencapaian, kebahagiaan, atau intimacy yang dimiliki orang lain.

Pinterest/Acc: @ddrewieske

Pinterest/Acc: @ddrewieske

Misalnya:

  • Lihat story temen lagi jalan-jalan sama pacar… when yh?
  • Lihat temen bisa pergi atau beli sesuatu pakai hasil kerjanya sendiri… when yh?
  • Lihat anak perempuan yang punya figur Ayah… when yh?

Kalimat ini sering kali digunakan sebagai candaan. Tapi, semakin sering muncul di fyp, semakin sering melihatnya, aku merasa “when yh?” sebenarnya bukan suma soal relationship atau achievement hidup. Mungkin, itu adalah bentuk ‘loneliness modern’ yang paling mudah diterima secara sosial.

“When Yh?” dan Kebutuhan Manusia untuk ‘Dipilih’

Secara psikologis, manusia memang punya kebutuhan mendasar untuk merasa terhubung dengan oran lain. Dalam teori Need to Belong yang dikemukakan oleh Baumeister dan Leary (1995), manusia tuh punya dorongan fundamental untuk membentuk hubungan emosional yang dekat, stabil, hangat, dan bermakna.

Pinterest/Acc: @90scrackbaby

Pinterest/Acc: @90scrackbaby

Artinya, kebutuhan untuk dicintai, dipilih, atau merasa dimiliki bukan sesuatu yang ‘lebay’ atau terlalu sentimental. Itu pure bagian dari kebutuhan psikologis manusia. Dan menurutku, dalam hal inilah “when yh?” jadi menarik. Karena sering kali, orang nggak benar-benar mau bilang:

“Aku mau relationship!”

Melainkan:

“Aku juga mau ‘dipilih’ seperti itu…”

Dari sini, kita bisa melihat bahwa ada kebutuhan emosional yang tersirat dalam kalimat “when yh?”, seperti:

  • Ingin dianggap penting
  • Mau memiliki ‘rumah’ tempat berpulang
  • Kerinduan merasa cukup berarti untuk dipertahankan seseorang

Nah, mungkin itu sebabnya, komentar seperti “when yh?” terasa sangat universal. Hampir semua orang pernah berada di posisi melihat kebahagiaan emosional orang lain, lalu diam-diam lirih bertanya:

“A-aaku juga mau. Kapan giliranku?”

Media Sosial Membuat Intimacy Terlihat Seperti Sesuatu yang Dimiliki Semua Orang (Padahal Nggak Juga)

Dulu, manusia membandingkan hidupnya dengan lingkungan terdekat: tetangga, teman sekolah, atau keluarga. Sekarang, kita membandingkan hidup dengan algoritma. Aku nggak jago soal per-algoritma-an, tapi yang kutahu, algoritma itu bekerja dengan cara yang spesifik: ia benar-benar menampilkan momen-momen yang menarik untuk dilihat.

Relationship goals. Anniversary surprise. Bouquet flowers. Long paragraph. Healthy communication. Soft-launch relationship. Engagement photos.

Pinterest/Acc: @harveydavidson2

Pinterest/Acc: @harveydavidson2

Kita melihat intimacy semacam itu hampir setiap hari. Masalahnya, kita melihatnya terus-menerus tanpa benar-benar mengalami kedekatan emosional itu sendiri.

Di titik ini, teori Social Comparison dari Leon Festinger menjadi relevan. Festinger menjelaskan bahwa manusia cenderung menilai dirinya dengan membandingkan diri terhadap orang lain di sekitarnya. Semakin sering seseorang terpapar pada pencapaian atau kebahagiaan orang lain, semakin besar kemungkinan rasa ‘tertinggal’ itu muncul.

Dan media sosial memperbesar proses itu. See?

Akhirnya, “when yh?” muncul bukan lagi cuma soal candaan, tapi sudah mengarah ke respons psikologis terhadap perasaan:

Kayaknya, semua orang sedang dicintai. Sementara aku? Masih menunggu.

Kita Hidup di Era Paling Terkoneksi, tapi Juga Paling Kesepian (Kok Bisa?)

Nah, ini ironisnya. Generasi kita saat ini mungkin jadi generasi yang paling terkoneksi secara digital — tapi juga salah satu yang paling kesepian secara emosional.

Kita bisa berbicara dengan siapa saja dan kapan saja. Kita bisa melihat kehidupan orang lain dalam hitungan detik. Kita tahu siapa saja yang lagi jatuh cinta, siapa yang baru memulai hubungan romantik, siapa yang travelling bersama keluarga cemaranya.

Namun, kedekatan visual yang sering kita lihat itu nggak selalu menghasilkan kedekatan emosional. Dan menurutku, di sinilah ‘loneliness modern’ bekerja dengan cara yang berbeda.

Kesepian hari ini nggak selalu muncul dalam bentuk ‘nggak punya siapa-siapa.’ Kadang justru muncul saat kita terus melihat intimacy dari jauh tanpa benar-benar merasa memilikinya sendiri.

Kita jadi sangat akrab atau familier dengan gambaran tentang kedekatan, tapi nggak selalu berbarengan dengan pengalaman kedekatan itu sendiri. Akibatnya, banyak orang mulai merasa: semua orang punya seseorang untuk kembali, kecuali dirinya.

Dan mungkin, komentar “when yh?” adalah cara paling aman untuk mengungkapkan rasa itu tanpa terdengar lonely, sedih, atau… ngenes. Hehehhe.

Coba bandingkan:

  • When? → kesannya frontal, langsung, tegang, dan lebih pressure.
  • When yh? → terlihat lebih ringan, santai, for fun, playful.

Begitulah, candaan jauh lebih mudah diterima daripada pengakuan bahwa seseorang sebenarnya merasa kesepian.

“When Yh?” Sebenarnya Nggak Melulu Tentang Relationship

Semakin kucoba pikirkan, semakin aku merasa bahwa fenomena ini sebenarnya bukan cuma tentang keinginan memiliki pasangan. Karena sering kali, yang dirindukan bukan relationship itu sendiri, melainkan hal-hal yang diasosiasikan dengannya:

  • Rasa aman secara emosional
  • Keberadaan seseorang yang konsisten
  • Perasaan diprioritaskan
  • Atau… sekadar merasa ada yang tinggal

Mungkin itu sebabnya orang bisa merasa sangat emosional cuma karena melihat hal-hal ‘kecil’ seperti:

  • Seseorang diantar pulang
  • Dibelikan makanan favorit
  • Diingat hal-hal kecil tentang dirinya
  • Punya seseorang untuk diajak berbagi hari

Karena di tengah kehidupan yang makin individualis dan cepat, banyak orang sebenarnya merindukan koneksi yang stabil. Bukan koneksi yang ramai, labil, ataupun validasi digital. Tapi keterhubungan emosional yang benar-benar nyata. Dan mungkin, itu yang membuat “when yh?” kedengarannya sederhana, tapi diam-diam punya sesuatu yang lirih dalam hati dan tersirat, tapi juga begitu manusiawi.

Kita memang hidup di zaman di mana rasa kesepian nggak lagi selalu diucapkan secara langsung. Ia hadir dalam bentuk meme, candaan, atau komentar kecil di media sosial. That’s… “when yh…?”

Dan mungkin, di balik 2 kata dan 1 pertanyaan sederhana itu, ada banyak hal yang sebenarnya mau disampaikan: tentang rasa ingin dipilih, rasa takut tertinggal, kebutuhan untuk memiliki, dan harapan bahwa suatu hari nanti, seseorang akhirnya benar-benar datang untuk tinggal.

Jadi… when yh?

References

  • Baumeister, R. F., & Leary, M. R. (1995). The need to belong: Desire for interpersonal attachments as a fundamental human motivation. Psychological Bulletin, 117(3), 497–529.
  • Festinger, L. (1954). A theory of social comparison processes. Human Relations, 7(2), 117–140.

메타데이터
post_id
a1d9dbae32b5
slug
when-yh-is-probably-the-loneliest-thing-we-usually-say-a1d9dbae32b5
url
https://medium.com/@joanthalita.id/when-yh-is-probably-the-loneliest-thing-we-usually-say-a1d9dbae32b5
canonical_url
https://medium.com/@joanthalita.id/when-yh-is-probably-the-loneliest-thing-we-usually-say-a1d9dbae32b5
author_url
https://medium.com/@joanthalita.id
status
ok
fetched_at
2026-06-09 15:37:30