← Back to list

Kata Nadin, Kereta Ini Jalannya Cepat

Sudah Oktober saja tiba-tiba. Gak nyangka aku bisa bertahan sejauh ini, melakukan banyak hal. Melewati banyak perubahan. Menikmati sebuah…

Agen Neptunus · 2025-10-01 03:15 · 3 claps · 1.8 min read
#family #sulung #anakpertama #anak-yatim
Open on Medium ↗
Wiki topics: 👨‍👩‍👧 · Family & Parenting

Kata Nadin, Kereta Ini Jalannya Cepat

Sudah Oktober saja tiba-tiba. Gak nyangka aku bisa bertahan sejauh ini, melakukan banyak hal. Melewati banyak perubahan. Menikmati sebuah keberuntungan. Memaafkan berbagai macam kesalahan. Banyak sekali yang terjadi tahun ini.

Satu hal yang tidak mungkin aku lupakan adalah perihal seringnya aku sakit, mondar mandir Rumah Sakit, bolak-balik Apotek dan yah upaya-upaya sembuh yang membuatku bersyukur bisa melewati itu semua.

Rutinitas bekerja yang sebenernya membosankan ternyata mampu membawaku pada keberanian menuntut adikku untuk kuliah — setelah 3 tahun gapyear. Iya. Menuntutnya. Hehe. Terdengar seperti VOC mungkin, kalau mama-mama gen z sih seringnya bilang “didikan VOC” . Yah, apapun itu, aku memang sedikit memaksa. Bagaimana tidak? Di usia nya yang bagiku masih tergolong muda, terlebih dia laki-laki, dia sudah meminta untuk di nikahkan dengan kekasihnya.

Meski lebih tepatnya, dia diminta segera menikahi kekasihnya. Beruntung aku memiliki ibu yang demokratis, beliau menasehati adikku untuk meminta pendapatku — yang sampai sekarang permintaan itu tidak pernah ku dengar. Entah karena takut, atau dia sudah tau jawabanku bagaimana. Sungguh, aku tidak pernah berusaha memisahkan dia dengan kekasihnya.

Benar-benar menguras energi dan emosiku memang, bagaimana tidak. Sebagai yatim anak pertama terlebih perempuan, rasanya pundak ini sungguh banyak sekali bebatuan. Adik laki-lakiku diputus oleh pacarnya karena dia memilih untuk kuliah. Pffft hal-hal yang sebenernya membuatku sering heran “kenapa aku yang ada di posisi ini ya Allah” aku sangat tidak menyukai perdebatan dengan keluarga, tapi fakta nya karena itu adikku menjadi sering membuatku sakit hati.

Dia bilang aku mengatur, mengekang dan banyak hal — yang sebenernya menurutku ini adalah pilihan terbaik. Meski saat menulis ini, adikku sudah masuk menjadi mahasiswa di kampus swasta itu. Ya dia memilih mendengarkan pilihan hidup yang diminta oleh kakak perempuannya. Rasanya kadang masih ada sedikit rasa bersalah “apa aku terlalu keras ya”. Tapi bagiku, tidak ada pilihan lain selain pendidikan. Sejak bapak berpulang aku dengan mantap yakin, aku bisa menguliahkan adikku. Itu janjiku pada bapak.

Bukan melarang adikku untuk menikah, hanya saja. Terlalu cepat bagiku untuk seseorang menikah padahal ada banyak mimpi nya yang belum tercapai. Ya ya ya aku tau mimpi bisa dicapai bersama. Tapi hey? Lahir dari keluarga perintis, bukankah banyak mimpi yang terkubur? Aku tidak ingin adikku menyesal. Untuk itu. Semoga semesta merestui upayaku ini.

Yah, semoga jabatan yatim kakak pertama yang juga menjadi seorang sandwich generation ini tidak membuatku merasa tidak berarti. Aku sangat menyayangi diriku lebih dari aku menyayangi siapapun. Semoga aku tetap bisa menyayangi diriku dengan sangat penuh diantara banyaknya tantangan yang harus aku lewati.

Pict by auliahope

Pict by auliahope

Ditulis saat akan menyelesaikan report akhir bulan

1/10/25

Potorono, Bantul.


메타데이터
post_id
a28b508e2ce2
slug
kata-nadin-kereta-ini-jalannya-cepat-a28b508e2ce2
url
https://medium.com/@auliahope/kata-nadin-kereta-ini-jalannya-cepat-a28b508e2ce2
canonical_url
https://medium.com/@auliahope/kata-nadin-kereta-ini-jalannya-cepat-a28b508e2ce2
author_url
https://medium.com/@auliahope
status
ok
fetched_at
2026-07-17 03:06:15