← Back to list

Yang Bisa Dilakukan Untuk Menghindari Zinah Selain Menikah

Sebagai anak baik-baik dan saleh (ehm) yang sering diminta segera menikah agar menjauhi zina, saya sangat relate dengan masalah ini. Zina…

Bayu Kharisma Putra · 2022-07-09 13:41 · 0 claps · 2.6 min read
#pemerintah #kpk #manchester-united #hobi #zinas
Open on Medium ↗

Yang Bisa Dilakukan Untuk Menghindari Zinah Selain Menikah

Sebagai anak baik-baik dan saleh (ehm) yang sering diminta segera menikah agar menjauhi zina, saya sangat relate dengan masalah ini. Zina, bukan hanya dilarang, namun juga bisa diganjar dosa yang banyak jika dilakukan. Sebagai umat muslim yang taat dan rajin mengaji (ehm, lagi), tentu saya tak ingin berzina, meski konon katanya nikmat tak terkira. Tapi, hukuman dan risiko yang harus didapat juga bukan main-main. Karena itulah, saya sangat menentang umat kita berzina.

Tapi saya yakin, menikah bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk menghindari zina. Meski itu cara yang teramat tepat dan juga baik. Yang agak mengganjal hanya jika hal itu dijadikan alasan saat ketahuan nikah lagi tanpa persetujuan istri dan keluarga. Tentu Anda sekalian paham dengan maksud saya. Saya tak bilang menikah untuk menghindari zina itu tak boleh. Dua insan bersatu, kok, nggak boleh, memang saya ini siapa berani melarang. Hanya saja banyak jalan menuju Roma maupun Bawen. Banyak cara yang bisa dipilih, bahkan tulisan ini pun tak akan cukup untuk membahas kiat-kiat tokcer nan ambisius ini.

Salah satu metode yang lumayan manjur adalah mencari hobi baru. Soal hobi ini agak luas. Beberapa orang mengaku sulit mencari hobi, atau bahkan tak punya hobi. Ada juga yang cukup dengan satu hobi. Sementara yang lain punya banyak hobi. Pokoknya dobrak semua itu. Kita tak pernah tahu kalau belum mencoba. Bisa jadi Anda bisa melupakan obsesi untuk terus berzina dengan menikmati hobi yang benar-benar baru itu.

Anda bisa merakit dan balapan tamiya. Sebuah kegiatan yang bisa dibilang tak termakan zaman. Siapa tahu dengan melihat perputaran dinamo dan roda karet, otak Anda tak lagi tersedot ke ranah hal-hal yang tidak senonoh. Atau Anda bisa ikut kompetisi, lalu berimajinasi tamiya Anda bisa mengeluarkan kekuatan petir layaknya Sonic dan Magnum Saber. Semoga dengan begitu ruang imajinasi Anda bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat.

Kalau itu tak berhasil, maka tinggal cari hobi lain yang sesuai dengan Anda. Bukankah ada merajut, bikin kompos, merangkai bunga, membuat kerajinan dari bahan bekas, membuat perabot dari tanah liat, menonton film dan jadi sinefil, naik gunung dan jadi bijak, menanam jambu, mengukir sandal Swallow, memasak makanan khas Ugandha, tukang komen “apa cuma gue doang yang nggak tahu” di Youtube, bikin cover lagu-lagunya Rafika Duri, dan lain sebagainya. Pokoknya banyak hal yang bisa dipilih, tergantung kebutuhan saja.

Menjadi fans MU dan tim sejenisnya juga bukan pilihan buruk. Saya masih ingat kejayaan MU yang dramatis dan megah itu. Lalu, apa yang terjadi? Ya, benar, semua tinggal kenangan. Kenangan yang selalu dielu-elukan oleh para penggemarnya. Serupa dengan seseorang yang tengah berusaha menghidupkan lagi seonggok fosil Brachiosaurus. Mereka memilih hidup dalam kecintaan yang penuh penderitaan itu. Bodoh? Tentu tidak. Itu berani dan brilian.

Menjadi penggemar dan pendukung sebuah tim yang jadi olok-olok saja kuat, apalagi hanya menahan keinginan untuk zina. Kata Pak Sapardi, tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni. Nyatanya tak begitu. Ada para penggemar MU dan tim yang mirip dengannya. Dengan memiliki kesibukan untuk terus mengumpat dan menyakiti diri sendiri, banyak adrenalin dan tenaga yang sudah terkuras banyak.

Siapa tahu dengan habisnya cakra milikmu, keinginan untuk zina memudar. Dan justru keinginan untuk bertahan di tengah gempuran perundungan dan bertahan di percintaan yang bertepuk sebelah tangan, kiranya mampu menyadarkan diri bahwa ada perjuangan yang lebih penting. Dengan memiliki hubungan toxic dengan tim kesayangan, semoga ketajaman hati bisa meningkat. Kita jadi tak mudah tergoda dan dikit-dikit pengin zina.

Sebenarnya banyak rekomendasi yang ingin saya berikan, sayang ada batasan dalam tulisan ini. Tentu selain jumlah maksimal karakter, ada batasan tenaga dan pikiran juga. Intinya, menikah bukan satu-satunya cara. Apalagi memperbolehkan pernikahan anak-anak, maupun pernikahan paksa dengan tameng menghindari zina.

Atau Anda bisa tiru cara saya saja, karena sejauh ini berhasil. Apalagi kalau bukan meningkatkan iman dan takwa (uhuk), serta jadi fans KPK.


메타데이터
post_id
a28e643ec35b
slug
yang-bisa-dilakukan-untuk-menghindari-zinah-selain-menikah-a28e643ec35b
url
https://medium.com/@taibrupa/yang-bisa-dilakukan-untuk-menghindari-zinah-selain-menikah-a28e643ec35b
canonical_url
https://medium.com/@taibrupa/yang-bisa-dilakukan-untuk-menghindari-zinah-selain-menikah-a28e643ec35b
author_url
https://medium.com/@taibrupa
status
ok
fetched_at
2026-07-26 21:44:25