Netizen Adalah Deux Ex Machina Antara Penjuah Es Teh dan Gus Miftah
Aku ingin menjelaskan kasus kedua sosok ini dari sudut pandang penulis. Kebetulan kasusnya mirip dengan kondisi Deus Ex Machina. Sosok…
Netizen Adalah Deux Ex Machina Antara Penjuah Es Teh dan Gus Miftah
Aku ingin menjelaskan kasus kedua sosok ini dari sudut pandang penulis. Kebetulan kasusnya mirip dengan kondisi Deus Ex Machina. Sosok tangan tidak terlihat mengubah penyelesaian tokoh utama, bapak penjual es teh, menjadi tidadk semestinya.
Emang bagaimana yang semestinya? Mari kubahas dari sudut pandang penulis ya.
Photo by Jonathan Petersson on Unsplash
Dalam dunia fiksi, dikenal sosok Deus Ex Machina. Tangan tidak terlihat yang menyelesaikan masalah tokoh utama tidak semestinya. Di sini, tangan tidak terlihat itu adalah netizen.
Tokoh utamanya adalah bapak penjual es teh. Tokoh antagonisnya adalah Gus Miftah sendiri. Ingat, ini dari sudut pandang penulis.
Menurut Mitchell German, di dalam cerita terkenal yang sering kita tonton di bioskop atau baca di novel, ada 2 cerita yang saling bersenggolan satu sama lain.
- B-Story atau cerita biasa
- A-Story atau cerita luar biasa
Tokoh utama menjalani B-Story sehari-hari. Bapak penjual es teh menjual es tehnya dari satu tempat ke tempat yang lain. Sebenarnya antagonis dalam hidup bapaknya adalah ekonominya sendiri. Dia terus berjuang melawan kemiskinan dengan berjualan es teh.
Cocok sudah dengan B-Story. Dalam cerita bisa kita sebut babak pertama.
Eh, kok ya, A-Storynya malah Gus Miftah yang mengisi. Padahal, A-Story ini bisa siapa saja yang mengisi asalkan cocok dengan peran antagonisnya.
Bisa saja beliau menawarkan es tehnya di kerumunan penonton sepak bola. Kemudian ada yang mengambil tidak membayar. Itulah A-Story. Bisa juga dia menjajakannya tepat anak pulang sekolah. Ada yang mengambil tanpa membayar. Jadi lagi A-Story.
Masalahnya kenapa dengan Gus Miftah menjadi heboh?
Mari kita ulik sedikit. B-Story yang mana tokoh utamanya bapak penjual es teh, dia ternyata harus menyelesaikan konflik utama. Yaitu menghabiskan dagangannya di hari itu agar bisa pulang membawa uang. Kemudian konflik dengan Gus Miftah yang tentu sulit untuk dia kalahkan.
Penonton atau kita yang terlanjur melihat kondisi tidak seimbang itu, berperan menjadi Deux Ex Machina. Mirip cerita David melawan Goliath. Secara analoginya benar. Bapak penjual es teh tidak punya kuasa. Gus Miftah punya kuasa.
Semakin lengkap narasinya. Semakin liar juga di media sosial.
Akhirnya ketidakseimbangan menjadi-jadi dan netizen memilih untuk menjadi tangan tidak terlihat itu. Dengan memberikan dukungan secara tidak langsung yang mengubah peta protagonis versus antagonis.
Salah siapa dong?
Waduh, karena lengkap komposisinya, ya jelas Gus Miftah sebagai peran antagonis yang salah.
Sekali lagi, kenapa baru meledak sekarang?
Mudah jawabannya dari sisi pencerita.
Gus Miftah juga punya B-Story-nya sendiri. Saat dia mengadakan kajian dan ceramah yang kontroversial itu. Semestinya tidak perlu ada perkara yang lebih dulu muncul, tetapi terlanjur muncul dan menjadi pupuk bagi kasus yang baru terjadi.
Sudah semakin kompleks. Kalau diurutkan,
- Bapak penjual es teh. B-Story adalah jualan es teh sampai habis.
- Gus Miftah. B-Story adalah melakukan kegiatan ceramah hingga selesai.
- Keduanya beririsan kepentingan. Penjual es teh pengen jualan tetapi disenggol oleh Gus Miftah. Bisa jadi juga Gus Miftah pengen ceramah tetapi ada objek yang bisa dia jadikan bercandaan.
Ah, masak cuma seperti itu?
Yups, benar. Cuma seperti itu.
Ibarat kisah Harry Potter maka B-Story-nya adalah Harry ingin kehidupan sekolah yang normal di akademi sihir. Tetapi ada A-Story yaitu Voldemort yang ingin melenyapkan keturunan campuran.
Beririsanlah kepentingan. Selesai sudah jadi cerita yang menarik.
Ya, ini penyederhanaan saja. Hanya saja, menurutku sebagai penulis, kisah mereka berdua terlalu fiksi untuk dunia nyata. Sehingga ya… Kita merasa terlibat, relate, dan harus membantu David mengalahkan Goliath.
Begitu kira-kira. Huehehe.
메타데이터
- post_id
- a2bf75be44d3
- slug
- netizen-adalah-deux-ex-machina-antara-penjuah-es-teh-dan-gus-miftah-a2bf75be44d3
- url
- https://medium.com/@hanifmahaldi/netizen-adalah-deux-ex-machina-antara-penjuah-es-teh-dan-gus-miftah-a2bf75be44d3
- canonical_url
- https://medium.com/@hanifmahaldi/netizen-adalah-deux-ex-machina-antara-penjuah-es-teh-dan-gus-miftah-a2bf75be44d3
- author_url
- https://medium.com/@hanifmahaldi
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-23 01:26:47