← Back to list

Failing to Be a 25-Year-Old Human

Aku berusia hampir dua puluh lima tahun dan belum bergelar sarjana.

menulistutur · 2026-07-15 07:59 · 0 claps · 2.0 min read
#quarter-life-crisis #25-tahun #age-deadlines #antropologi #sarjana
Open on Medium ↗

Failing to Be a 25-Year-Old Human

Aku berusia hampir dua puluh lima tahun dan belum bergelar sarjana.

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi entah sejak kapan ia berubah menjadi semacam pengakuan dosa? Di sekelilingku, usia dua puluh lima seperti memiliki daftar pencapaian atas kesepakatan banyak orang hingga tak jarang dipaksakan hadir sebagai standar hidup mereka. Daftarnya di luar kepala, di antaranya lulus kuliah, memiliki fulltime job, mandiri secara finansial, mungkin bahkan memikirkan rencana pernikahan. Ketika daftar itu tidak terpenuhi, yang muncul bukan hanya rasa tertinggal, melainkan juga pertanyaan yang jauh lebih mengganggu: apakah aku gagal?

Kupikir aku sedang mengalami quarter-life crisis yang klise. Sampai aku sadar, mungkin yang sedang kualami bukan sekadar krisis. Mungkin aku sedang bertabrakan dengan sesuatu yang jauh lebih besar, yakni cara masyarakat mendefinisikan hidup yang “tepat waktu”.

There it is again, the most exhausting topic that somehow never gets old: timelines. Apparently, the discourse around age has no expiration date — only the people living through it do.

Untungnya (atau sialnya), aku belajar antropologi. Sebagai mahasiswa antropologi, aku berkali-kali menyadari bahwa hampir semua hal yang kita anggap “wajar” sebenarnya adalah hasil konstruksi sosial. Yep, aku berasal dari jurusan yang setiap kali kusebut namanya selalu diikuti pertanyaan, “Terus nanti kerja jadi apa?” The irony? Bahkan jurusanku sendiri tidak lolos dari konstruksi sosial. Sampai hari ini masih ada yang mengira antropologi mempelajari bintang-bintang, fosil dinosaurus, atau batuan.

Usia ideal untuk mencapai sesuatu bukanlah hukum alam. Ia lahir dari sejarah, ekonomi, budaya, dan nilai-nilai yang hidup pada suatu masa. Terlambat menurut suatu masyarakat belum tentu dipahami sama di masyarakat lain. Anggapan sukses di hari ini bisa jadi dipandang berbeda pada beberapa dekade mendatang.

Knowing all that doesn’t magically make me less anxious. Aku masih membandingkan diri dengan teman-teman sebayaku, masih takut dianggap tertinggal, dan masih merasa gelisah tiap kali berulang tahun. Antropologi memberiku jarak, menyadarkanku bahwa rasa cemas bukan semata-mata milikku sebagai individu, namun juga lahir dari dunia sosial yang membentuk cara kita memaknai waktu, produktivitas, dan pecapaian.

Jika masyarakat terus berubah, mengapa aku harus memenjarakan diriku pada definisi pencapaian yang lahir dari konteks yang mungkin sudah berbeda? Jika budaya selalu bergerak, mengapa aku merasa hidupku harus mengikuti satu linimasa yang dianggap wajar oleh semua orang? Setidaknya di sini, antropologi memberiku keberanian untuk mengubah pertanyaannya. Bukan lagi “Mengapa aku belum sampai di sana?” melainkan “Why does twenty-five feel so definitive?”

Deadlines are fascinating. They’re supposed to exist for assignments, grant proposals, tax reports. Somewhere along the way, we started assigning them to human lives.

Of all the things that scare me about being in my mid-twenties, age deadlines are probably the first thing I wake up to every morning. But at some point, deadlines started to feel strangely addictive. They give me this weird adrenaline rush — as if they’re forcing my terrified nervous system to wake up and face whatever I’ve been avoiding. Whether I like it or not.

Maybe this essay won’t get me a bachelor’s degree. Maybe it won’t make me twenty-two again. But at least, for the next few pages, I get to question the deadline instead of racing against it.


메타데이터
post_id
a2f1b394b850
slug
failing-to-be-a-25-year-old-human-a2f1b394b850
url
https://medium.com/@sabilsareas/failing-to-be-a-25-year-old-human-a2f1b394b850
canonical_url
https://medium.com/@sabilsareas/failing-to-be-a-25-year-old-human-a2f1b394b850
author_url
https://medium.com/@sabilsareas
status
ok
fetched_at
2026-08-28 20:09:10