di antara dua kemungkinan
dialog kecil berhiaskan sebuah harapan dan… ketakutan.
di antara dua kemungkinan

dialog kecil berhiaskan sebuah harapan dan… ketakutan.
Kami duduk di bawah rindangnya pohon kokoh ini, yang entah sampai kapan ia akan terus menyimpan berbagai lembar rahasia umat.
Kala itu, matahari mulai meremang, memberikan sebuah tanda bahwa kehadirannya yang sebentar akan segera menghilang digantikan purnama. Laki-laki itu tiba-tiba berkata;
“Ada dua kemungkinan agar kita ngga jadi beban orang tua lagi. Kita sukses, atau... mereka meninggal.”
“Kenapa ga kita aja yang meninggal?” Ujarku.
Benar, bukan? Bukankah lebih baik kita saja yang meninggal supaya kita tidak menjadi beban mereka lagi?
“Loh kok gitu, kenapa mau meninggal? Umur masih panjang malah mau meninggal.”
“Ya gak apa.. kalau sampe kan? Kalo ga sampe panjang?”
“Jangan gitu, seharusnya selain berdoa untuk kepanjangan umur orang tua... berdoalah agar umur kita lebih panjang, supaya kita bisa memiliki masa yang lebih lama mendoakan mereka.”
— di kala matahari mulai meremang,
04 july 2026
메타데이터
- post_id
- a316eb5f0c9d
- slug
- di-antara-dua-kemungkinan-a316eb5f0c9d
- url
- https://medium.com/@kaylasalsabiila1609/di-antara-dua-kemungkinan-a316eb5f0c9d
- canonical_url
- https://medium.com/@kaylasalsabiila1609/di-antara-dua-kemungkinan-a316eb5f0c9d
- author_url
- https://medium.com/@kaylasalsabiila1609
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-08 21:20:17