Tentang Pendidikan
Untuk apa berpendidikan tinggi jika akhirnya nganggur dan tak sukses, untuk apa berpendidikan tinggi jika akhirnya tetap mengurus rumah…
Tentang Pendidikan
Untuk apa berpendidikan tinggi jika akhirnya nganggur dan tak sukses, untuk apa berpendidikan tinggi jika akhirnya tetap mengurus rumah? pemikiran kolot yang diucapkan masyarakat desa.
ada program wajib belajar di galakkan oleh departemen pendidikan nasional yaitu siswa 9 tahun dalam pendidikan dasar. namun bagi masyarakat desa tidak banyak berpengaruh.
keadaan ekonomi adalah alasan masyarakat desa tidak melanjutkan sekolah. meski banyak yang gratis, tapi ada alat-alat yang harus dibeli sendiri dan ini menjadi penghalang.
masih terjadi di desa, pendidikan hanya sampai jeenjang smp atau mts. untuk sampai jenjang SMA masih sangat sedikit apalagi sampai kuliah.
anak menginginkan sekolah hingga jenjang kuliah, namun orang tua memiliki pemikiran kolot dengan mengatakan kuliah tidak perlu dan tidak ada gunanya hanya membuang uang saja. Pandangan ini muncul akibat banyak pengangguran setelah meraih gelar sarjana.
banyaknya pengangguran sarjana disebabkan lapangan kerja yang tidak banyak sesuai bidang keahliannya. ada juga dimana perguruan tinggi yang kurang berkualitas melahirkan sarjana kurang berkualitas.
namun juga masih ada yang bangga ketika memiliki anak bergelar sarjana, sebab menganggap anak sarjana akan menjadikan hidup menjadi terjamin.
pendidikan antara kota dan desa sangat buruk. dimana terkait akses, fasilitas dan infrastruktur yang masih jauh jangkauannya. Kemudahan akses internet di beberapa desa terpencil membuat anak-anak mencari alternatif lain untuk menambah pengetahuan yaitu dengan membaca buku. namun karena akses diawal juga menjadi penyebab terputusnya akses untuk membaca buku di tengah jalan.
Intervensi dari pemerintah desa, orang tua dan pengamat pendidikan diperlukan untuk mengatasi hal diatas. dalam pasal 9 undang-undang no 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, dimana pendidikan menjadi urusan pemerintah bersama, dibagi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
sekolah dasar kota sudah menggunakan google docs, google form dan sebagainya untuk pengajaran, sekolah dasar di desa masih tatap muka dalam pengajaran dan pengumpulan tugas.
stigma masyarakat pedesaan bahwa mereka terbelakang masih melekat di benak masyarakat. sudah banyak orang tua berbondong-bondong menyekolahkan anak ke sekolah bergengsi di daerah meski sangat jauh.hal ini baik, namun tidak semua orang tua mampu karena mengingat kondisi ekonomi keluarga jauh berbeda.sehingga kaum miski semakin miskin.
Untuk meningkatkan kualitas dapat dimulai dengan hal kecil: mengubah pola pikir masyarakat desa, khususnya anak-anak, mengenai pentingnya pendidikan untuk masa depan. kemudian difokuskan pada infrastruktur. dan faktor penting yang ada pada guru. fasilitas mentor yang berkualitas sehingga pendidikan berkualitas dapat lahir.
pendidikan harus jadi prioritas, pengembangan pendidikan di tingkat kabupaten harus adil, partisipatif, dan terintegrasi.
메타데이터
- post_id
- a3d16ef9be45
- slug
- tentang-pendidikan-a3d16ef9be45
- url
- https://medium.com/@inintan/tentang-pendidikan-a3d16ef9be45
- canonical_url
- https://medium.com/@inintan/tentang-pendidikan-a3d16ef9be45
- author_url
- https://medium.com/@inintan
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-18 00:10:23