← Back to list

Karakteristik Dasar Tulisan Kajian Ormawa

#8 Seri 3: Pengenalan #BeyondKastrat. Bagaimana struktur penulisan kajian yang diproduksi oleh Ormawa?

MabesTalk in Dunia Kampus · 2025-04-05 02:19 · 102 claps · 5.2 min read paywalled
#kajian #kastrat #tulisan #ormawa #dunia-kampus
Open on Medium ↗

BeyondKastrat

Karakteristik Dasar Tulisan Kajian Ormawa

#8 Seri 3: Pengenalan #BeyondKastrat. Bagaimana struktur penulisan kajian yang diproduksi oleh Ormawa?

Photo by Bram Naus on Unsplash

Photo by Bram Naus on Unsplash

Setelah membahas Kajian Strategis (Kastrat) dalam konteks keorganisasian dan fungsinya, beranjak menuju pembahasan kajian sebagai sebuah tulisan atau karya ilmiah. Tulisan ini akan berfokus untuk mengurai karakteristik dasar dari sebuah kajian yang diproduksi oleh berbagai ormawa (Organisasi Mahasiswa: BEM/Dema/Hima) di Indonesia. Ini hanya sebuah pengenalan gambaran besar saja, mencakup struktur tulisan, isu yang dibahas, metode yang digunakan, dan publikasi kajiannya.

Tulisan ini mengurai karakteristik dasar tulisan kajian dengan sumber utama adalah pedoman kajian yang saya miliki aksesnya, yakni pedoman Kastrat BEM Kema Unpad 2024. Selain itu, atas dasar pembacaan saya terhadap beberapa kajian dari berbagai ormawa lainnya.

Belum jadi member? Sila akses secara gratis di sini, fren!

Tahapan-tahapan Membuat Sebuah Tulisan Kajian

Dalam membuat sebuah kajian biasanya memiliki beberapa tahap.

Pertama, brainstorming ide atau mencari suatu isu yang penting untuk dikaji. Hal ini mungkin berawal dari satu orang atau lahir lewat proses diskusi para aktor yang akan menulis kajiannya.

Kedua, menentukan outline atau gambaran kasar kajian. Hal ini mencakup memilih perspektif atau teori yang digunakan sebagai pisau analisis, metode kajian yang akan digunakan, dan audiens yang dituju. Secara umum ini tahap menentukan cakupan/batasan kajian.

Ketiga, mengumpulkan bahan-bahan yang dibutuhkan. Misalnya pengumpulan data dari berbagai literatur (data sekunder) atau mencari data primer (seperti lewat survey, wawancara, dsb).

Keempat, menganalisis. Diawali dengan mendiskusikan masalah atau isu (termasuk data-data yang telah ditemukan). Bisa lewat forum internal (Kastrat/pihak yang mengkaji) atau lewat forum bersama eksternal (diskusi terbuka/konsolidasi).

Kelima, menulis kajian. Hasil analisis diskusi tersebut dieksekusi lewat penulisan kajian. Pada tahap ini permasalahan dan analisis dielaborasi hingga tuntas.

Keenam, publikasi. Beberapa hanya dipublikasikan ke Instagram, ada juga yang di berbagai media lainnya, seperti Medium, website instansi, Google Drive, dsb.

[embed]Mari Berkenalan dengan Kajian Strategis Mahasiswa! #6 Seri 3: Pengenalan #BeyondKastrat. Apa Itu Kajian Strategis Mahasiswa?medium.com

Outline atau Struktur Umum Tulisan Kajian

Layaknya tulisan lainnya, kajian pun memiliki strukturnya. Meskipun begitu, tidak ada satu aturan baku yang menjadi patokan bersama untuk sebuah tulisan kajian. Sehingga struktur kajian pun tidak seragam dan sesuai preferensi masing-masing ormawa. Bahkan ormawa dalam satu universitas yang sama pun bisa memiliki pedoman yang berbeda dalam penyusunan kajiannya.

Secara umum struktur kajian terdiri dari tiga bagian utama, yakni pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Elaborasi dari tiap bagian inilah yang bervariasi.

Pada bagian pendahuluan, biasanya memberikan gambaran umum permasalahan yang dikaji. Ada juga yang memaparkan secara eksplisit tujuan serta metode kajiannya.

Pada bagian pembahasan, merupakan bagian elaborasi masalah, analisis masalah, dan mendiskusikan hasil analisis. Ada juga yang di dalamnya dijabarkan masalah (kondisi faktual) dan suatu teori yang berkaitan atau menjabarkan argumen tentang kondisi idealnya. Elaborasi masalah pun mencakup berbagai aspek, seperti akar masalah, implikasi masalah, aktor yang berperan dalam masalah tersebut, dan menawarkan solusi alternatif ke depannya. Jika menggunakan suatu pisau analisis khusus, maka akan ditulis pada bagian ini.

Pada bagian penutup, umumnya terdapat kesimpulan, saran, rekomendasi, atau pernyataan sikap instansi (ormawa/kampus) pada suatu isu. Serta beberapa menampilkan referensi yang digunakan.

Itu menurut pembacaan sementara saya. Adapun berdasarkan pengalaman saya di Kastrat HMJ Unpad 2024, struktur kajiannya adalah

Pendahuluan

Overview masalah yang dikaji, batasan/cakupan masalah, tujuan kajian, pertanyaan masalah yang akan dijawab oleh kajian, dan metode kajian yang dipakai untuk menjawab masalah (literature review, analisis isi/konten, dan analisis framing).

Pembahasan

Ada dua tipe. Pertama, elaborasi masalah secara deskriptif, penyajian data sekunder atau argumen yang relevan, dan solusi atau saran ke depan. Tipe kedua, menyajikan data (primer) temuan, mendiskusikan temuan dengan kajian atau literatur lain yang relevan, dan saran ke depan. Ada juga yang menjelaskan terlebih dahulu teori atau metode yang dipakai. Tipe pertama biasanya dipakai untuk kajian yang memakai metode literature review. Sedangkan tipe kedua yang memakai metode analisis isi/konten dan analisis framing.

Penutup

Kesimpulan, saran, dan daftar referensi yang digunakan (beberapa ada yang tidak ditampilkan karena memakai sistem hyperlink).

[embed]Beberapa Fungsi Kajian Strategis Ormawa di Indonesia #7 Seri: Pengenalan #BeyondKastrat. Apa saja Fungsi Kajian Strategis Mahasiswa?medium.com

Apa Isu yang Dibahas?

Selanjutnya, apa saja cakupan atau gambaran isu yang sering dibahas. Seperti penjelasan sebelumnya, bahwa secara umum Kastrat mengkaji isu strategis skala nasional, lokal, hingga internasional. Pada bagian ini akan dielaborasi terkait isu strategis itu.

Secara garis besar, isu strategis terbagi dua: taktis dan non-taktis. Isu strategis taktis adalah isu strategis yang urgent untuk segera ditindaklanjuti lewat sebuah tindakan nyata sesuai sikap yang ditentukan. Tindakan atau aksi lanjutan dari aksi ini mencakup perencanaan hingga strategi gerakan. Dalam konteks ini, kajian dilakukan secara cepat karena memerlukan tindakan segera dan duduk persoalan telah dipahami jelas oleh publik (terlihat dari wacana di ruang publik).

Contoh isunya misalnya terkait penolakan usulan Baleg DPR terkait RUU Pilkada. Hal ini karena waktu pengesahannya mepet atau singkat, dari usulan hingga akhirnya diputuskan, sehingga memerlukan tindakan nyata segera yang akhirnya terejawantahkan dalam aksi #KawalPutusanMK. Isu lainnya umum ditemukan yang berkaitan dengan kebijakan publik. Baik itu yang perlu didorong secara cepat maupun ditolak. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan juga isu di luar itu.

Adapun isu strategis non-taktis merupakan isu strategis yang tidak memerlukan tindakan segera dari hasil kajian. Hal ini karena isunya memiliki rentang waktu yang cukup panjang, sehingga kedalaman kajian lebih diutamakan ketimbang kecepatan. Contohnya adalah isu kebijakan pemindahan Ibukota ke Kalimantan atau isu IKN.

Adapun indikator isu yang digunakan beberapa ormawa berlandaskan *City Resilience Framework*. Beberapa indikator tersebut adalah:

Magnitude: Tingkatan skala suatu fenomena atau peristiwa.

Prominen: Tingkat penting atau tidaknya aktor-aktor yang terlibat.

Proximity: Kedekatan suatu isu, fenomena, atau peristiwa dengan audiens.

Signifikan: Tingkatan dampak yang mungkin ditimbulkan.

Aktual: Tingkat kebaruan atau aktualitas sebuah peristiwa.

Human Interest: Aspek kemanusiaan atau yang menyentuh sisi emosional manusia.

Beberapa indikator tersebut sebenarnya juga kerap ditemukan dalam konteks jurnalisme, biasanya disebut sebagai “News Values” atau “Nilai Berita”. Meskipun ada beberapa indikator tambahannya.

Selain itu, ini juga tidak digunakan oleh semua Kastrat di berbagai ormawa.

Metode Kajian yang Digunakan

Sebagai sebuah karya ilmiah, tentu diperlukan kejelasan metode yang dipakai untuk melakukan pengkajian. Secara umum, dalam konteks metodologi, kebanyakan memakai metodologi kualitatif. Sangat jarang yang memakai kuantitatif, apalagi mix method.

Adapun untuk metodenya, umumnya adalah pendekatan analisis deskriptif, analisis komparasi, analisis kebijakan, dsb. Saya sebenarnya tidak mengetahui secara pasti kenapa jarang ada yang memakai pendekatan kuantitatif. Namun, salah satunya adalah karena mungkin ada berbagai keterbatasan, termasuk waktu dan aktor yang menjadi eksekutor kajiannya.

Meskipun begitu, terlepas dari metode apapun yang digunakan, sangat jarang ada kajian yang menyebut secara eksplisit metode yang digunakan. Pun sangat mungkin memang ada yang memandang kajian tidak membutuhkan metode tertentu. Padahal menurut saya cukup penting apabila memposisikan kajian sebagai karya ilmiah. Namun, jika tidak, mungkin penggunaan metode memang tidak dinilai penting.

[embed]Dinamika Gerakan Mahasiswa di Indonesia Pasca 1945 hingga Sekarang #4 Seri: Sejarah #BeyondKastrat. Menilik dinamika pergerakan mahasiswa setelah era kemerdekaanmedium.com

Dimana Biasanya Ruang Publikasi Kajian?

Sejauh ini yang saya tahu ada beberapa ruang publikasi yang kerap digunakan. Utamanya semuanya hampir pasti dipublikasikan di akun Instagram resmi ormawanya. Namun, terkadang tidak semua isi kajian ditampilkan di Instagram, hanya berupa narasi singkat saja.

Nah, ada beberapa yang versi full-nya di ruang lain. Kebanyakan berada di Google Drive, sebagian ada juga yang di sini (Medium) dan website resmi ormawa atau website khusus.

Penutup: Pengembangan Ke depan

Pada akhirnya tulisan ini mencoba untuk mengenalkan karakteristik tulisan kajian secara garis besar. Ada sedikit kesulitan ketika saya mencari rujukan yang khusus membahas pedoman kajian. Pedoman Kastrat pun saya dapat karena dari teman sendiri. Sisanya hanya bacaan saya atas beberapa kajian.

Dalam konteks substansi kajiannya sendiri akan ada pembahasan lanjutan, khususnya di Seri Analisis Kajian. Pada seri tersebut akan dibahas lebih proper atau rinci. Sebab ada beberapa catatan saya terkait ini.

Adapun sebagai penutup, semoga tulisan ini memberikan wawasan bagi publik terkait kajian yang banyak diproduksi oleh berbagai ormawa. Lalu harapannya sebagai bentuk apresiasi juga bahwa kajian-kajian yang diproduksi dilakukan secara serius dan sangat layak untuk dibaca oleh publik secara luas.

[embed]Tulisan Berseri #BeyondKastrat: Sebuah Pendahuluan #1 Seri: Pengantar. #BeyondKastrat merupakan proyek tulisan berseri yang akan mengupas dunia Kastrat dan…medium.com

Penulis: Yoga Firman


메타데이터
post_id
a4228b408689
slug
karakteristik-dasar-tulisan-kajian-ormawa-a4228b408689
url
https://medium.com/dunia-kampus/karakteristik-dasar-tulisan-kajian-ormawa-a4228b408689
canonical_url
https://medium.com/dunia-kampus/karakteristik-dasar-tulisan-kajian-ormawa-a4228b408689
author_url
https://medium.com/@mabestalk
status
ok
fetched_at
2026-07-20 10:21:28