← Back to list

Sebelas Film Mahasiswa KPI UM Bandung Menyalakan Panggung Sinema Kampus

Bandung — Lampu ruangan dipadamkan, layar perlahan menyala, dan ruang pertunjukan Bandung Creative Hub seketika berubah menjadi ruang…

Info UM Bandung · 2026-07-17 09:03 · 0 claps · 3.4 min read
#film #filmmaking #film-reviews #cinema #um-bandung
Open on Medium ↗
Wiki topics: CUL · Culture & Media 🎬 · Film & Television 🥊 · Combat Sports

Sebelas Film Mahasiswa KPI UM Bandung Menyalakan Panggung Sinema Kampus

Bandung — Lampu ruangan dipadamkan, layar perlahan menyala, dan ruang pertunjukan Bandung Creative Hub seketika berubah menjadi ruang perjumpaan berbagai emosi.

Tawa, haru, ketegangan, hingga keheningan mengiringi pemutaran sebelas film pendek karya mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung dalam ajang Cinematology 3.0 pada Rabu (15/07/2026).

Ajang tahunan tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus panggung lahirnya sineas-sineas muda kampus.

Mahasiswa semester empat dan enam menampilkan sebelas film berjudul “Sink”, “Sunyi”, “Hasad”, “Empty Within”, “Rasiah”, “Besok Jadi Apa”, “Hening yang Kita Pilih”, “Framed Memories”, “Impian Tukang Bubur”, “Salah Tempat”, dan “Somnabulisme”.

Setiap karya menawarkan sudut pandang yang berbeda tentang kehidupan, mulai dari pergulatan batin, hubungan antarmanusia, hingga isu-isu sosial yang dekat dengan realitas masyarakat.

Pemutaran film tersebut disaksikan mahasiswa lintas angkatan, orang tua, tamu undangan, dan masyarakat umum.

Antusiasme penonton memperlihatkan bahwa karya mahasiswa telah melampaui fungsi akademik.

Film-film tersebut hadir sebagai karya seni yang mampu membangun percakapan, menghadirkan refleksi, sekaligus menyentuh sisi emosional penontonnya.

Kaprodi KPI UM Bandung Rahmat Alamsyah mengatakan film merupakan bentuk karya budaya yang paling utuh karena menyatukan gagasan, sastra, visual, audio, dan seni bertutur dalam satu medium.

Oleh karena itu, film memiliki kekuatan bukan hanya untuk menghibur, tetapi juga menyampaikan gagasan dan membangun kesadaran sosial.

“Film bukan sekadar sarana hiburan, melainkan bisa menjadi jalan menyebarkan nilai-nilai kebaikan Islam. Selain itu, melalui film juga kita bisa berdakwah,” ujarnya.

Rahmat mengapresiasi perkembangan kualitas karya mahasiswa yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Menurutnya, penguatan bidang perfilman menjadi salah satu keunggulan Prodi KPI UM Bandung yang membedakannya dengan program studi sejenis di berbagai perguruan tinggi.

Komitmen tersebut akan diperkuat melalui pengembangan kurikulum dengan menambah mata kuliah yang berfokus pada produksi film.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori komunikasi. tetapi menguasai seluruh proses kreatif.

Mulai dari pengembangan ide, penulisan skenario, penyutradaraan, sinematografi, hingga distribusi karya kepada publik.

“Dengan cara demikian, saya berharap mahasiswa Prodi KPI UM Bandung bisa mendapatkan pengetahuan, pengalaman, dan sekaligus kemampuan lebih banyak dalam memproduksi film yang berkualitas,” kata Rahmat.

Ia menambahkan, Cinematology bukan sekadar wadah untuk mempelajari teknik pengambilan gambar atau penyuntingan video.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi laboratorium kreatif yang melatih mahasiswa membangun narasi yang bermakna, menerjemahkan nilai-nilai Islam ke dalam bahasa visual, serta menghasilkan konten yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Rahmat berharap lulusan KPI UM Bandung tidak hanya menjadi komunikator yang piawai berbicara di depan publik, tetapi mampu menyampaikan gagasan melalui karya visual.

Menurutnya, mahasiswa harus tumbuh sebagai content creator, filmmaker, storyteller, sekaligus dai digital yang profesional, kreatif, inovatif, dan berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.

Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah Sinematografi dan Produksi Film Dakwah Kelik Nursetiyo Widianto menjelaskan bahwa pembelajaran perfilman di Prodi KPI dirancang mendekati praktik industri kreatif.

Mahasiswa tidak hanya memproduksi film. Namun, belajar merancang strategi promosi melalui poster, publikasi media sosial, hingga menggelar pemutaran film secara mandiri agar memahami perjalanan sebuah karya dari proses produksi hingga bertemu dengan audiens.

Ia menambahkan, seluruh film mahasiswa akan didaftarkan untuk memperoleh piagam lulus sensor dari Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Tahun sebelumnya, sebanyak 12 film mahasiswa KPI UM Bandung telah berhasil memperoleh piagam lulus sensor.

Salah satu karya yang paling menyita perhatian penonton adalah “Sunyi”, film garapan sutradara muda Anadza Bilqis.

Film tersebut mengisahkan perjalanan seorang mahasiswa tunarungu yang menempuh pendidikan di bidang komunikasi.

Ceritanya terinspirasi dari pengalaman Ziyan Shafi Nur Fadhilah, mahasiswa KPI angkatan 2023, dan mengangkat pesan tentang empati, kesetaraan, serta hak setiap orang untuk belajar dan berkarya.

“Melalui film ini kami ingin menyampaikan bahwa komunikasi bukan hanya tentang mendengar dan berbicara, tetapi tentang empati, penerimaan, dan saling memahami. Harapannya, penonton dapat melihat bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, dan meraih impiannya,” tutur Bilqis.

Untuk menghadirkan cerita yang autentik, Bilqis bersama tim melakukan riset mendalam sebelum menyusun naskah, merancang visual, dan memilih pemeran yang mampu menggunakan bahasa isyarat.

Baginya, proses kreatif yang matang menjadi kunci agar pengalaman tokoh utama dapat diterjemahkan secara jujur dan menyentuh emosi penonton.

Bilqis menilai pengalaman belajar di Prodi KPI UM Bandung memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam seluruh proses produksi, mulai dari pra-produksi, produksi, hingga pascaproduksi.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi lahirnya sineas-sineas muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis.

Namun, mampu menghadirkan karya yang mengandung nilai dakwah, edukasi, dan kepedulian sosial.

“Ke depannya, saya berharap film-film pendek karya mahasiswa Prodi KPI UM Bandung semakin berkembang. Tidak hanya diputar di lingkungan kampus, tetapi mampu berkompetisi di berbagai festival dan menjadi media dakwah serta edukasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkas Bilqis.***


메타데이터
post_id
a44fe2b75afb
slug
sebelas-film-mahasiswa-kpi-um-bandung-menyalakan-panggung-sinema-kampus-a44fe2b75afb
url
https://medium.com/@umbandungnews/sebelas-film-mahasiswa-kpi-um-bandung-menyalakan-panggung-sinema-kampus-a44fe2b75afb
canonical_url
https://medium.com/@umbandungnews/sebelas-film-mahasiswa-kpi-um-bandung-menyalakan-panggung-sinema-kampus-a44fe2b75afb
author_url
https://medium.com/@umbandungnews
status
ok
fetched_at
2026-07-25 19:35:36