Sepi dan Gadis Kecil
Photo by Etienne Boulanger on Unsplash
Sepi dan Gadis Kecil
Photo by Etienne Boulanger on Unsplash
Sepi dan kesepian rasanya sudah akrab sekali di telinga gadis itu. Begitu pula di dalam hatinya, sepi dan kesepian sudah menjelma seperti sosok penghuni tetap di dalam sana. Seringkali mereka bertengkar, mengusir salah satu di antara keduanya yang tidak lebih layak untuk tinggal. Meskipun faktanya, gadis itu ingin mengusir keduanya.
Tak jarang ia mengunjungi tempat-tempat ramai. Menjelma sebagai manusia periang yang tersenyum setiap saat dan tertawa begitu riang. Pun acapkali ia memohon pada riang untuk serta merta tinggal dalam hatinya. Meski di ujung sana, sepi menatap iri sebab tak ingin terganti oleh hal lain selain kesepian.
Ia akrab dengan kehilangan. Dulu sering sekali mereka bertengkar, namun ekarang tak pernah sekalipun mereka beradu sebab ia memilih untuk damai. Ia memilih jalan pintas agar ramai cukup singgah di hatinya, bukan di kepalanya. Meski di sana, sepi terpaksa menutup diri agar damai tak malu menjemputnya.
Ia berlindung dibalik kata senang. Ia berlindung dibalik senyuman dan tawa yang ia lontarkan tanpa batas. Ia berlindung dibalik rasa takut akan kehilangan momen-momen bersama, maka ia menutup sepi demi bahagianya yang tak bisa dibilang nyata, sebab sepi masih menetap.
Barangkali suatu saat gadis itu temukan insan yang senang hati menawarkan raga untuk menyalurkan riang dan ramai ke dalam hatinya. Barangkali suatu saat gadis itu memilih berdamai dengan sepi dan menerimanya menetap selamanya di hatinya. Barangkali suatu saat gadis itu menemukan tenang yang tidak menolak untuk menetap. Barangkali suatu saat ia meraung-raung bak kucing yang mengeong kesakitan akibat emosinya yang tertanam. Barangkali suatu saat ia temukan hangat dalam tempat tinggal bagi ketenangan hatinya.
Barangkali, ia tetap gadis kecil yang mudah menangis dan meminta ampunan.
Barangkali, ia mencapai keberhasilan sesuai kamus pribadinya.
Barangkali. Barangkali.
Maka, semoga disemogakan, semoga tersemogakan.
Hangat selalu menyambut, meski sepi tetap menuntut. Maafku untuk sepi yang tak pernah luput dari dirimu.
메타데이터
- post_id
- a476c962e386
- slug
- sepi-dan-gadis-kecil-a476c962e386
- url
- https://medium.com/@aeiaden/sepi-dan-gadis-kecil-a476c962e386
- canonical_url
- https://medium.com/@aeiaden/sepi-dan-gadis-kecil-a476c962e386
- author_url
- https://medium.com/@aeiaden
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-13 06:23:13