Opini — AI (Artificial Intelligence) x Dajjal
Hari ini kita lagi dibuat asik dengan karya-karya generative AI yang makin real dan makin buat kita terkagum-kagum sendiri. Karya fotonya…
Photo by Brett Jordan on Unsplash
Artificial Intelligence x Dajjal
Hari ini kita lagi dibuat asik dengan karya-karya generative AI yang makin real dan makin buat kita terkagum-kagum sendiri. Karya fotonya, karya videonya, dan beragam macam karya lainnya. Semua serasa berjalan begitu saja. Semua orang sekarang sudah mengerti apa itu prompt. Bahkan bisa dengan mudahnya buat prompt. Belum bisa bikin prompt tapi kebelet bikin karya foto/video yang keren juga? Gampang, tinggal copy paste prompt yang udah ada, rubah dikit jadi sesuai yang kita mau, trus teken enter. Tunggu loading sebentar, dan voila! Jadilah sebuah mahakarya yang bahkan selevel desainer profesional pun perlu waktu berminggu-minggu buat bikin karya yang sama.
Ya, itulah realita perkembangan zaman dan peradaban sekarang. Semua bisa dengan mudahnya bergerak dan berkembang. Begitu pesat dan cepat. Saking cepatnya kadang kita sering lupa ini hari apa, tanggal berapa dll. Tahu-tahu sudah malam lagi. Tahu-tahu udah akhir bulan lagi.
AI jadi satu tools utama di masa-masa sekarang dan sedang jadi ujung tombak perkembangannya. Digembar-gembor terus di setiap marketing produk barang dan jasa, berseliweran di semua sosial media yang ada di genggaman kita. POV orang masuk surga/neraka, nenek-nenek terjun payung pake kebaya, parodi AI nyindir penguasa yang korupsi, dan banyak lagi yang lain.
Pertanyaannya, apa iya AI akan terus memanjakan kita kaya ini? Ada kekhawatiran besar kalau kita selalu bergantung sama mesin digital satu ini, kita akan tiba di satu titik kita semua gak akan bisa ngapa-ngapain dan semuanya musti harus untuk sangat bergantung dengan AI. Dan kalau dilihat dari perspektif kognitif, ini jadi tanda menurunnya kualitas otak kita. Karena sebagian besar pekerjaan kita udah digantikan sama AI. Mulai dari entertainment yang kita dimanjakan banget sama pilihan hiburan yang disajikan oleh mereka, sampai ke pekerjaan utama kita yang akhirnya diambil alih oleh mereka. Terus yang tersisa apa? Ya apa lagi kalau bukan manusia-manusia yang akan justru bergantung sama teknologi ini. Alih-alih kita dibantu, tapi akhirnya kita disingkirkan. Dan karena kita sudah disingkirkan sama mereka, akhirnya kita gak tau lagi mau ngapain. Manusia jadi kehilangan arah dan jadi zombie hidup: perut kenyang, tidur kurang, kulit pucat karena jarang keluar rumah, punggung bungkuk dan pandangan kabur-kaburan karena keseringan scroll medsos hal-hal yang gak penting.
Ada studi yang dilakukan oleh Massachussetts Institute of Technology (MIT) Media Lab tentang penggunaan Chat GPT yang ternyata bisa mengurangi kemampuan otak berpikir mandiri dan kritis. Mereka, orang-orang yang terlalu sering pake Chat GPT terdeteksi mengalami penurunan performa secara linguistik, perilaku, dan neurologis. Mereka jadi orang yang malas untuk menulis. Kalau dikasih tugas dari guru/dosen, cenderung langsung copy paste tanpa dibaca lagi, atau dikoreksi lagi. Pemahaman mereka tentang materi yang mereka search itu pun sangat dangkal. Kreativias mati, empati dan berpikir kritis juga menurun drastis. Bayangin kalau ini terjadi ke adik, sepupu, keponakan, teman, dan semua orang yang kamu kenal. Orang akan tetap hidup sih, mereka akan tetep makan, minum, tidur, dan bercengkrama dengan kita. Tapi jiwa mereka kosong. Mereka kelihangan makna hidup, dan punya sumbu pendek ke hal-hal yang sifatnya fundamental. Gampang marah, tapi tiba-tiba tertawa sendiri.
Konspirasi Dajjal?
Memang ada hubungannya dengan Dajjal? Secara cocokologi, ada banget. Oke, katakanlah gw sekarang berpikir liar, meracau, pikiran gak jelas kemana-mana karena punya opini kaya gini. Tapi coba kita reverse lagi semua pengetahuan kita tentang Dajjal dan korelasikan dengan realitas di zaman sekarang. Sebagai Muslim, kita tahu kalau Dajjal adalah sumber fitnah yang paling besar. Dia cuma keluar kalau orang-orang di atas bumi sudah terbiasa dengan berita pembunuhan, pemerkosaan, bunuh diri, orang-orang melakukan zina di pinggir jalan sudah biasa, fitnah bertebaran di mana-mana diatas bumi. Perempuan berpakaian tapi telanjang, laki-laki menyerupai perempuan dan sebaliknya, anak menghamili ibu kandung, dan banyaak lagi info yang kita pernah denger sebelumnya, jauh sebelum ini semua terjadi seperti sekarang. Saking bahayanya, nabi kita, Muhammad SAW berpesan kalau Dajjal masuk ke satu daerah, maka orang-orang disana harus tutup pintu dan jendela rapat-rapat, perbanyak dzikir dan ikat istri serta anak perempuan kita di tiang supaya gak keluar. Manusia akan sangat bergantung sama Dajjal beserta kroni-kroninya. Karena mereka yang pegang kendali di masa itu, disebabkan pemerintahan dan ulama yang sudah kosong jiwanya, dikuasai oleh nafsu dan syahwat sementara dan selalu haus akan hal itu.
Udah kebayang kan, gimana fitnah Dajjal nanti akan dengan mudahnya tersebar di seantero penjuru bumi dengan begitu mudahnya. Dan menyambung ke AI barusan, kita bisa lihat kalau AI bisa banget jadi alat yang akan ngebantu banget Dajjal dan pengikutnya sebarkan benih-benih kesyirikan dan kekafiran. Keyakinan gw makin besar ketika lihat realita zaman sekarang yang makin kesini justru makin kesana.
Maka dari itu, penting banget untuk kita di zaman sekarang sadar akan pentingnya penguatan iman. Bingung mulai dari mana? Gampang. Allah dan rasul-Nya sudah kasih kita guidance, petunjuk di 1400 tahun lalu. Kita bisa mulai dari perbaiki sholat. Yang sholat 5 waktunya masih belang bentong (jarang-jarang), mulai lebih disiplin sholatnya. Perbanyak interaksi sama Al-Qur’an, karena justru itulah manual book kita hidup di dunia. Ketiga, masuk ke circle-circle yang mendekati diri kita kepada Allah. Berteman dengan orang-orang sholeh. Misal belum bunya circle yang sholeh di sekitar, seenggaknya kita berteman sama orang yang gak neko-neko soal urusan agama dan keimanan. Terakhir, mulai rutinkan dengerin ceramah dan kajian islami. Karena pemupukan iman paling ampuh ya dimana lagi kalau bukan dengan menghadiri majlis ilmu. Belum bisa dateng ke majlis ilmu? Sekarang ada Youtube dan platform lain buat kita dapet ilmu dan siraman rohani. Gak ada alasan lagi sebenernya. Mulai juga bersihin konten-konten fyp di beranda sosial media kita dari hal-hal yang gak bermanfaat. Itu sih hal-hal sederhana yang bisa kita mulai. Gak perlu kita langsung jadi marbot masjid, beli gamis, sorban dan peci terus itikaf di masjid sambil dzikir. Perubahan itu menurut gw gak perlu terlalu radikal, cukup dari hal-hal sederhana tapi konsisten. Semangat!
Semoga kita, keluarga, anak-cucu kita, serta lingkungan kita selalu Allah lindungi dari Dajjal beserta fitnahnya. Aammin. Wallahu a’lam bi shawab.
메타데이터
- post_id
- a49532c24869
- slug
- opini-ai-artificial-intelligence-x-dajjal-a49532c24869
- url
- https://medium.com/@bezghy/opini-ai-artificial-intelligence-x-dajjal-a49532c24869
- canonical_url
- https://medium.com/@bezghy/opini-ai-artificial-intelligence-x-dajjal-a49532c24869
- author_url
- https://medium.com/@bezghy
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-19 08:50:07