← Back to list

Aku Mekar di Penghujung Musim Bunga

Catatan kecil dari tunas yang tumbuh belakangan

daisy · 2026-06-23 18:59 · 6 claps · 1.6 min read
#bungsu
Open on Medium ↗

Aku Mekar di Penghujung Musim Bunga

Catatan kecil dari tunas yang tumbuh belakangan

https://pin.it/2xJoo6KEX

https://pin.it/2xJoo6KEX

[embed]Biarkan melody Si Bungsu menemanimu saat menyelami tiap bait yang kutulis

Aku mekar di penghujung musim bunga. Pada musim ketika bunga yang dulu mengajariku tumbuh mulai merunduk pelan di hadapan waktu, ketika warnanya tak lagi secerah yang kutahu, bahkan batang yang selama ini menaunginya tak lagi setegak dulu, seolah lelah menopang musim yang terus berlalu.

Dari sanalah aku mulai mengerti bahwa tak semua yang mengajarkanku teduh akan selamanya mampu berdiri utuh. Ada waktu di mana kelopak ini harus belajar membuka dirinya sendiri, menatap matahari tanpa menunggu dinaungi. Sebab pada akhirnya, aku tak hanya sedang bertumbuh, aku sedang belajar menerima bahwa mereka yang paling kuat dalam ingatanku pun perlahan dapat dipeluk rapuh oleh waktu.

Di balik semua itu, aku mulai melihat satu tunas yang tumbuh paling belakangan. Ia tidak pernah benar-benar menjadi pusat perhatian, tapi justru di situlah aku mulai memahami bahwa tidak semua yang kecil berarti lemah dan tidak semua yang besar berarti paling kuat.

Mungkin, aku adalah bagian yang paling akhir tumbuh — bungsu — kata mereka. Aku datang ketika riuh di rumah mulai luruh seperti kelopak yang menua. Tunas kecil yang mekar ketika musim hampir selesai, ketika tanah mulai kehilangan suburnya dan cahaya tak lagi jatuh sebanyak yang diterima bunga-bunga sebelumku. Aku tidak mengenal seluruh kejayaan itu dalam bentuk utuh, yang kutemui justru sisa-sisa hangatnya, serpihan tenangnya, serta orang-orang yang berusaha tampak kuat meski diam-diam waktu merapuhkan banyak hal.

Mungkin karena itulah, menjadi bungsu terasa tumbuh sambil berkejaran — dengan umur yang tak pernah mau menunggu, dengan rumah yang perlahan berubah, dengan waktu yang diam-diam merampas banyak hal, juga dengan diriku yang takut tak punya cukup waktu untuk mendekap semuanya lebih lama.

Namun, dari sanalah aku belajar bahwa mekar paling akhir bukan berarti datang paling terlambat untuk dicintai. Ia hanya membuatku mengenal hidup dari sisi yang berbeda. Lebih dekat dengan kehilangan, lebih akrab dengan perubahan, dan lebih cepat mengerti bahwa tidak semua hal bisa tinggal selamanya.

Maka jika benar aku adalah bunga yang mekar di penghujung musim, barangkali tugasku bukan menyesali mengapa aku tak lahir di awal, melainkan belajar merawat apa pun yang masih sempat kupeluk sebelum semuanya benar-benar luruh.


메타데이터
post_id
a499f863a3d4
slug
aku-mekar-di-penghujung-musim-bunga-a499f863a3d4
url
https://medium.com/@wordaisy/aku-mekar-di-penghujung-musim-bunga-a499f863a3d4
canonical_url
https://medium.com/@wordaisy/aku-mekar-di-penghujung-musim-bunga-a499f863a3d4
author_url
https://medium.com/@wordaisy
status
ok
fetched_at
2026-07-09 20:10:33