Perpanjangan PPKM Setiap Minggu Adalah Langkah Brilian Pemerintah yang Tidak Kita Sadari
Terhitung sudah hampir dua setengah bulan “angsuran” PPKM tak kunjung lunas. Sebaliknya, tenor-nya terus diperpanjang. Setelah yang…
Perpanjangan PPKM Setiap Minggu Adalah Langkah Brilian Pemerintah yang Tidak Kita Sadari

Terhitung sudah hampir dua setengah bulan “angsuran” PPKM tak kunjung lunas. Sebaliknya, tenor-nya terus diperpanjang. Setelah yang kesekian kali diperpanjang dan berakhir Senin, 13 September, lagi-lagi pemerintah kembali memperpanjang kebijakan PPKM hingga 20 September 2021.
Awalnya, saya juga emosi dengan sikap pemerintah yang tidak konsisten dalam menerapkan kebijakan PPKM. Apalagi, inkonsisten pemerintah ini sudah sungguh sangat membingungkan. Seakan rakyat hanya sebagai kelinci percobaan dari aturan.
Namun, setelah saya dipikir-pikir sambil melihat wajah Pak Luhut Binsar Panjaitan yang cool abis itu, perpanjangan PPKM ini ternyata ada hikmah dan benarnya juga. Dan, saya baru sadar itu. Semua berkat wajah Pak. Pak Luhut adalah koentji.
Dalam ilmu komunikasi ada istilah eufemisme, yakni penghalusan kata atau ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang saat dikatakan terdengar lebih kasar. Misal, “jancuk kon”. Bagi orang yang tidak terbiasa dengan pisuhan-pisuhan syahdu ala Suroboyonan, tentu pisuhan jancuk akan terdengar lebih kasar.
Karenanya, supaya terdengar lebih halus dan tidak menyinggung perasaan orang lain yang tidak terbiasa dengan kata-kata jancuk, maka bisa dihaluskan dengan bahasa misal, “Njenengan kok ngoten…”. Tentu, analogi eufemisme tidak sesederhana itu.
Bayangkan, jika dari awal pemerintah langsung mengumumkan PPKM berlaku untuk dua bulan atau tiga bukan sekaligus. Saya kok meyakini akan terjadi gaduh yang luar biasa. Jangankan satu bulan, satu minggu saja masyarakat sudah mengalami panic buying yang menggegerkan dunia per-susu-murnian, bear brand. Sampai-sampai susu beruang merek sapi, eh kebalik, susu sapi merek beruang ini langka. Belum lagi perang cangkem antara kelompok pro dan kontra terhadap pemerintah. Itu baru resmi diumumkan satu minggu. Bayangkan kalau satu bulan saja.
Nah, supaya masyarakat tidak merasa berat dengan kebijakan PPKM, dibikinlah level-level. Kan, ya seperti itu juga toh, kalau kita makan mie judes. Ada level 1, level 2, level 3, sampai level 6. Nggak mungkinlah langsung ke level 6, padahal level 1 saja belum pernah merasakan. Dan, benar. Meski PPKM ini sudah berkali-kali diperpanjang hingga hampir dua setengah bulan. Namun, semua seakan berjalan dengan sangat kondusif. Sebab, penerapan kebijakan PPKM ini diberlakukan dengan cara yang cukup halus — diperpanjang setiap minggu. Dengan begitu, masyarakat tidak njeglak (kaget yang serius).
Itulah pesan yang sebenarnya ingin disampaikan pemerintah kepada rakyat. Eufemisme. Menghaluskan kebijakan. Pola eufemisme ini sebenarnya sudah lama menjadi dijalankan pemerintah. Hanya saja kita pernah tersadar. Maling uang rakyat misalnya. Supaya lebih halus diganti dengan koruptor. Purel (tahu kan purel, ya), supaya lebih halus diganti dengan pemandu lagu. Pelacur, supaya lebih halus diganti dengan wanita tuna susila. Dan, masih banyak lagi dalam kehidupan sehari-hari kita, yang semula terdengar kasar kemudian diperhalus.
Harus kita kita akui, rezim kali ini memang sangat luar biasa dalam mengolah kata-kata. Dulu, pada pemerintahan sebelum Jokowi, kenaikan harga BBM selalu memicu gejolak luar biasa di tengah masyarakat. Protes dan demo berlangsung di mana-mana, lalu lihat sekarang, kebijakan pemerintah menaikan harga BBM nyaris tidak ada persoalan. Semua karena eufemisme. Pemerintah berdalih tidak menaikan harga BBM, melainkan menyesuaikan dengan harga minyak dunia.
Pun dengan kritik yang dibungkam. Pemerintah berdalih tidak anti kritik, hanya saja kurang halus. Heuheu.
Itulah hebatnya Pak Luhut, eh pemerintah sekarang ding. Sesungguhnya pemerintah sedang menjalankan program eufemisme. PPKM bakal berlangsung satu tahun, misalnya, tapi didesain seakan-akan hanya sepekan. Hahaha.
14 September 2021
메타데이터
- post_id
- a4c7f166cb2a
- slug
- perpanjangan-ppkm-setiap-minggu-adalah-langkah-brilian-pemerintah-yang-tidak-kita-sadari-a4c7f166cb2a
- url
- https://medium.com/@tubanpedia/perpanjangan-ppkm-setiap-minggu-adalah-langkah-brilian-pemerintah-yang-tidak-kita-sadari-a4c7f166cb2a
- canonical_url
- https://medium.com/@tubanpedia/perpanjangan-ppkm-setiap-minggu-adalah-langkah-brilian-pemerintah-yang-tidak-kita-sadari-a4c7f166cb2a
- author_url
- https://medium.com/@tubanpedia
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-25 05:38:11