Waspada “Lapar Mata”: Saat Ego dan Emosi Menguasai Dompet serta Piring Anda
Waspada “Lapar Mata”: Saat Ego dan Emosi Menguasai Dompet serta Piring Anda
Waspada “Lapar Mata”: Saat Ego dan Emosi Menguasai Dompet serta Piring Anda

Buku Zero Emotion Learning — Anaz Almansour
Waspada “Lapar Mata”: Saat Ego dan Emosi Menguasai Dompet serta Piring Anda
Kutipan Dari Buku Zero Emotion Learning Hal 55
Pernahkah Anda mengalami hal ini? Saat berjalan-an di pusat perbelanjaan, mata langsung terpaku pada papan diskon besar-besaran. Seketika itu juga, ego dan ketidaktenangan mengambil alih kemudi. Anda menjadi impulsif dan meledak-ledak, memborong barang tanpa berpikir panjang atau menggunakan logika keuangan. Kondisi dompet diabaikan begitu saja, tanpa memedulikan bagaimana akibatnya di kemudian hari. Inilah wujud nyata dari lapar mata sebuah kondisi di mana seseorang kalah oleh egonya sendiri karena tidak memiliki ketenangan dan gagal mengelola kecerdasan emosionalnya.
Fenomena lapar mata ini tidak hanya terjadi saat berbelanja, tetapi juga kerap muncul dalam urusan makanan:
Di Acara Pesta Pernikahan: Begitu melihat hidangan berlimpah tersaji, semua makanan diambil seolah-olah ingin dihabiskan sendirian. Namun, ketika dicicipi, perut tak sanggup menampung dan akhirnya makanan terbuang sia-sia.
Saat Menginap di Hotel: Melihat ragam sajian sarapan yang begitu banyak, dorongan emosional membuat semua makanan diambil dalam porsi besar. Begitu mulai makan, makanan tersebut bersisa karena tak habis. Itulah sebabnya di hotel-hotel sering kali terpampang tulisan pengingat “Ambil secukupnya, jika tidak habis didenda” bahkan aturan ini diterapkan dengan sangat ketat di luar negeri.
Saat Berbuka Puasa: Menjelang azan magrib, pandangan mata dikuasai oleh hawa nafsu. Segala jenis makanan dan takjil diambil dalam jumlah berlebihan, tetapi begitu mulai makan, perut langsung kenyang dan makanan akhirnya bersisa.
Orang-orang yang terjebak dalam perilaku seperti ini menunjukkan bahwa Zero Emotion Quotient (ZEQ) mereka sedang tidak baik-baik saja. Mereka dikuasai oleh gejolak emosi dan kehilangan ketenangan batin yang esensial.
Golden Rule : “Kendalikan nafsu dan laparnya pandangan dengan ketenangan jiwa; belilah atau ambillah hanya yang Anda butuhkan, bukan yang diinginkan oleh ego yang sesaat.”
Actionable Advice : Terapkan Jeda Logika (48-Hour Rule): Saat tergoda oleh diskon atau barang non-pokok, berikan jeda waktu untuk meredakan lonjakan dopamin agar keputusan belanja dikendalikan oleh akal sehat, bukan emosi.
Ambil Makanan Secukupnya: Latih disiplin diri saat mengambil makanan di prasmanan, pesta, atau saat berbuka puasa dengan mengambil porsi kecil terlebih dahulu demi menghindari sikap mubazir dan lapar mata.
Latih Point of Calmness: Sadari setiap kali dorongan impulsif muncul baik dalam berbelanja maupun makan dan kembalikan kesadaran pada titik ketenangan batin sebelum mengambil tindakan.
Anaz Almansour | Penulis buku Zero Emotion Learning
zeroeemotionlearning #ZEQ #ZeroEmotion
메타데이터
- post_id
- a4dfdfc53e83
- slug
- waspada-lapar-mata-saat-ego-dan-emosi-menguasai-dompet-serta-piring-anda-a4dfdfc53e83
- url
- https://medium.com/@motivatorkepribadian/waspada-lapar-mata-saat-ego-dan-emosi-menguasai-dompet-serta-piring-anda-a4dfdfc53e83
- canonical_url
- https://medium.com/@motivatorkepribadian/waspada-lapar-mata-saat-ego-dan-emosi-menguasai-dompet-serta-piring-anda-a4dfdfc53e83
- author_url
- https://medium.com/@motivatorkepribadian
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-31 19:42:30