← Back to list

‘Dag Dig Dug’; Memulai Komunitas WA Kontributor B&B

Membaca Gagasan, Membuka Jalur Keterhubungan

DyPa Dinara in Berbagi & Berdampak · 2026-07-19 15:55 · 542 claps · 4.5 min read paywalled
#kepenulisan #berbagi-dan-berdampak #social-media #whatsapp #medium
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🔒 · Cybersecurity

RINGAN MELANGKAH#28

‘Dag Dig Dug’; Memulai Komunitas WA Kontributor B&B

Membaca Gagasan, Membuka Jalur Keterhubungan

Terhalang payar? Gabung member Medium, atau klik di sini untuk akses baca penuh

Foto oleh appshunter.io di Unsplash

Foto oleh appshunter.io di Unsplash

Cetusan membuat komunitas WA sudah terpendam sejak sepuluh bulan lalu, dari salah seorang founder B&B. Saya tidak mendukung kala itu, karena menurut saya lebih baik fokus menulis dan membaca alih-alih membangun komunitas.

Perlahan tapi pasti pemahaman saya bergeser. Mencoba mereduksi confirmation bias dalam pikiran saya, dan mendengarkan lebih banyak orang. Hingga tiba keputusan final; Saya akan memulainya. Pasti dukungan itu akan datang.

Nah, inilah beberapa pertimbangan yang meyakinkan saya untuk memulai komunitas WA;

Pertama, ada beberapa japri dari kontributor yang berharap ada komunitas.

Kedua, Sulitnya koordinasi draf. Tulisan dari kontributor yang harus diterbitkan namun butuh revisi, private notes kadangkala tidak mendapat tanggapan dari kontributor.

Ketiga, ada kalanya tim editor merasa kerja sendirian, (mungkin perasaan saya saja) padahal tim balkon terdiri dari 15 orang tambah satu kemarin, menjadi 16. Kadang saya merasa kontributor kurang mengerti isu yang berkembang di publikasi. Sehingga akan lebih mudah koordinasinya bila grup WA diaktifkan.

Keempat, kami ingin memberikan dukungan lebih kepada kontributor, kepada penulis, bahwa “kamu tidak sendirian di sini”

Kelima, semakin kita saling mengenal, semakin kita lebih terkoordinasi, saya yakin tujuan publikasi akan lebih mudah tercapai.

Jadi, apa Tujuan Publikasi B&B?

Saya sering menanyakan hal tersebut pada diri sendiri, seiring sering hadirnya pertanyaan yang sama dari sesama sobat B&B.

Saya terpikir, apakah tujuan B&B, adalah mengejar editor partner program? Saya tertawa sebelum menjawabnya, karena bila itu tujuannya, semestinya editor hanya satu orang saja. Seperti seorang yang benar-benar bekerja, hanya menerbitkan tulisan yang diterbitkan dengan payar, dan tulisan-tulisan itu harus dari para senior yang followers nya diatas 1k.

Nyatanya tidak, mengambil ungkapan dari kak Norbidjak, B&B adalah publikasi rasa media sosial. Seperti apa? ah, biar beliau sendiri yang menjelaskan.

Namun, bagi kami, tim balkon yang berada di balik jalannya publikasi ini, B&B adalah publikasi komunitas. Target utama kami adalah keterbacaan.

“Bagaimana ketika sebuah tulisan diterbitkan di B&B, ia mendapat keterbacaan yang lebih baik”

Bukan sekadar statistik, tapi juga interaksi dengan pembaca. Kita menulis, kita mendapat tanggapan, dan kita bertumbuh disini. Kira kira begitu.

Siapa yang memberi tanggapan? tentu saja pembaca kita, dan Siapakah pembaca kita? sebagai seorang yang pragmatis ya saya dengan mudah menyampaikan bahwa sesama penulis adalah pembaca tulisan kita. Walau, sebenarnya ada banyak mereka yang sekadar membaca Medium, belum menulis — atau mungkin lebih tepatnya, belum menerbitkan satu artikel pun di sini.

Kepada mereka, saya mengajak, “Nulis yuk!!” jangan sungkan berkirim ke B&B, menjadi bagian kontributor B&B, karena kami adalah publikasi yang ramah pemula.

Itulah, mengapa komunitas WA menjadi penting. Kami sebagai editor, sangat membutuhkan kemudahan dan kecepatan dalam berkoordinasi perihal draf yang sobat kirim.

Kami juga membutuhkan keterhubungan yang lebih baik, untuk mengetahui sejauh mana, sobat memanfaatkan AI dalam menulis. Karena tulisan yang dibantu AI haruslah diberi catatan kaki. Bantuan seperti apa? terutama untuk merangkai kata. Sementara untuk riset, maupun editorial, sobat tak perlu mencantumkannya. Ini juga berarti, sobat bisa ‘mengelabui' kami, bahwa tulisan ini otentik, bukan dibantu AI, bila cerdas dalam mengubah gaya bahasa.

Dan saya sudah sering menyampaikan batasannya, yaitu gunakan sudut pandang orang pertama. Dan bila tulisan tersebut menggunakan data pendukung, mohon cantumkan langsung pada kalimat yang dimaksud, seperti penggunaan referensi pada tulisan daeng Amril Taufik Gobel. Bukan ditulis sebagai catatan kaki. Namun untuk cara pencantuman referensi ini, masih berupa himbauan belum kami jalankan dengan tegas.

Banyak hal yang berubah di B&B. Kami bergerak, kami bertumbuh bersama para kontributor, dari nol followers menjadi 2,2k. Tentu saja, ada adaptasi dalam proses ini, terutama dalam hal kualitas tulisan.

Namun, kami masih publikasi yang sama, publikasi yang ramah pemula. Kami tak akan menolak naskahmu dengan tangan besi. Kami akan menyampaikan titik keberatan kami melalui diskusi, dan saya akui, jalur tercepat melalui WA. Jadi, tak perlu ragu, untuk segera bergabung dalam grup WA kontributor B&B, klik Tautan berikut ini; https://chat.whatsapp.com/Eda08ELXJsuAOcbpxY0432?s=cl&p=a&ilr=4

[embed]*Berbagi & Berdampak Medium Indonesia *WhatsApp Group Invite chat.whatsapp.com

Maka, dari pemaparan diatas, bisa kita simpulkan, bahwa publikasi Berbagi dan Berdampak ada demi keterbacaan tulisan yang lebih baik, dan grup WA kontributor hadir demi keterhubungan sesama kontributor dan kemudahan dalam koordinasi draf.

Sebuah langkah, yang saya ambil dengan dah dig dug, namun saya yakin, dukungan itu pasti hadir. Saya mengucapkan syukur kepada Allah SWT, dan terimakasih banyak atas kesediaan kak Dian Paramita Nugraharini bergabung dalam tim balkon sebagai admin komunitas WA kontributor B&B.

Sebuah langkah maju, setelah sebelumnya kami memulai sosialisasi lebih luas melalui instagram, yang digawangi oleh kak El-Say, kak Ana Rodliyah dan kak Tsalits Faizah.

Saya benar-benar bersyukur, karena tanpa kolaborasi aktif dan kepedulian sobat semua, inisiatif sebagus apa pun hanya akan jalan ditempat.

B&B, sebuah publikasi yang lahir dari kisah persahabatan, dan begitulah kami dibangun, sebuah wadah rasa komunitas yang akrab, dekat, dan saling memahami. Kami bukannya tak pernah beda pendapat, kami juga bukannya tak pernah berselisih paham lalu jotak’an. Ya, walau kami manusia dewasa, perbedaan itu pasti ada. Gesekan dan benturan, sisi lain dalam berkomunitas. Bukan hanya dukungan dan dorongan. Di situlah seninya, dan kami menyadari konsekuensinya. Mari bertumbuh bersama, menjadi lebih bijaksana.

Seiring perkembangan di belakang kontributor, saya harus merelakan hanya menerbitkan dua tulisan pekan ini. Sebuah tulisan untuk contoh kompetisi blog walking

[embed]*Saya ‘Bertemu' Banyak Orang, dan Saya Punya Banyak ‘Bahagia' Untuk Dibagikan *Kau Merasakannya? (Kompetisi Blogwalking B&B 2026) medium.com

Serta sebuah tulisan untuk publikasi Teras Singgah, sebuah publikasi untuk tulisan reflektif dan media katarsis untuk penulis. Punya saya? bukan dong.. saya sudah kelewat batas, bukan batasan dari Medium, tapi batasan dari sahabat saya. (Ah, beliau melarang saya membuat publikasi apa pun lagi).

Selamat untuk mas Atmadeva Wiranata atas peluncuran publikasinya. Kemarin saya bisa gerak cepat mengirim tulisan, karena itu adalah draf lama yang tersimpan (Hai, saya punya 276 draf di Medium) dan ini tulisannya, baca deh, banyak dari kita, pasti memiliki cerita serupa.

[embed]*Ini Buat Tetangga *Yang terbaik atau sisa? medium.com

Cukup sekian ya Ringan Melangkah pekan ini, sangat senang masih bisa hadir menyapa melalui rubrik ini. Menceritakan banyak hal yang terjadi di balik B&B dan juga Medium.

Membahas Medium, saya jadi ingat, bahwa tanggal 15 Juli kemarin, Medium melaunching fitur tambahan yaitu repost dengan catatan. Saya sudah menggunakan berkali-kali, intip deh, di sebelah tab aktivitas saya;

Sebuah dukungan lebih untuk penulis favorit saya. Siapa dia? cek saja di tab repost saya.

Sebuah dukungan lebih untuk penulis favorit saya. Siapa dia? cek saja di tab repost saya.

Terakhir, saran dari saya, “yuk repost tulisan sesama sobat B&B, tapi jangan berlebihan ya, cukup dua artikel per hari”.

Karena bila berlebihan, bisa jadi followers-mu tidak akan nyaman dengan repost yang kamu pilih.

Sampai jumpa di Ringan Melangkah pekan depan. Hai, apakah sobat selalu menantikan rubrik yang satu ini? Bila ya, tulis respons di kolom komentar dong 🙏🙏🙏

Salam hangat, DyPa Dinara 🤗🤗✨✨


메타데이터
post_id
a4e0c53d7bd2
slug
dag-dig-dug-memulai-komunitas-wa-kontributor-b-b-a4e0c53d7bd2
url
https://medium.com/berbagi-berdampak/dag-dig-dug-memulai-komunitas-wa-kontributor-b-b-a4e0c53d7bd2
canonical_url
https://medium.com/berbagi-berdampak/dag-dig-dug-memulai-komunitas-wa-kontributor-b-b-a4e0c53d7bd2
author_url
https://medium.com/@dypa
status
ok
fetched_at
2026-07-21 01:00:30