← Back to list

5 Things I Only Regretted After Hitting My 20s

Don’t let this thing happend to you too.

octmnla__ · 2025-12-14 05:04 · 0 claps · 1.9 min read
#emotional-intelligence #21 #boundaries #money #life
Open on Medium ↗
Wiki topics: GEN · Genomics & Sequencing ECO · Economy · General PSY · Psychology 🧠 · Mental Wellness

5 Things I Only Regretted After Hitting My 20s

Don’t let this thing happend to you too.

1. Not Setting Healthy Emotional Boundaries Early

Ketika masih remaja atau early 20s, kita sering banget denger kata “be open,” “don’t hold back,” atau “bicarakan semua perasaanmu.” Sounds good tapi nyatanya, tanpa batasan emosi yang sehat, kamu bakal habis-habisan buat orang lain sambil lupa ngurus diri sendiri.

Why this hits harder in your 20s:

  • Kamu mulai bekerja dengan profesional. Tanpa batasan emosi, kamu gampang burnout.
  • Hubungan yang toxic dulu terasa “normal,” tapi di umur 20-an kamu sadar itu bukan cinta dan itu sangat amat menguras energi.
  • Kamu lebih peka sama bagaimana treatment orang nentang batasmu.

Research says ‘Emotional boundaries are key for mental health; people without them are more likely to experience anxiety and relationship stress as adults.’

2. Waiting Too Long to Deal With Emotional Baggage

Dulu aku mikir luka masa lalu akan hilang sendiri. “Kita kan dewasa, harusnya bisa move on,” pikirku.

Sayangnya, justru ketika udah 20-an, emotional baggage itu datang full force:

  • It affects how you respond to intimacy
  • It traps you in anxious loops
  • It shows up as misorganization, avoidance, self-doubt

Aku juga sempat salah paham soal healing. Dulu aku mikir healing itu pilihan, sesuatu yang bisa ditunda atau cukup “dikasih waktu”. Aku kira menjauh, diem, dan pura-pura baik-baik aja itu bagian dari healing. Padahal nggak. Healing baru beneran nyampe pas kamu ngadepin langsung masalahnya, bukan pas kamu ninggalin dan berharap waktu yang ngerjain sisanya. Ngebiarin luka nggak disentuh sambil ngasih label “healing” itu bukan sembuh, itu cuma menghindar tapi dibungkus kata yang lebih enak didenger.

3. Not Learning Money Basics Sooner

Waktu masih muda, aku pikir duit itu bisa diatur nanti. Ternyata:

  • Nggak ngerti investasi
  • Nggak ngerti utang yang sehat dan nggak sehat
  • Nggak ngerti budget

Bawaannya selalu belakangan aja sampai akhirnya:

“Eh, udah akhir bulan, kok gini lagi ya?”

Now that I’m in my 20s, I see how early financial literacy would’ve saved a lot of stress.

4. Thinking Hustle Culture Was the Only Path to Success

TikTok, Instagram, dan culture kita suka banget pake istilah:

“Grind now, sleep later.”

Keren sih, tapi aku baru sadar… burnout itu beneran ada.

Aku sempet kerja tanpa batas, sampai lupa soal istirahat. Sampai sekarang aku baru ngerti:

  • Productivity tanpa istirahat cuma bikin aku crash
  • Kamu bukan mesin
  • Mental health itu bukan trending topic, itu kebutuhan

Studi dari WHO & Stanford University nunjukkin burnout jangka panjang bisa ngaruh ke kesehatan fisik dan mental secara signifikan.

5. Underestimating the Importance of REAL Connections

Dulu aku pikir:

“Temen banyak = bahagia.”

Ternyata yang aku sesali bukan jumlah temennya, tapi kualitasnya.

Orang yang nongol di timeline tapi nggak bisa dengerin kamu nangis jam 3 pagi jelas banget bukan temen yang supportive. Mereka cuma extras di hidup kamu.

Setelah 20, aku baru ngelihat:

  • Deep friendships > many shallow ones
  • Vulnerability itu bukan weak, itu human
  • Kamu butuh orang yang beneran stay saat kamu collapse

Social research shows quality of friendships significantly impacts long-term happiness and emotional resilience.


메타데이터
post_id
a4eac4cec4e9
slug
5-things-i-only-regretted-after-hitting-my-20s-a4eac4cec4e9
url
https://medium.com/@oktaviamanuela.workspace/5-things-i-only-regretted-after-hitting-my-20s-a4eac4cec4e9
canonical_url
https://medium.com/@oktaviamanuela.workspace/5-things-i-only-regretted-after-hitting-my-20s-a4eac4cec4e9
author_url
https://medium.com/@oktaviamanuela.workspace
status
ok
fetched_at
2026-06-09 15:37:30