← Back to list

#16 Mata dan Trust Issue

Tadabbur RSC Jumat pekan lalu, membahas tentang surah Al-Balad. Dalam ayat 8, Allah berfirman, “Bukankah Kami telah menjadikan untuknya…

Nungcha · 2026-05-02 21:26 · 0 claps · 1.7 min read
Open on Medium ↗

#16 Mata dan Trust Issue

Credit: Getty Images

Credit: Getty Images

Tadabbur RSC Jumat pekan lalu, membahas tentang surah Al-Balad. Dalam ayat 8, Allah berfirman, “Bukankah Kami telah menjadikan untuknya, sepasang mata,..

Setelah umur 45, mataku mulai lamur. Membaca, merajut, bahkan melihat dalam jarak tertentu menjadi terasa merepotkan. Bahkan aku bilang kepada diriku sendiri, aku merasa tidak percaya kepada mataku. Karena untuk meyakinkan apa yang kulihat, aku harus memperhatikannya lagi dalam jarak yang lebih dekat, agar aku mendapatkan fakta yang sebenarnya.

Kacamataku sudah progresif, minus dan plus ditambah dengan silindris. Jadi kadang bantuan kacamata ini dalam jarak pandang tertentu membuat yang terlihat itu tidak sesuai dengan kenyataannya. Semisal, telepon genggam itu ketika posisi kacamata kuubah supaya aku bisa membaca teks dengan lebih jelas, bentuk ponselnya berubah jadi seperti bergelombang-gelombang dan miring. Padahal, kenyataannya bentuknya tetap, tetapi pandangan mata saja yang membuatnya seolah ada dalam bentuk yang lain.

Jadi sekarang kalau pakai kacamata, posisi kacamata itu menyesuaikan apa yang mau dibaca. Semisal mau membaca Quran, kacamata itu bisa kuturunkan sampai hidung bawah, supaya bacaannya menjadi lebih jelas. Lebih menantang lagi kalau Qurannya tulisannya kecil-kecil. Penyesuaian posisi harus benar-benar tepat, supaya bisa dibaca. Agak dilematis memang, kalau bawa yang kecil ringkas, tapi susah dibaca. Bawa yang besar enak dibaca, tapi ya itu besar. Pengen yang ada terjemahnya, biar bisa baca setelah baca arabnya, tapi kalau mau yang enak keterbacaannya, qurannya harus yang berukuran lebih besar. Aku dapat hadiah Quran kemarin, tulisan terjemahnya superkecil dan kurang cocok untuk mata tuaku ini. hahaha.

Kalau merajut juga jadi peer, apalagi kalau yang perlu melihat dengan teliti, kalau yang macam stockinette saja, bisa langsung-langsung aja ga usah dilihat sampai jumlah tertentu, baru dilihat. Mindless kniting. Tapi ada juga yang focused knitting, yang harus dihitung setiap barisnya, dan ada pola yang teratur, tapi dengan jumlah baris tertentu. Itu juga peer, karena harus lihat teks dan harus lihat rajutannya.

Dulu aku melihat orang-orang tua, kenapa sih itu kacamatanya sampai ke hidung banget, dan ngeliat sampe mendongak gitu kepalanya. Sekarang aku ada di usia mereka, dan melakukan hal yang sama seperti orang-orang tua itu, dan bisa jadi, anak muda lain yang seumuran aku pada saat itu berpikir hal yang sama ketika melihatku menurunkan kacamata sampai hidung dan mendongak ketika melihat.

Nikmat mata ini, yang sering terlupa memang. Baru terasa, ya Allah, membaca quran, buku, merajut, masak, tanpa harus gonta-ganti posisi kacamata itu ternyata nikmat yang sering aku sia-siakan.


메타데이터
post_id
a4f2c592c71d
slug
mata-dan-trust-issue-a4f2c592c71d
url
https://medium.com/@nungcha/mata-dan-trust-issue-a4f2c592c71d
canonical_url
https://medium.com/@nungcha/mata-dan-trust-issue-a4f2c592c71d
author_url
https://medium.com/@nungcha
status
ok
fetched_at
2026-06-26 03:39:16