ANTRE
Prinsip dasar mengantre adalah berbaris. Berbaris merupakan kemampuan untuk memilih berdiri di belakang orang yang berada di depan.
ANTRE
Prinsip dasar mengantre adalah berbaris. Berbaris merupakan kemampuan untuk memilih berdiri di belakang orang yang berada di depan.
Tujuan berbaris ini adalah untuk ketertiban. Kalau sudah tertib, kemudahan pun akan di dapatkan. Tidak hanya kemudahan, kepastian juga akan bisa dicapai dengan lancar.
Mengantre ini tidak semudah yang dibayangkan. Harus diajarkan sejak dini melalui pendidikan di rumah maupun di sekolah. Mental mengantre mesti ditanamkan kepada para pelajar agar ke depannya mereka menjadi pionir dalam melaksanakan antrean tersebut.
Kita lihat saja sekarang. Sebagian besar orang dewasa yang sulit betul membentuk barisan. Hal ini dapat dilihat ketika mengambil uang di ATM. Mereka berdiri mencar-mencar sembari menunggu giliran. Akibatnya, orang yang baru datang pun tidak tahu mana lagi urutannya. Begitulah seterusnya hingga berserakan tidak terbendung.
Apalagi di pasar ketika membeli ayam potong misalnya. Mana yang determinasinya tinggi, itulah yang didahulukan. Padahal, pelayanan tersebut harus didasarkan pada mana yang lebih dahulu memesan. Namun, karena suaranya tinggi, gestur tubuh yang seolah mengintimidasi, akhirnya sang penjual tak kuasa memberikan ayam potong tersebut kepada oknum pembeli ini. Lalu, yang sudah pesan duluan, hanya melongo mengurut dada.
Untuk itu, mengantre tidak semata kemampuan yang mesti diajarkan, tetapi juga akhlak yang harus ditanamkan sejak belia. Maka, bangsa yang beradab adalah warga yang bersinergi mau mengantre.
메타데이터
- post_id
- a52b7e99b776
- slug
- antre-a52b7e99b776
- url
- https://medium.com/@hafizulahda/antre-a52b7e99b776
- canonical_url
- https://medium.com/@hafizulahda/antre-a52b7e99b776
- author_url
- https://medium.com/@hafizulahda
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-29 01:02:39