“Tidak Selevel Zinedine Zidane!” — Kylian Mbappe Dinilai Belum Layak Jadi Ikon Sepakbola Prancis
Nama Kylian Mbappe memang identik dengan gol, rekor, dan sorotan global. Namun, bagi legenda Prancis Frank Leboeuf, status Mbappe belum…
“Tidak Selevel Zinedine Zidane!” — Kylian Mbappe Dinilai Belum Layak Jadi Ikon Sepakbola Prancis

Nama Kylian Mbappe memang identik dengan gol, rekor, dan sorotan global. Namun, bagi legenda Prancis Frank Leboeuf, status Mbappe belum cukup untuk menyamai Zinedine Zidane. Dalam wawancara eksklusif dengan GOAL, Leboeuf menjelaskan mengapa Mbappe masih berada satu tingkat di bawah para ikon sepakbola Prancis.
Prestasi Mbappe: Luar Biasa, Tapi Belum Ikonik
Mbappe mengangkat Piala Dunia 2018 saat masih remaja dan nyaris mengulanginya pada 2022. Bahkan, ia mencatat sejarah dengan hat-trick di final Piala Dunia Qatar. Selain itu, ia kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Paris Saint-Germain dengan 235 gol dan hanya terpaut dua gol dari Olivier Giroud di daftar top skor Prancis.
Klaim Saldo GRATIS 50K Tanpa Syarat Apapun! Klaim disini 👉 ITUGOL SPORTSBOOK
Sejak bergabung dengan Real Madrid pada 2024, Mbappe terus menjaga standar individu tinggi dan mencetak gol hampir di setiap pertandingan. Namun, menurut Leboeuf, angka-angka tersebut belum otomatis menjadikannya legenda sejati.
Mengapa Mbappe Tak Bisa Disamakan dengan Zidane?

“Dia tidak bisa dibandingkan dengan Zidane,” tegas Leboeuf. Menurutnya, Zidane bukan hanya pemain hebat, tetapi juga simbol nasional yang dicintai publik Prancis. Bahkan kesalahan fatal di final Piala Dunia 2006 tidak menghapus status ikonik Zizou.
Sebaliknya, Mbappe dinilai memiliki kontroversi personal yang memengaruhi persepsi publik. Leboeuf menilai cinta publik menjadi faktor krusial dalam membangun status legenda.
Mbappe Hebat, Tapi Masih Kurang ‘Wow’
Leboeuf mengakui kualitas Mbappe sebagai penyerang kelas dunia. Namun, ia menuntut lebih dari sekadar gol. Ia ingin melihat Mbappe berkontribusi saat tim kehilangan bola, membantu pertahanan, dan menunjukkan kepemimpinan total di lapangan.
“Sepakbola modern terlalu terobsesi statistik. Bagi saya, pemain hebat adalah mereka yang bekerja di setiap fase permainan,” ujarnya.

Ballon d’Or: Target Sulit Mbappe

Mbappe finis ketiga dalam Ballon d’Or 2023, pencapaian terbaiknya sejauh ini. Namun, Leboeuf justru meremehkan nilai penghargaan tersebut.
“Ballon d’Or adalah bisnis. Pemain terpenting bukan selalu pencetak gol terbanyak,” katanya.
Ia menyoroti pentingnya gelandang komplet seperti Rodri, Kroos, Busquets, hingga Casemiro — pemain yang mengontrol permainan dan bekerja dalam senyap.
Persaingan dengan Haaland dan Tantangan Masa Depan
Mbappe dan Erling Haaland sama-sama mendominasi Eropa lewat gol. Namun, untuk benar-benar diakui sebagai pemain terbaik dunia, keduanya harus memimpin tim meraih trofi besar, bukan sekadar mengejar statistik individu.
Kesuksesan kolektif, konsistensi, dan pengaruh di momen krusial akan menentukan apakah Mbappe mampu melampaui status superstar menjadi legenda sejati.

메타데이터
- post_id
- a58e451583f2
- slug
- tidak-selevel-zinedine-zidane-kylian-mbappe-dinilai-belum-layak-jadi-ikon-sepakbola-prancis-a58e451583f2
- url
- https://medium.com/@itugolsportsid/tidak-selevel-zinedine-zidane-kylian-mbappe-dinilai-belum-layak-jadi-ikon-sepakbola-prancis-a58e451583f2
- canonical_url
- https://medium.com/@itugolsportsid/tidak-selevel-zinedine-zidane-kylian-mbappe-dinilai-belum-layak-jadi-ikon-sepakbola-prancis-a58e451583f2
- author_url
- https://medium.com/@itugolsportsid
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-28 10:39:35