← Back to list

Mengingat Kematian Membuat Hidup Lebih Tenang dan Penuh Keberkahan

Bandung — Kaprodi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bandung Iim Ibrohim mengajak umat Islam untuk memahami makna kecerdasan…

Info UM Bandung · 2026-05-14 03:59 · 0 claps · 1.7 min read
#muslim #allah #iman #takwa #um-bandung
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🛠️ · Crafts & DIY 🥊 · Combat Sports 🕊️ · Religion

Mengingat Kematian Membuat Hidup Lebih Tenang dan Penuh Keberkahan

Bandung — Kaprodi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bandung Iim Ibrohim mengajak umat Islam untuk memahami makna kecerdasan secara lebih utuh sesuai perspektif Islam.

Menurutnya, kecerdasan tidak semata-mata diukur dari kemampuan intelektual atau kapasitas berpikir seseorang, tetapi juga mencakup kedalaman spiritual dan kematangan emosional dalam menjalani kehidupan.

Hal tersebut disampaikan Iim saat mengisi kajian rutin di Masjid Mujahidin, Jalan Sancang Nomor 6, Kota Bandung, pada Senin (11/05/2026).

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak jamaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat kesehatan dan kesempatan hidup yang Allah Subhanahu wa taala anugerahkan kepada setiap manusia.

Menurutnya, rasa syukur tidak cukup diwujudkan melalui ucapan semata. Lebih dari itu, rasa syukur harus tercermin dalam upaya sungguh-sungguh untuk terus mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah, amal saleh, dan usaha memperbaiki kualitas diri dari waktu ke waktu.

“Selama Allah masih memberikan kesehatan dan kesempatan hidup, maka itu adalah nikmat besar yang harus disyukuri. Jangan sampai umur yang Allah berikan berlalu tanpa mendekatkan diri kepada-Nya,” ujar Iim.

Ia menjelaskan bahwa selama ini masyarakat kerap memandang kecerdasan sebatas kemampuan intelektual.

Padahal, Islam memiliki ukuran yang lebih luas dalam menilai kualitas seseorang. Dalam ajaran Islam, kemuliaan manusia tidak hanya ditentukan oleh prestasi, kedudukan, atau keluasan ilmu, tetapi juga oleh kualitas akhlaknya.

Iim mengingatkan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan ukuran berbeda tentang sosok mukmin terbaik. Nabi menyebutkan bahwa sebaik-baik mukmin adalah mereka yang memiliki akhlak paling baik.

Dengan demikian, akhlak menjadi fondasi penting dalam membentuk kualitas pribadi seorang Muslim.

Lebih lanjut, ia mengutip hadis Rasulullah SAW tentang ciri mukmin yang paling cerdas.

Nabi menjelaskan bahwa orang yang paling cerdas adalah mereka yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelahnya.

Dari hadis tersebut, Iim menegaskan bahwa kecerdasan hakiki tidak berhenti pada keberhasilan meraih capaian duniawi semata.

Menurutnya, kecerdasan sejati adalah kemampuan seseorang dalam mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat yang kekal.

“Kecerdasan hakiki menurut Islam bukan sekadar kecerdasan akademik atau keberhasilan dunia. Orang yang paling cerdas adalah yang paling banyak mengingat kematian dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelahnya,” katanya.

Menutup kajiannya, Iim mengajak jamaah menjadikan kesadaran akan kematian sebagai sarana memperbaiki kualitas hidup, bukan sebagai sumber ketakutan.

Menurutnya, orang yang selalu mengingat kematian akan lebih berhati-hati menjaga amal, menjauhi maksiat, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan terus berupaya meraih rida Allah.

“Dengan begitu, hidup menjadi lebih tenang, lebih bermakna, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.***


메타데이터
post_id
a5ab3ee2e1a7
slug
mengingat-kematian-membuat-hidup-lebih-tenang-dan-penuh-keberkahan-a5ab3ee2e1a7
url
https://medium.com/@umbandungnews/mengingat-kematian-membuat-hidup-lebih-tenang-dan-penuh-keberkahan-a5ab3ee2e1a7
canonical_url
https://medium.com/@umbandungnews/mengingat-kematian-membuat-hidup-lebih-tenang-dan-penuh-keberkahan-a5ab3ee2e1a7
author_url
https://medium.com/@umbandungnews
status
ok
fetched_at
2026-07-10 15:46:15