amarah itu cinta pertama ku
Sebelum dia pergi aku selalu bertanya “ apa perannya dalam hidup ku selain amarah nya” hidup dalam bayang-bayang keluarga besar yang…
amarah itu cinta pertama ku
Sebelum dia pergi aku selalu bertanya “ apa perannya dalam hidup ku selain amarah nya” hidup dalam bayang-bayang keluarga besar yang bahagia harus pupus demi kepuasan amarah nya dalam menjalani hidup yang tidak sesuai keinginannya, ekonomi selalu menjadi titik ambang kehidupan. Hidupnya penuh dengan amarah, gelisah, kecewa, putus asa dan penyesalan. Tidak banyak kata yang terucap dari mulutnya tetapi amarah yang menjelaskan bahwasanya dia tidak cukup baik menjadi seorang bapa, dia putus asa akan takdir yang tidak sesuai dengan keinginannya sehingga amarah mendominasi sikap nya. Setahun kepergiannya aku tersadar bahwa sekasar-kasarnya dia tidak akan ada yang bisa mencintaiku sebesar cintanya kepada ku. Dibalik ketakutan ku saat kecil melihatnya terdapat kerjakeras yang di lakukan untuk ku, punggung yang semakin membungkuk itu telah berusaha demi aku, amarahnya ada setelah rasa penyesalan keluar dari hati nya. “Penyesalah selalu ada di akhir” ya itu sudah aku lakukan. kalimat yang menjadi sesal “kenapa aku tidak memeluknya” “kenapa aku tidak menghiburnya” , SEANDAINYA waktu bisa kembali akan ku rengkuh tubuhnya dengan tangan ku dan ku katakan “terimakasih telah berjuang demi aku” amarahnya menjadikan peran yang tidak diinginkan tetapi kerja keras nya menjadi perjuangan yang diinginkan.
메타데이터
- post_id
- a5ffd6ba31b7
- slug
- amarah-itu-cinta-pertama-ku-a5ffd6ba31b7
- url
- https://medium.com/@ecahyaaa/amarah-itu-cinta-pertama-ku-a5ffd6ba31b7
- canonical_url
- https://medium.com/@ecahyaaa/amarah-itu-cinta-pertama-ku-a5ffd6ba31b7
- author_url
- https://medium.com/@ecahyaaa
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-11 16:28:17