← Back to list

“Gak Jelas!” Ucap Akal.

Sebenarnya aku tak tahu apakah menulis ini penting atau tidak. Aku hanya ingin menuliskannya, itu saja. Jadi tulisan ini full tentang kamu…

Achrory23 · 2025-08-25 18:48 · 4 claps · 1.4 min read
#rindu #kamu #akal #rasa
Open on Medium ↗

“Gak Jelas!” Ucap Akal.

Sebenarnya aku tak tahu apakah menulis ini penting atau tidak. Aku hanya ingin menuliskannya, itu saja. Jadi tulisan ini full tentang kamu, dan aku bingung mau dimulai dari mana. Karena sebelumnya, aku tak sekali pun pernah menulis seseorang, apalagi tentang seorang wanita.

Aduh hu hu. Rasanya separuh otakku tertawa histeris dan sesekali nunjuk-nunjuk wajahku. Kemudian dia bilang, “Momen langka! Seorang rasionalis kakap menjelma penulis romansa receh!” Katanya sambil terbahak, lalu jatuh terguling, masih menertawakan aku.

Ya, memang begini jadinya. Otakku yang biasanya sibuk dengan logika, pertanyaan absurd tentang semesta, atau ngopi sambil menertawakan kehidupan, kini malah sibuk nge-play ulang potongan wajahmu.

Kondisi aneh, tak realistis, tak logis, namun benar-benar nyata.

“Kerjaan gendeng!” Teriak akalku. “Memang. Diamlah, atau kubunuh kau.” Jawab si rasa lirih, namun penuh intimidasi.

Begitulah, suara pertengkaran mereka hampir setiap waktu memenuhi ruang kepalaku, asal kamu tahu.

Ini mengganggu. Sangat mengganggu. Seolah-olah, dalam dirimu ada semacam teka-teki yang tidak bisa dipecahkan. Atau lebih tepatnya, aku tidak mau memecahkannya. Aku malah terus bertanya, lagi dan lagi, lalu menginjak jawabannya. Kalau kamu adalah masalah, aku hanya ingin menyelami masalah, lalu sengaja membuang solusinya.

Ehh…Kok tulisannya malah gini. Aku mau cerita tentang kamu, kok justru tentang aku yang kelimpungan karena mereguk secangkir al-‘iysq.

Ya sudahlah…kutulis yang tentang kamu nanti saja. Akan kubuat secara khusus, mendalam, mendetail, dan penuh analisis. Untuk sekarang aku cukupkan dengan mengutip secuil lagu Virgoun untukmu. Biarlah si otak sebelah itu tertawa lagi, “Menjijikkan” katanya, tetap akan kukutip liriknya:

Tak kan habis sejuta lagu…

untuk menceritakan cantikmu…

kan teramat panjang puisi…

tuk menyuratkan cinta ini.

Sebenarnya, segini belum cukup untuk menumpahkan semua sampah kepala. Tapi kalau kutumpahkan semua, aku takut nanti malah jadi lautan limbah yang menenggelamkanku sendiri. Jadi biarlah kutaruh secukupnya saja di sini. Seperti orang menaruh garam di sayur. Asin, iya. Hambar tanpa itu, juga iya.

Lagipula, terlalu banyak yang ingin kuucapkan seringkali justru membuatku bisu. Kata-kata jadi rebutan, saling dorong, dan akhirnya macet di tenggorokan. Mungkin menulis begini lebih aman: aku bisa memilih kata mana yang lolos, mana yang kubiarkan tetap jadi rahasia.

Dan kamu, entah lagi ngapain di sana, sudah berhasil membuatku menulis dengan cara paling kacau. Gila, sih, tapi itu faktanya.


메타데이터
post_id
a620b7bb5d9d
slug
gak-jelas-ucap-akal-a620b7bb5d9d
url
https://medium.com/@achrory23/gak-jelas-ucap-akal-a620b7bb5d9d
canonical_url
https://medium.com/@achrory23/gak-jelas-ucap-akal-a620b7bb5d9d
author_url
https://medium.com/@achrory23
status
ok
fetched_at
2026-06-24 16:30:55