Baturaja Book Party sebagai Ruang Aman untuk Membaca bagi Masyarakat Baturaja
Berdasarkan data Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat dan Variabel Penyusunnya Menurut Provinsi, 2025 yang bersumber dari Perpustakaan…
Baturaja Book Party sebagai Ruang Aman untuk Membaca bagi Masyarakat Baturaja

Kegiatan “Pertemuan ke-27” Baturaja Book Party pada Minggu, 7 Juni 2026 di Kopi Tugu. (instagram.com/baturajabookparty)
Berdasarkan data Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat dan Variabel Penyusunnya Menurut Provinsi, 2025 yang bersumber dari Perpustakaan Nasional, Survei Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat 2025/National Library, National Reading Interest Survey 2025 bahwa Provinsi Sumatra Selatan menempati posisi ketiga sebagai provinsi dengan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) tertinggi dalam lingkup nasional dengan skor 60,86. Bukan tanpa alasan Provinsi Sumatra Selatan bisa mencapai posisi tersebut, hal ini didukung dengan kombinasi dari berbagai indikator, seperti frekuensi membaca, durasi waktu membaca, jumlah bahan bacaan yang dituntaskan, hingga pemanfaatan internet sebagai sumber informasi.
Saat ini Baturaja Book Party hadir berkontribusi di tengah masyarakat Baturaja berupaya menciptakan ruang aman untuk membaca. Setiap pertemuan yang digelar Baturaja Book Party selalu ada cerita tersendiri dari masing-masing partisipan yang hadir. Jumlah partisipan yang terus-menerus bertambah memberikan gambaran bahwa Kota Baturaja memiliki potensi untuk terus bertumbuh dari bidang literasi, utamanya dalam hal minat membaca.
Dalam upaya menciptakan ruang aman untuk membaca, Baturaja Book Party turut andil dalam menghilangkan rasa takut untuk memulai hal-hal baru. Pada kenyataannya cukup banyak orang yang sebenarnya ingin membaca, tetapi merasa malu karena belum terbiasa mengikuti komunitas dan terkadang merasa bahwa bacaannya terlalu ringan. Dalam berkomunitas terkhususnya di bidang literasi harus mampu untuk menciptakan keramahtamahan agar perasaan overthinking bisa perlahan-lahan berkurang. Harus dipahami bahwa membaca bukan perlombaan yang harus diselesaikan sesegera mungkin. Pembaca terbagi menjadi dua kelompok, yaitu pembaca cepat dan pembaca pelan. Perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk saling merendahkan, justru perbedaan harus menjadi keunikan agar bisa mengenal perspektif baru.
Lebih jauh, ruang aman untuk membaca diharapkan bisa mendorong keberanian untuk berpikir kritis dan menyampaikan pikiran. Biasanya setelah membaca setiap partisipan memiliki kesan, pertanyaan, atau pendapat. Jika lingkungan mendukung, pendapat tersebut bisa tersampaikan dengan baik tanpa ada rasa takut akan dihakimi. Nilai penting dari komunitas literasi tidak hanya mengajak membaca, namun juga belajar untuk mendengarkan.
Dapat dipahami bahwa Baturaja Book Party menjadi ruang interaksi dan ruang sosial yang memberi kesempatan kepada siapa saja untuk bergabung tanpa perlu merasa paling pintar, paling tahu, paling banyak membaca, atau paling banyak memahami berbagai jenis buku. Melalui ruang ini diharapkan bahwa membaca bukan lagi kegiatan yang ekslusif karena setiap orang boleh bergabung dengan membawa buku pilihannya masing-masing sesuai dengan genre favorit. Sejatinya budaya membaca yang sehat tidak bermula dari paksaan, tetapi dari rasa nyaman dan kemauan. Ketika partisipan merasa diterima dengan pilihan yang telah ditentukan sendiri, ia akan cenderung lebih mudah membangun hubungan yang menyenangkan dengan buku.
Pada sisi lain Baturaja Book Party juga menjadi tempat bertemunya berbagai lapisan masyarakat, mulai dari guru, pekerja, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Pertemuan di dalam komunitas diharapkan mampu menjadi wadah agar percakapan bisa berkembang menjadi diskusi yang tidak melulu berkaitan dengan membaca, tetapi juga bisa mencakup kehidupan, pengalaman pribadi, pendidikan, bahkan harapan terhadap perkembangan literasi di kota sendiri.
Baturaja Book Party akan terus berupaya untuk menciptakan ruang aman sebagai bentuk kepedulian bahwa membaca tidak harus selalu dilakukan sendirian. Membaca bisa menjadi pengalaman sosial yang hangat di tengah kebutuhan akan banyaknya ruang positif. Komunitas ini hadir sebagai tempat rehat sejenak dari kesibukan, membalikkan halaman demi halaman, dan bertemu dengan orang-orang yang memiliki kesamaan untuk terus bertumbuh. Sebagai ruang aman untuk membaca, Baturaja Book Party tidak melulu hanya merayakan buku, lebih dari itu adakalanya merayakan keberanian untuk belajar, berbagi, dan menjadi bagian dari budaya literasi yang terus bertumbuh dan mumpuni.
Pada akhirnya, Baturaja Book Party menyerupai ruang kecil untuk bertumbuh di mana kata-kata menemukan rumahnya. Dari berbagai buku, cerita, dan percakapan hangat lamat-lamat tumbuh nyala literasi yang menjadikan membaca bukan sekadar kebiasaan, melainkan cara masyarakat Baturaja merawat harapan.
Peh, baco buku samo-samo!
메타데이터
- post_id
- a75a604a91bc
- slug
- baturaja-book-party-sebagai-ruang-aman-untuk-membaca-bagi-masyarakat-baturaja-a75a604a91bc
- url
- https://medium.com/@MuhOkRaf/baturaja-book-party-sebagai-ruang-aman-untuk-membaca-bagi-masyarakat-baturaja-a75a604a91bc
- canonical_url
- https://medium.com/@MuhOkRaf/baturaja-book-party-sebagai-ruang-aman-untuk-membaca-bagi-masyarakat-baturaja-a75a604a91bc
- author_url
- https://medium.com/@MuhOkRaf
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-15 20:49:13