Perihal Menunggu Aku Paling Lihai
Waktu berjalan begitu cepat ya?
Perihal Menunggu Aku Paling Lihai

cr pinterest
Waktu berjalan begitu cepat ya?
Dulu saat kelulusan SMP, aku merasa sedih karena dia tidak akan lagi satu sekolah denganku karena dia memilih untuk melanjutkan SMA di pondok pesantren di Malang sedangkan aku di SMA negeri di domisili kami. Akhirnya aku berusaha untuk tetap menunggu, mencoba untuk memulai chat dengannya untuk mengetahui kabar terbarunya. Namun, mungkin sudah takdirnya Allah mempertemukan kita di saat-saat terakhir kelulusanku hingga akhirnya kami sempat bersekolah di tempat yang sama.
Sekarang saat dia telah berhasil lolos di ptn yang sangat ia cintai dan sangat ia usahakan, aku kembali merasakan Dejavu. Rasanya ingin menyerah dan menemukan cinta lain, tapi itu sangat sulit. Sebenarnya aku benci menunggu, tapi entahla selama ini aku tetap bertahan untuknya..
Akankah aku kembali menunggunya atau menemukan cinta lain?
Jujur saja dia adalah idamanku. Sekalipun aku menemukan cinta baru untuk melupakannya, tetapi itu ngga berhasil dan tetap kembali dengannya. Heran sekali bukan?
Aku baru hidup sekali di dunia ini. Tidak tahu bagaimana bentuk cinta, kagum, atau memaksakan hayalanku.
Apakah memang cinta yang tulus itu harus menunggu walaupun kita tidak tahu ujungnya? Atau ini hanya hayalanku saja?
— — — — —
Thanks for ITS, jaga dia baik-baik ya.
— — — —
*Aku harap suatu saat nanti dia akan membaca ini
메타데이터
- post_id
- a775474b8d0e
- slug
- perihal-menunggu-aku-paling-lihai-a775474b8d0e
- url
- https://medium.com/@syarifahisnaini0411/perihal-menunggu-aku-paling-lihai-a775474b8d0e
- canonical_url
- https://medium.com/@syarifahisnaini0411/perihal-menunggu-aku-paling-lihai-a775474b8d0e
- author_url
- https://medium.com/@syarifahisnaini0411
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-14 19:29:30